Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 179


__ADS_3

Kimora pun langsung masuk di temani oleh Dokter Rian, Kimora berada di samping Alena.


Kimora tersenyum memandangi wajah Alena yang sedang tertidur, Dokter Rian merasa sangat hawatir sekali apa yang akan di lakukan oleh Kimora.


Kimora pun memegang tangan Alena, dia menggenggam erat tangan nya.


"Bagun Alena bangun sekarang juga aku sangat ingin melihat wajah manis kamu, Alena aku ada di sini berada tepat di samping kamu. Adakah yang ingin kamu katakan kepada aku,? apa kamu akan tetap menyembunyikan ini semua sampai kamu berharap nyawa ku sudah tidak ada."


Kimora sudah terlihat sangat emosional sekali melihat wajah Alena, Dokter Rian pun langsung membawa Kimora kembali ke ruangan dengan paksa.


"Ayooo Kimora kamu harus segera kembali ke ruangan, dan sampai kamu berteriak-teriak di sini."


Dokter Rian membuka pintu ternyata mereka berpapasan dengan Genzy, Kimora menundukkan kepalanya dia seperti tidak mau melihat wajah suami tersebut.


Dokter Rian merasa tidak tepat sekali ada diantara Kimora dan Genzy.


Genzy memandangi wajah Dokter Rian, dia pun langsung tertunduk dan melihat Kimora.


"Kimora, bagaimana dengan kondisi kamu sekarang,? apa kamu baik-baik saja kan."

__ADS_1


Kimora hanya terdiam dia tidak mau menjawab pertanyaan dari suaminya tersebut.


"Dokter Rian bawa aku kembali ke ruangan ku, aku merasa tidak nyaman ada di sini."


Dokter Rian mengikuti perintah Kimora, dia pun langsung meninggalkan tempat tersebut.


"Permisi yaa pak Genzy,"


Genzy terus memandangi Dokter Rian, dia seperti tidak suka dengan Dokter Rian tersebut jika berpikir jika Dokter Rian hanya ingin bersama dengan Kimora.


"Kenapa Dokter itu selalu bersama dengan Kimora, dia masih bertugas kan di Rumah Sakit ini. Aku harus bicarakan ini semua dengan Mama."


Genzy masuk ke dalam ruangan Alena tapi dia masih tetap belum sadarkan diri.


Genzy membawa kan buah-buahan untuk Alena, lalu dia simpan.


"Seperti nya aku ingin pergi ke ruangan Kimora, aku titipkan saja dulu Alena kepada suster yang ada di sini."


Ketika Genzy hendak pergi meninggalkan Alena, tangan Alena bergerak dia pun mencoba untuk membuka perlahan-lahan mata nya. Dia melihat Genzy yang akan keluar dari ruangan nya.

__ADS_1


Dengan suara yang lemas dan keadaan masih sangat pusing, Alena pun mencoba untuk memanggil Genzy.


"Gennnnnzyyy, kamu jangan pergi."


Mendengar suara Alena Genzy pun langsung membalikkan badannya, dia melihat Alena yang memaksakan untuk bisa terbangun dari tidurnya.


Genzy seketika langsung menghampiri Alena, dia menahan Alena untuk tidak bangun dari tidurnya.


"Alenaa,,,,Alenaaaaa, kamu mau kemana jangan kamu paksakan untuk bangun."


Genzy pun menidurkan kembali Alena dengan penuh hati-hati, perhatian Genzy membuat Alena sangat bahagia sekali dia merasa jika Genzy kembali mencintai nya.


Alena tersenyum manis sambil memandangi wajah Genzy.


"Kamu lelaki yang sangat bertanggung jawab sekali Genzy, terimakasih yaa."


Genzy hanya terdiam ketika Alena mulai bisa tersenyum kembali.


"Alena apa kamu baik-baik saja,? kamu mengingat semua nya dengan baik,?"

__ADS_1


Alena tidak mengerti dengan pertanyaan dari Genzy.


"Hmmmmm, maksud aku begini Alena bisa kah kamu menceritakan kejadian waktu malam itu kepada ku. Apa kamu masih mengingat nya."


__ADS_2