
"Putri Kimora, kembali demam tinggi lagi Buu. Tapi sudah di periksa oleh Dokter tadi dan sekarang sedang tertidur pulas."
Kimora pun langsung membuka pintu ruangan tersebut dan menghampiri Putri nya yang terbaring lemas tak berdaya.
"Sayaaaaang, anak ibu yang cantik dan kuat sehat kembali yaa sayaaaaang. Kamu adalah anak yang sangat kuat sekali sayaaaaang."
Kimora mencium kening Putri nya tersebut dan air mata nya menetes kepada Putri nya.
Melihat Kimora yang sedang bersama dengan Putri Kimora, Suster Diana pun langsung menghampiri Genzy.
"Bisakah kita berbicara sebentar saja hanya berdua saja, kita bicara di kantin Rumah Sakit saja."
Dokter Rian merasa curiga dengan sikap Suster Diana yang mengajak Genzy untuk pergi berdua.
"Seperti nya ada sesuatu di balik semua ini, aku harus bagaimana yaa. Mengikuti Suster Diana atau menemani Kimora yang sedang sedih."
Dokter Rian memilih untuk menemani Kimora saja karena dia hawatir sekali dengan keadaan Kimora yang pasti dalam keadaan yang sangat sedih sekali.
Genzy hanya mengikuti apa kata Suster Diana mereka pun langsung duduk berhadapan di Kantin.
"Pak Genzy, awal nya Putri Kimora sangat kecewa sekali dengan sikap Bu Kimora yang seperti sangat membenci Papa nya. Tapi apakah anda tahu setiap Putri Kimora bertemu dengan anda dia selalu merasa ketakutan setelah nya, dengan aroma parfume bunga melati yang sangat pekat sekali dan aku merasa sangat hal itu."
Genzy merasa tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Suster Diana.
"Saya tidak pernah memakai parfume beraroma bunga melati. Saya memakai parfume yang biasa saja."
Suster Diana merasa sangat kebingungan sekali bagaimana dia harus menjelaskan semuanya kepada Genzy.
Dia tidak mungkin langsung berkata kepada Genzy jika Putri Kimora merupakan seorang anak indigo yang bisa merasakan sesuatu kehadiran bahkan bisa melihat.
"Saya ingin Pak Genzy tidak terlalu dekat dengan Putri Kimora, saya tidak mau Pak Genzy sering bersama dengan Putri Kimora karena hanya saya dan Putri Kimora yang merasakan ketakutan nya."
Suster Diana pun memilih untuk langsung pergi dari kantin tersebut.
"Apa maksud dari pembicaraan dia itu, dia mengatakan aroma parfume bunga melati dan ujung nya dia menyuruh kuu untuk tidak terlalu sering bertemu dengan Putri Kimora."
__ADS_1
Genzy pun memilih untuk pergi kembali ke ruangan rawat Putri Kimora karena dia juga sangat menghawatirkan kondisi Putri nya tersebut.
Melihat Genzy yang menuju ke ruangan Putri Kimora, Suster Diana memilih untuk langsung pergi dari kursi tunggu tersebut.
Tapi Genzy mengabaikan sikap Suster Diana tersebut dan menurut Genzy itu sangat tidak penting sekali.
Genzy melihat di kaca kondisi Putri Kimora sudah sadar di temani oleh Dokter Rian dan Ibu nya.
"Syukurlah Nak kamu sudah sadar, Papa sangat senang sekali semoga kamu bisa secepatnya sembuh kembali."
Genzy merasa kehadiran sudah selesai dia memiliki pergi ke kantor nya walaupun sebenarnya dia ingin bertemu dengan Putri Kimora.
Melihat Genzy yang pergi Putri Kimora pun langsung melihat Papa nya tersebut.
"Papa, itu Papa Genzy Ibuuu. Dia datang untuk menemui aku."
Genzy yang mendengar suara Putri Kimora yang memanggil nya pun langsung terdiam menghentikan langkah kaki nya.
Dokter Rian pun memilih untuk mengalah dia pergi dari ruangan tersebut agar Genzy bisa bertemu dengan Putri nya.
Genzy langsung masuk ke dalam ruangan tersebut, dan menghampiri Putri nya.
Kimora hanya bisa terdiam saja melihat Putri Kimora yang begitu sangat senang sekali karena kehadiran Papa nya di samping nya.
"Sayaaaaang, kamu kenapa Nak ? kamu jangan membuat Ibu kamu hawatir yaa sayaaaaang. Kamu harus sehat kembali yaa sayaaaaang, kasihan Ibu Kimora."
Putri Kimora langsung tersenyum kepada Genzy dan juga melirikan mata nya kepada Ibu nya.
"Aku senang banget ada Papa dan Ibu di sini menemani akuuu, Terimakasih Papa yang sudah mau datang untuk menemui kuu. Dan ibu mau kah ibu memaafkan kesalahan Papa jika Papa pernah menyakiti hati Ibu."
Dokter Rian yang melihat pemandangan tersebut memilih untuk langsung pergi, dia semakin tidak mempunyai kesempatan untuk bisa memiliki Kimora menjadi pendamping hidup nya.
"Sayaaaaang, kamu jangan berkata seperti itu lagi yaa. Sekarang yang ibu inginkan Putri Kimora sehat kembali jangan sakit lagi yaa sayang."
Kimora pun mencium kening Putri Kimora sedangkan Genzy mencium tangan Putri Kimora.
__ADS_1
Putri Kimora merasa sangat senang sekali dia seperti mempunyai kesempurnaan cinta di dalam hidup nya.
"Papa dan Ibu, terimakasih banyak atas semua cinta yang kalian berikan untuk aku. Aku senang sekali akhirnya aku bisa seperti teman-teman kuu yang lain mempunyai kedua orang tua yang lengkap."
Kimora merasa sangat tersentuh sekali ketika mendengar perkataan Putri nya tersebut tapi Kimora tetap saja tidak bisa menjalankan hubungan dengan Genzy.
"Yasudah yaa sayaaaaang, sekarang kamu sembuh yaaa jangan seperti ini lagi. Ibu sangat hawatir sekali sama kamu Nak."
Kimora mencium kembali kening Putri nya tersebut.
"Kenapa Ibu tidak pulang ke rumah semalam, aku pun juga sangat hawatir sekali dengan Ibu."
Pertanyaan Putri Kimora membuat Kimora langsung terdiam dia seperti tidak bisa menjawab pertanyaan dari Putri nya tersebut.
"Sayaaaaang, Ibu Kimora itu adalah seorang Dokter Specialis. Jadi dia harus bisa bertugas kapan pun sayaaaaang, jadi jika Ibu Kimora sibuk Putri Kimora harus mengerti dengan pekerjaan Ibu yaah."
Kimora merasa sangat tenang sekali ketika Genzy yang mau menjawab pertanyaan dari Putri Kimora.
"Mas, lebih baik kamu pergi saja ke kantor sekarang. Putri biar aku saja yang temani nanti pulang kerja kamu masih bisa ke sini untuk menemani Putri."
Genzy merasa sangat bahagia sekali ketika Kimora mengijinkan nya kembali untuk bisa ke Rumah Sakit.
"Terimakasih banyak Kimora kamu masih mau mengijinkan untuk aku bisa bertemu kembali dengan Putri Kimora."
Genzy pun menghampiri Putri Kimora untuk berpamitan pergi dari rumah sakit.
"Cepat sembuh yaa sayang, Papa pergi dulu yaa. Nanti pulang kerja Papa pasti kembali lagi untuk bisa bertemu dengan Putri Kimora."
Putri Kimora terlihat sangat senang sekali ketika dirinya bisa bertemu kembali dengan Papa nya.
"Baiklah Papa, Papa hati-hati yaa. Aku sayang Papa."
Mata Genzy tiba-tiba langsung berkaca-kaca ketika bayi yang dulu dia abaikan tapi ternyata dia menyatakan kata sayang kepada nya.
"Papa juga sayaaaaang sekali Putri Kimora, Putri Papa yang pintar dan cantik. Papa pergi dulu yaa sayaaaaang."
__ADS_1
Genzy pun akhirnya meninggalkan ruangan tersebut, ketika dia akan pergi ke parkiran mobil dia melihat Suster Diana.