
Sesampainya Alena di Rumah Sakit, Suster Diana sudah mengendong Baby Mutiara di samping nya terlihat keluarga Kimora sedang memegang tangan Kimora dan selalu membuat perasaan Kimora tenang.
Kimora melirikan mata kepada Alena yang mau mengendong Baby Mutiara, dia terus memperhatikan Alena sampai tidak berkedip.
Alena yang mengetahui sedang di perhatikan oleh Kimora pun langsung membawa bayinya ke dekat Kimora.
Alena sengaja ingin menunjukkan baby mutiara kepada Kimora.
"Coba lihat bayi ini cantik sekali kan, dia seperti ibu nya dan dia pasti akan menjadi anak yang pintar dan kuat."
Kimora hanya melirik sebentar dan langsung menutup matanya dan berteriak-teiak kembali.
"Perempuan itu menyeramkan aku takut sekali, dia memakai baju dress putih dan tertidur."
Alena langsung menjauh dari Kimora dia langsung memberikan bayi nya kepada Suster Diana.
Alena menghampiri kimora secara perlahan dan memegang tangan nya.
"Siapa perempuan itu, seperti apa perempuan itu. Kamu lihat perempuan itu di mana."
__ADS_1
Kimora langsung memeluk erat tubuh ibunya, dia tidak mau menjawab pertanyaan dari Alena.
Alena pun langsung menjauh kembali dari Kimora.
"Dokter Alena, terimakasih banyak sudah sangat baik mau merawat bayi Kimora, ibu tidak tahu bagaimana cara membayar semua kebaikan Dokter. Maafkan keluarga kami yang menyusahkan Dokter Alena."
Ibu Kimora memohon terima kasih depan Dokter Alena.
"Tidak apa-apa ko buuu, saya ikhlas menjalani nya karena saya juga sudah sayang dan cinta dengan bayi ini."
Ketika mereka akan pergi meninggalkan Rumah Sakit, tiba-tiba datang seorang yang turun dari mobil mewah nya.
Genzy yang melihat kondisi Kimora langsung terkejut sekali, dia tidak menyangka akan terjadi seperti.
Genzy tidak berani menghampiri Kimora dia langsung tertuju kepada Alena yang sedang mengendong anak nya.
"Boleh saya melihat bayi ini, anak perempuan saya."
Alena pun langsung memperlihatkan wajah cantik bayina tersebut.
__ADS_1
Genzy memandangin wajah bayi perempuan nya itu ternyata sangat mirip dengan nya. Tidak seperti yang dia bayangkan mirip dengan Ayana karena ada kepikiran wajah antara Ayana dan Kimora.
Genzy seperti ingin mengendong nya tapi Dokter Alena langsung membawa pergi.
"Kami semua pamit dulu yaa, kasian baby mutiara dia mungkin ingin cepat sampai di kamar nya."
Alena dengan sengaja langsung pergi dari tempat tersebut karena hadirnya Genzy, Alena dengan cepat langsung masuk ke dalam mobil nya.
Genzy terdiam melihat kondisi Kimora yang seperti itu. Rossa langsung menghampiri Genzy.
"Apa yang kamu perbuat dengan anak perempuan ku satu-satunya ini. Dia menjadi despresi seperti ini, dia yang harus nya sekarang sedang berbahagia menyambut kedatangan anaknya, mengurus anak nya mengasihi anak tapi coba kamu lihat untuk memandang wajah anak nya pun dia tidak mau."
Rossalinda dan suaminya berserta Kimora langsung pergi meninggalkan Rumah Sakit tersebut.
"Jangan pernah datang di kehidupan Kimora Letica. jangan pernah lagi anggaplah hubungan antara kamu dan kimora sudah selesai sampai di sini."
Genzy terdiam dan menundukkan kepalanya, dia terlihat seperti tidak berdaya tidak bisa berbicara sepatah kata pun.
Hari ini Genzy kehilangan kembali sosok perempuan yang pernah mengisi kehidupan nya. Padahal kehadiran Kimora memberikan warna kehidupan di hidup nya.
__ADS_1