Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (281)


__ADS_3

Kimora langsung menghampiri mereka berdua dia berdiri di depan Suster Diana dan juga Dokter Rian.


"Kimora, maafkan kami ini bukan salah dari Suster Diana. Saya yang mengajak Suster Diana dan Putri Kimora untuk pergi makan siang di saat Putri Kimora selesai sekolah. Tapi ternyata Putri Kimora sangat nyaman sekali di sana karena pemandangan yang indah dan menyediakan permainan anak juga membuat Putri Kimora betah berlama-lama di sana."


Mendengar penjelasan dari Dokter Rian, Kimora langsung melirikan mata nya kepada Suster Diana.


Melihat Kimora yang melirikan mata nya kepada nya.


Suster Diana memilih untuk menundukkan kepalanya karena dia tahu dia sedang berbohong kepada Kimora dia tidak berani untuk menatap Kimora.


"Lalu apa guna nya kalian mempunyai handphone yang bagus untuk mahal kalau bisa untuk di gunakan memberi kabar."


Kimora terlihat sangat emosional sekali kepada Dokter Rian dan Suster Diana.


"Lain kali jika kalian ingin pergi bersama kembali, tunggu aku sampai pulang ke rumah dan berikan Putri Kimora. Agar kalian berdua bisa lebih santai dan berlama-lama bersama tidak harus memikirkan waktu untuk pulang."


Kimora langsung mengambil Putri Kimora dari Pangkuan Suster Diana dan membawa nya masuk ke dalam kamar Kimora.


Melihat sikap Kimora yang seperti salah paham terhadap Suster Diana dan Dokter Rian membuat Suster Diana menjadi merasa bersalah dengan apa yang sudah di lakukan nya.


"Bagaimana ini Dokter Rian, seperti nya Ibu Kimora marah besar sekali dengan kita."


Dokter Rian pun merasa sangat kasihan sekali dengan Suster Diana yang merasa sangat ketakutan sekali dengan sikap Kimora.


"Sudah yah, kamu jangan hawatir seperti ini. Doakan saja semoga Putri Kimora baik-baik saja. Nanti saya yang akan menjelaskan semuanya kepada Kimora di rumah sakit."


Dokter Rian merasa sangat berat sekali untuk pergi meninggalkan Suster Diana.


"Baiklah kalau begitu Dok."


Suster Diana pun langsung pergi ke kamar nya setelah Dokter Rian keluar dari Apartemen nya itu.


Ketika Suster Diana hendak masuk ke dalam kamar nya, dia melihat ternyata Kimora sudah menyiapkan makanan yang begitu sangat banyak nya.


Hal itu membuat Suster Diana semakin merasa sangat bersalah sekali dengan Kimora.


"Ternyata Bu Kimora sudah memasak banyak sekali, pantas saja dia terlihat sangat emosional sekali."

__ADS_1


Suster Diana memilih langsung masuk ke dalam kamar nya.


Kimora memeluk erat Putri Kimora yang sedang tertidur pulas, dia pun merasa jika Suster Diana dan Dokter Rian mempunyai sebuah hubungan spesial.


"Seperti nya mereka berdua mempunyai hubungan, mungkin juga sedang menjalin suatu hubungan. Kalau begitu mulai besok aku harus langsung pulang ke rumah agar mereka berdua bisa tenang bersama tampa harus membawa Putri Kimora."


Kimora pun memilih untuk tidur bersama dengan Putri Kimora untuk menghilangkan rasa kesal nya.


***


Dokter Rian terus saja mengingat perkataan Kimora yang terlihat sangat emosional sekali dengan nya dan Suster Diana.


"Kimora kenapa bisa seperti itu yah, kenapa begitu sangat emosional sekali."


Dokter Rian pun semakin tidak habis pikir dengan sikap Kimora.


"Wahhhhh, Iyah hadiah yang di berikan Genzy untuk Putri Kimora bagaimana yah. Jika di bawa ke Apartemen hanya membuat Kimora semakin bertanya-tanya dan curiga."


Dokter Rian memilih untuk pergi kembali ke tempat tersebut untuk mengambil main-main tersebut.


Sesampainya di sana Dokter Rian di buat terkejut dengan banyak nya anak-anak yang berkumpul di taman tersebut.


"Ada apa yah ini, kenapa banyak sekali anak-anak yang datang."


Dokter Rian pun langsung mencari keberadaan Genzy, dia berjalan untuk mencari Genzy.


Dan ternyata Genzy sedang membagikan mainan-manian kepada anak-anak tersebut satu persatu satu.


Dokter Rian pun sangat terkejut sekali dengan sikap Genzy yang begitu perhatian sekali.


"Luar biasa sekali Genzy, seperti nya dia mengundang anak-anak dari pantai asuhan ke sini."


Dokter Rian langsung menghampiri Genzy dan membantu untuk memberikan mainan kepada Anak-anak tersebut.


Melihat kehadiran Dokter Rian di samping nya, Genzy langsung memanggil pegawai nya untuk mengganti posisi dirinya.


Dokter Rian langsung di bawa ke suatu tempat yang aman untuk mereka mengobrol.

__ADS_1


Mereka pun duduk berdampingan dengan pandangan mata kepada banyak anak-anak yang berkumpul.


"Kamu mengundang anak-anak untuk datang ke sini mengambil hadiah mainan, ohhhhh siap mu sangat dermawan sekali Tuan Genzy. Saya tidak menyangka sekali dan kagum."


Genzy hanya tersenyum tipis kepada Dokter Rian.


"Mereka adalah anak-anak jalanan dan panti asuhan, mereka harus merasakan kebahagiaan walaupun itu hanya satu bulan sekali."


Tatapan mata Genzy begitu sangat tulus sekali sambil memandangi anak-anak yang sangat bahagia ketika mendapatkan mainan kesukaan nya.


"Bagaimana dengan kondisi Putri kuuu, apakah dia baik-baik saja kan. Ijinkan lagi untuk bisa mempertemukan kami berdua kembali."


Dokter Rian tidak mungkin mengatakan kondisi Putri Kimora yang merasa sangat ketakutan sekali ketika dirinya bertemu dengan Papa kandung nya.


Dokter Rian mencoba untuk menjaga perasaan Genzy yang terlihat sangat gembira sekali karena bisa bertemu dengan Putri kandung nya.


"Putri Kimora baik-baik saja dia langsung tertidur pulas ketika sampai di Apartemen."


Genzy pun tersenyum bahagia sekali ketika mendengar perkataan tersebut.


"Penyesalan yang sangat besar sekali, ingin sekali bisa bertemu dengan Putri Kimora setiap hari tapi itu tidak mungkin terjadi karena Kimora belum tentu mau menerima kehadiran ku ini."


Dokter Rian melihat penyesalan yang sangat mendalam sekali pada Genzy.


"Bagaimana dengan keadaan Bu Sarrah sekarang,? lebih baik di rawat saja di rumah mungkin saja keajaiban datang seperti dulu."


Genzy pun langsung merenung ketika mengingat kembali kondisi Mama nya.


"Mama semakin parah saja dia sangat kecewa sekali dan bahkan Pikiran Mama masih saja membayangkan tentang Ayana dia masih saja menanyakan kabar tentang Ayana."


Genzy seperti nya tidak menyadari jika Ayana yang di maksud Mama nya itu adalah kehadiran Kimora yang sering datang untuk menjenguk Mama nya.


"Ayana itu adalah Kimora, Bu Sarrah menyebut nama Kimora adalah Ayana. Kimora begitu sangat perhatian sekali dengan Bu Sarrah karena dia tahu jika Bu Sarrah yang membuat nya kembali normal seperti sekarang."


Genzy pun terkejut ketika mendengar itu semua nya, Genzy memang pernah melihat Kimora datang untuk menemui Mama nya tapi dia tidak tahu jika Kimora sering menengok Mama nya.


"Ternyata bucket bunga mawar merah yang sudah mengering itu pemberian dari Kimora, pantas saja Mama tidak mau melepaskan nya dan terus saja menyebutkan nama Ayana."

__ADS_1


__ADS_2