Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *352*


__ADS_3

Setelah pulang dari Apartemen Alena, Dokter Rian terus saja memikirkan cerita Putri Kimora.


"Kenapa aku terus memikirkan cerita Putri Kimora tentang sosok ibu-ibu yang perut nya terluka, apa dia juga terluka karena gunting tersebut lalu siapw sosok ibu-ibu tersebut."


Dokter Rian menuju ke rumah nya dia ingin membicarakan hal ini dengan Kimora.


Dokter Rian pun tidak merasa hawatir dengan Kimora tapi dia juga kasihan kepada Putri Kimora.


Dokter Rian masuk ke dalam rumah nya dia melihat Kimora sedang duduk sambil melamun.


Dokter Rian menghampiri Kimora dan duduk di samping Kimora.


"Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang,? Putri Kimora sudah aku jelaskan dia mulai mengerti dengan kesibukan Ibu nya."


Tapi Kimora masih saja menangis di menghapus air mata nya.


"Bagaimana jika Alena benar-benar menghabisi nyawa kuu, lalu bagaimana dengan Putri Kimora ketika dia kehilangan Ibu nya. Walaupun sekarang dia sudah bisa bertemu dengan Papa nya tapi aku tidak mau Putri Kimora bersama dengan Papa nya."


Dokter Rian mencoba untuk menenangkan pikiran Kimora yang sedang di acam oleh Alena .


"Sudah lah Kimora jangan kamu pikirkan lagi, aku yakin kamu pasti selalu di lindungi di mana pun kamu berada karena itu adalah seseorang yang sangat baik sekali."


Kimora pun tersenyum ketika mendengar perkataan tersebut.


"Oh iya Kimora aku ingin bertanya sesuatu dengan kamu, ketika kamu dulu masih berumah tangga bersama dengan Genzy. Apakah ada yang meninggal dari anggota keluarga Genzy atau para pegawai nya gitu."


Kimora pun mulai mengingat kembali kejadian yang dulu-dulu bersama dengan Genzy.


"Aku rasa tidak ada kejadian apapun ketika pertama kali aku awal menikah dan sampai kehamilan baby Putri Kimora."


Kimora terus saja memikirkan dan mengingat-ingat kembali kejadian masalalu nya.


"Karena ketika aku tinggal di sana, aku tuh seperti di pantau aku hanya bisa keluar kamar masuk kamar saja. Apalagi ketika aku sedang hamil dan mengambil pendarahan Mas Genzy sangat overprotektif sekali sampai aku hanya diam di dalam kamar saja."


Dokter Rian mengerti Genzy melakukan itu semua nya karena menghindari Kimora agar tidak menemukan peti mati Ayana.


"Aku masih saja terpikir dengan gunting tersebut, Putri Kimora yang pertama kali menemukan gunting tersebut dan gunting tersebut banyak sekali darah segar begitu juga dengan Suster Diana yang melihat hal yang sama sedangkan ketika gunting tersebut bersama dengan aku gunting itu bersih tidak ada apa-apa."

__ADS_1


Kimora pun langsung terkejut mendengar perkataan dari Dokter Rian, karena Putri Kimora dan Suster Diana tidak pernah menceritakan hal tersebut kepada dirinya.


"Aku tidak tahu hal tersebut, Putri Kimora dan Suster Diana tidak pernah menceritakan hal tersebut kepada kuu."


Kimora pun semakin terdiam ketika mendengar apa yang sudah di lihat oleh Putri Kimora dan Suster Diana.


"Apakah sebelum aku sudah ada korban pertama yang terkena gunting tersebut, apa mungkin gunting tersebut memiliki cerita misteri.


Dokter Rian semakin di buat penasaran sekali dengan apa yang ada di balik ini semua nya.


"Sekarang kita tidak bisa melakukan apapun, kita hanya bisa memikirkan hal tersebut Tampa tidak tahu bagaimana cara menjawab rasa penasaran kita ini."


Dokter Rian memilih untuk pergi meninggalkan Kimora duduk sendiri di sofa nya.


Kimora begitu sangat merindukanmu Putri Kimora, dia ingin bisa bertemu dengan Putri nya tersebut.


Kimora mencoba untuk membicarakan hal ini dengan Dokter Rian, dia ingin sekali pulang ke Apartemen nya bertemu dengan Putri Kimora.


Kimora pun melihat Dokter Rian yang sedang berdiri di depan pintu kamar nya.


Kimora memohon kepada Dokter Rian dan Dokter Rian pun memandangin wajah Kimora yang berkaca-kaca.


"Tapi bagaimana jika Alena yang masih mengincar nyawa muu, aku sangat hawatir sekali dengan kamu Kimora."


Dokter Rian merasa sangat hawatir sekali dengan Kimora dia tidak mau Alena menyakiti fisik nya.


"Aku mohon Dokter Rian, aku bisa menjaga diri ku sendiri. Di sana pun ada Suster Diana dia pasti akan menjaga kuu selalu."


Dokter Rian akhirnya luluh dia pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Kimora.


"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan. Sekarang kita pergi ke Apartemen kamu bersiap-siap yaa."


Kimora pun mencoba untuk bersiap-siap untuk berangkat ke Apartemen nya.


Dokter Rian menunggu Kimora di dalam mobil nya.


Kimora yang sudah siap langsung masuk ke dalam mobil Dokter Rian.

__ADS_1


"Kamu jangan lupa untuk mengantikan perban nya seperti jahitan itu belum kering, kamu jangan dulu melakukan aktivitas dengan tangan yang terluka."


Kimora tersenyum manis ketika mendapatkan perhatian dari Dokter Rian.


Dia pun akan mencoba untuk bisa bersama dengan Dokter Rian kembali.


Di perjalanan Kimora mulai memikirkan hal serius bersama dengan Dokter Rian, tapi Kimora merasa sangat ragu sekali karena Dokter Rian yang sudah terlalu lama menunggu jawaban dari nya.


"Hmmmmm, Dokter Rian aku ingin bertanya apakah kamu sekarang sedang memikirkan sesuatu hal yang terindah dalam hidup kamu. Kamu menginginkan hal terindah apa yang ingin kamu lakukan."


Pertanyaan Kimora membuat Dokter Rian terdiam, apa yang di maksud dengan Kimora mengenai hal terindah di hidup nya.


"Hal terindah untuk kuu bisa bahagia bersama dengan seseorang yang mau bersama dengan kuu dan membuat kebahagiaan untuk kuu."


Dokter Rian pun melirik mata nya kepada Kimora seakan pertanda jika seseorang tersebut adalah dirinya.


Kimora hanya tersenyum tipis kepada Dokter Rian.


Mereka pun akhirnya sampai di depan Apartemen Kimora, Dokter Rian menekan tombol bell.


Dan Suster Diana dengan cepat membuka pintu Apartemen tersebut.


Suster Diana sangat terkejut sekali ketika melihat Kimora yang pulang ke Apartemen nya.


"Dokter Kimora akhirnya pulang juga."


Ketika Suster Diana hendak memeluk erat Kimora dia langsung melihat perubahan yang terjadi pada Kimora.


Rambut panjang yang menjadi pendek dan ke dua tangan yang di perban.


"Astagaaaa, seperti nya dua tangan yang memegang erat gunting tersebut sehingga membuat robekan pada ke dua tangan tersebut. Alena dia sangat jahat sekali."


Suster Diana menyimpan rasa dendam kepada Alena dia seperti ini melakukan sesuatu kepada Alena dengan apa yang sudah dia lakukan dengan Kimora.


"Sudah yaa biarkan saja yang penting sekarang aku tidak apa-apa, aku masih bisa bernafas dan melihat senyuman manis dari Putri Kimora."


Kimora langsung masuk ke dalam menuju ke kamar Putri Kimora.

__ADS_1


__ADS_2