
Dokter Alena yang sudah merasa tidak nyaman pun, memilih untuk pergi dari Apartemen Mama Sarrah. Dia langsung pergi tampa basa-basi dan membuat Kimora tersenyum.
Mama Sarrah pun merasa sangat aneh sekali dengan tingkah laku Dokter Alena, dia semakin mencurigai antara Kimora dan Dokter Alena.
Kimora pun duduk di samping Mama Sarrah dia memegang tangan Mama Sarrah sambil menundukkan kepalanya.
"Mam, apakah aku ingin perempuan terbaik untuk Mas Genzy,? apa kah aku adalah perempuan yang bisa bertahan hidup dengan bersama dengan Mas Genzy,? tapi apakah Mama akan menerima kehadiran perempuan lain yang menurut Mas Genzy dia lebih baik dari aku."
Pertanyaan Kimora membuat Mama Sarrah semakin yakin jika ada sesuatu dengan Kimora dan juga Genzy dan apakah ini juga ada hubungannya dengan Dokter Alena.
"Kimora sayaaaaang, Mama sangat sayang sekali dengan kamu nak. Karena kamu adalah obat dari rasa despresi Mama yang dahulu, Mama tahu jika kamu tidak bisa menerima kehadiran Genzy kembali di hidup kamu tapi apakah semudah itu Genzy bisa menemukan kembali perempuan yang menjadi pengganti kamu."
Suster Diana pun memilih untuk meninggalkan pembicaraan antara Kimora dan juga Mama Sarrah dia langsung membawa Putri Kimora.
__ADS_1
Tatapan mata Kimora mulai berkaca-kaca menahan rasa sakit hati yang di lakukan oleh Genzy bersama dengan Alena.
"Kimora apa yang sebenarnya terjadi sayang, ayo coba ceritakan semuanya sama Mama. Jangan ada yang harus di rahasiakan lagi."
Kimora mulai tidak bisa menahan rasa yang selama ini di sembunyikan, Kimora mulai merasakan nafas nya yang sesak menahan semuanya.
Kimora pun mulai mengatur nafas panjang dan mengendalikan emosi nya.
"Mam sebernarnya aku yang membuat Alena terluka, aku yang melemparkan benda ke arah kepala nya Alena sampai dia harus mengalami pendarahan di kepala nya."
"Apa yang membuat kamu melakukan itu semuanya,? pasti ada alasan nya kamu tidak mungkin melakukan hal seperti itu."
Kimora pun langsung menagis kencang di hadapan Mama Sarrah, dia tidak bisa lagi menutupin rasa sakit hati nya.
__ADS_1
Kimora pun langsung memeluk erat tubuh Mama Sarrah sambil menangis kencang sekali dan membuat Suster Diana langsung kembali menghampiri mereka berdua.
"Kimora,,,Kimora kamu harus tenang yaa jangan seperti ini yaaa. Kamu harus tenang yaa sayang."
Kimora pun mulai merasakan sesak kembali dan Mama Sarrah langsung mengambil obat untuk Kimora.
"Bu Sarrah lebih baik Bu Kimora kita bawa saja ke kamar seperti nya dia tidak sanggup lagi untuk meneruskan pembicaraan nya."
Mama Sarrah pun langsung membawa Kimora ke tempat tidur, dia pun masih penasaran dengan apa kelanjutan dari cerita Kimora.
Mama Sarrah pun langsung berniat untuk pergi ke Apartemen Dokter Alena, dia pun ingin menanyakan sesuatu dengan nya. Karena Mama Sarrah yakin ini ada hubungannya dengan Dokter Alena.
"Suster Diana, Putri Kimora sudah tertidur pulas saya mau pergi ke luar sebentar ada yang harus saya beli."
__ADS_1
Mama Sarrah sengaja tidak memberitahu bahwa akan pergi ke Apartemen Dokter Alena, agar dia bisa meluangkan waktu untuk bisa berbicara panjang lebar dengan Dokter Alena di dalam Apartemen nya.