Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 149


__ADS_3

Alena mencoba terus mengirimkan pesan kepada Genzy berharap Genzy mau membalas pesan dari nya.


"Apa-apa ini, dia nggak boleh secepat itu melupakan aku dia harus bertanggung jawab dan menikah dengan aku."


Sekarang Alena seakan sangat tergila-gila dengan Genzy, dia tidak akan membiarkan jika Genzy kembali kepada Kimora.


"Apa yang harus aku lakukan yaa, harus aku mempengaruhi Kimora agar dia semakin membenci Genzy sehingga ketika dia sembuh dia langsung memilih untuk berpisah dengan Genzy."


Alena sudah di buat buta oleh cinta terlarang dengan Genzy, dan dia berencana akan memberitahu Mama Sarrah dengan apa yang sudah terjadi antara dia dan juga Genzy.


"Ahhhh, sudah lah lebih baik aku istrirahat sekarang juga jangan sampai ini berpengaruh terhadap kesehatan kuu, dan membuat aku jadi tidak bisa pulang besok."


***


Keesokan harinya.


Suster Diana yang membaca pesan dari Dokter Alena langsung mempersiapkan diri dan menitipkan Tiara kepada Mama Sarrah.


Mama Sarrah memilih untuk menunggu di Apartemen nya saja bersama dengan Kimora dan Tiara.

__ADS_1


"Hati-hati yaa Suster Diana," ucap Mama Sarrah sebelum Suster Diana pergi untuk menjemput Dokter Alena.


"Iyaa Bu Sarrah,"


Suster Diana pun langsung pergi untuk menjemput Dokter Alena.


Kimora tiba-tiba tersenyum manis menunggu kedatangan Dokter Alena, padahal hari ini adalah jadwal nya untuk pergi ke psikiater.


"Kamu nanti pergi nya setelah Dokter Alena datang yaa, Mama sudah mengirimkan pesan kepada Dokter Rian karena kamu masuk nya di luar praktek Dokter Rian di Rumah Sakit."


Kimora hanya tersenyum mendengar perkataan dari Mama Sarrah, Kimora seperti sangat tidak sabar menunggu kedatangan Dokter Alena.


Dia langsung menghampiri aroma tersebut yang berasal dari kamar Dokter Alena.


"Kenapa di dalam kamar Dokter Alena seperti tercium aroma parfume bunga melati yaa, apa mungkin Dokter Alena memakai Aroma parfume tersebut untuk kamar nya."


Kimora memperhatikan Mama Sarrah dan langsung menghampiri nya dan menarik tangan nya.


Mama Sarrah pun mengikuti apa yang Kimora lakukan kepada nya.

__ADS_1


"Jangan dekati itu sangat bau dan membuat muntah," ucap Kimora sambil tangannya menujuk kan kamar Dokter Alena.


Mama Sarrah pun langsung menghindari kamar tersebut, dan tiba-tiba terdengar suara di balik pintu ternyata benar saja itu adalah Suster Diana dan Dokter Alena sudah datang.


"Dokter Alena sayang, akhirnya kamu sudah pulang yaa, aku silahkan duduk Tante sudah siapkan hidangan spesial untuk kamu."


Alena menatap sinis kepada Kimora dan Kimora yang menyadari nya pun langsung tersenyum lebar.


"Beruntung lah kamu masih hidup,"


Ucap Kimora yang langsung pergi meninggalkan Apartemen Alena.


Alena di buat sangat kesal dengan ucapan Kimora tersebut dia memilih untuk langsung masuk ke dalam kamar nya.


Hal tersebut membuat binggung Suster Diana dan Mama Sarrah.


"Ada apa sebenarnya dengan mereka berdua, kenapa Kimora jadi begitu membenci Dokter Alena. semua ini pasti ada penyebabnya."


Suster Diana pun langsung memikirkan sikap Kimora yang selama memang tidak seperti biasanya kepada Dokter Alena.

__ADS_1


"Iyaa buu Sarrah seperti ada yang di sembunyikan oleh mereka berdua, karena ini bukan sekali dua kali Ibu Kimora bersikap seperti itu terhadap Dokter Alena, terutama Ibu Kimora sangat tidak biasa menyembunyikan perasaan nya."


__ADS_2