
"Devan aku sangat lapar sekali sekarang, dengan sengaja aku tidak makan di rumah karena ingin makan bersama dengan kamu di sini, tapi begitu sampai disini kamu malah mengusir aku pulang,, aku lapar,, anak kamu lapar,, aku baru saja sampai dan kamu sudah suruh pulang lagi," keluh Jessica sambil melihat Devan dengan tatapan mata bingungnya.
"Ya sudah kalau begitu kamu makan saja sendiri disini, aku sedang tidak berselera sekarang," ucap Devan.
"Kamu sakit?" tanya Jessica sambil menyentuh dahi Devan akan tetapi tidak terasa panas sama sekali.
"Ya sudah mungkin kamu butuh istirahat," ucap Jessica yang tidak ingin banyak bertanya lagi, mengingat Devan sangat sibuk-sibuknya bekerja beberapa hari ini.
Keduanya berjalan dengan bergandengan, keluar dari ruangan Devan menyusuri lorong-lorong rumah sakit. Karena tidak ingin terus berdebat dengan suaminya,, Jessica memilih pulang dan makan di rumah saja.
"Loh itu Nayla kan?" ucap Jessica yang langsung menghentikan langkahnya begitu melihat Nayla,, begitupun Devan juga menghentikan langkahnya.
Keduanya menatap Dokter Alex dan Nayla yang jalan berlawanan arah dengan mereka.
"Sayang dia bekerja di sini?" tanya Jessica.
Devan hanya diam saja tanpa menjawab,, Devan terus menatap ke arah Nayla dan Dokter Alex,, lagi-lagi dia melihat Nayla tersenyum lepas pada Dokter Alex. Keduanya saling melempar candaan yang membuat tawa Nayla sekali keluar dari bibir manisnya. Saat akan berjalan semakin mendekat ke arahnya, Jessica tiba-tiba saja menyenggol lengan Nayla.
"Aduh," rintih Nayla karena terkejut.
Nayla benar-benar tidak menyadari ada Jessica,, dia tidak melihat Jessica karena sibuk bercanda dengan Dokter Alex,, dan Nayla tampak bingung apa yang terjadi mengapa Jessica menyenggol dirinya. Nayla melihat Jessica tidak mengerti sama sekali, apalagi kesalahannya pada Jessica.
"Ternyata kamu masih ada di lingkungan suamiku yah? secara pelakor kan yah? hati-hati Dokter Alex,, dia ini wanita yang suka merebut milik orang lain, dan menjadikan dirinya seakan menjadi korban, padahal dia yang menjebak suami orang agar tidur dengan dia," ucap Jessica sambil tersenyum sinis. Senyuman Jessica seakan mengejek dan merendahkan Nayla.
Nayla hanya tersenyum saat mendengar kata-kata hinaan itu dari bibir Jessica, ingin sekali Nayla tertawa terbahak-bahak begitu mendengar omong kosong Jessica. Tapi dia hanya tersenyum sambil menatap Devan, kemudian kembali menatap Jessica yang mengatakan dirinya penipu dan perebut suami orang lain. Karena pada kenyataannya,, suami Jessica lah yang bernama Devan itu yang telah melecehkan dia, hingga kemudian dia melahirkan seorang Putra yang bernama Felix Bima Putra.
"Kenapa kamu tersenyum kamu memikirkan apa?" ucap Jessica.
Jessica sepertinya tahu dengan isi hati Nayla yang saat ini tengah menertawakan dirinya karena merasa lucu akan ucapannya. Tapi lagi-lagi Jessica merasa dirinya benar, jadi sangat tidak pantas wanita rendahan seperti Nayla menertawakan dirinya.
"Dokter Devan bicara dong,, jangan hanya diam saja,, supaya istri Anda ini tidak akan mempermalukan dirinya terus,, sangat lucu sekali mendengar perkataan istri anda ini," ucap Nayla sambil cekikikan.
__ADS_1
Bayangkan saja jika Devan hanya diam dan dirinya terus dianggap sebagai seorang perencana kejahatan dengan merebut suami orang lain.
"Kenapa kamu meminta suami aku untuk berbicara? kamu masih mengharapkan dia?" tebak Jessica dengan ekspresi wajah yang berapi-api.
Nayla langsung tertawa menggelegar tanpa bisa dia tahan lagi, sesaat kemudian Nayla langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya,, sadar bahwa saat ini dia sedang berada di rumah sakit. Meskipun begitu masih terdengar sesekali selingan tawa yang keluar.
"Dokter Alex ayo kita pergi saja," ucap Nayla yang tidak mau lama-lama berhadapan dengan Jessica,, yang kerjanya hanya menuduh dirinya tidak jelas.
"Katakan saja kamu takut," ucap Jessica sambil tangannya mencengkram erat bagian atas tangan Nayla agar Nayla tidak pergi dari tempatnya. Nayla urung melangkah kemudian dia menatap Jessica.
Mata Nayla menatap tangan Jessica yang berada di lengannya. Hingga sesaat kemudian Jessica melepaskannya.
"UPS!!!" ucap Jessica sambil menepuk tangannya seakan merasa jijik barusan dia memegang lengan Nayla.
"Pelakor kok dipegang!!! jijik banget sih!!!" ucap Jessica lagi.
"Nyonya Jessica pertama-tama saya mohon maaf kalau saya tidak sopan, tetapi saya hanya tidak ingin anda membuang energi anda untuk terus menuduh saya yang bukan-bukan karena itu hanya untuk mempermalukan diri Anda juga, semakin Anda menuduh saya yang bukan-bukan artinya anda sendiri sedang menyudutkan suami tercinta Anda ini,, sebab suami Anda tahu segalanya apa yang terjadi diantara saya dan suami Anda," ucap Nayla sambil tersenyum tulus,, sekaligus merasa kasihan pada Jessica yang selalu membuang-buang waktunya menghina dirinya.
Tidak ada dendam sama sekali di hati Nayla,, mengerti jika Jessica begitu sakit hati sehingga Jessica begitu membenci dirinya. Tapi yang harus dipahami Jessica saat ini, bukan hanya dirinya sajalah yang jadi korban tapi Nayla juga, bahkan Felix. Bayi tidak bersalah itu sudah merasakan penderitaan bahkan sejak masih di dalam kandungan. Dan Nayla juga bukan tersangka sehingga dia terus yang dianggap bersalah di sini, bahkan dihakimi dengan sesuka hati mereka.
Dengan mengadakan resepsi pesta pernikahan kemarin secara besar-besaran,, Jessica ingin membuat Nayla terus menderita tanpa bahagia.
"Maaf Nyonya Jessica kalau Anda sangat menunggu kedatangan saya,, tetapi saya memiliki anak kecil tidak mungkin saya membawa dia berpesta di malam hari," ucap Nayla dengan apa adanya karena memang itulah penyebab dia tidak datang ke resepsi pernikahan Devan dan Jessica. Malam waktunya dia merawat anaknya karena pagi dia pergi bekerja.
Nayla lagi-lagi tersenyum menatap Devan, seorang pria yang sudah menghamili dirinya itu terlihat hanya diam saja.
"Saya adalah ibu yang sangat menyayangi anak saya dan juga bertanggung jawab," ucap Nayla sambil tersenyum sinis melihat Devan.
"Alasan!!" ucap Jessica.
"Saya permisi Nyonya Jessica, saya minta maaf kalau sudah mengecewakan anda karena tidak datang mungkin lain kali di acara tujuh bulanan kandungan Nyonya Jessica," ucap Nayla lagi sambil tersenyum tulus pada Jessica.
__ADS_1
"Pintar ngeles terus kamu,, ngapain kamu kerja di rumah sakit suami saya? kamu mau anak kamu jadi pewarisnya?" ucap Jessica lagi.
"Saya bekerja disini pada Dokter Alex, saya bahkan tidak pernah bermimpi anaknya menjadi pewaris ayahnya, sebab saya sangat tidak sudi anak saya jadi laki-laki kurang ajar seperti Ayahnya yang tidak bertanggung jawab," ucap Nayla sambil tersenyum mengejek melihat Devan.
"Ayo!" ucap Devan menarik lengan Jessica untuk segera pergi, karena tidak ingin semakin memperkeruh suasana.
Nayla pun melangkah kembali bersama Dokter Alex melanjutkan langkah kaki mereka menuju ke ruangan Dokter Alex seperti biasanya ketika mereka telah selesai memeriksa keadaan pasien.
Sampai di ruangan,, Dokter Alex menjadi penasaran mengenai pembahasan Nayla dan Jessica, Dokter Alex mencoba memberanikan diri untuk bertanya langsung agar tidak mendengar gosip nantinya di sekitarnya yang mungkin saja terjadi.
"Nayla maaf kalau aku ikut campur tapi kalau boleh aku tahu apa hubunganmu. Maksudku antara kamu dan Jessica? maaf kalau ini menyinggung kamu,, aku tidak bermaksud untuk ikut campur tapi aku hanya penasaran,, itu saja," ucap Dokter Alex yang duduk di kursinya dan menunggu jawaban dari Nayla.
"Dokter Devan adalah mantan suami saya Dok," jawab Nayla.
Uhuk...Uhuk...Uhuk...
Dokter Alex langsung tersedak begitu mendengar jawaban Nayla.
"Kamu bilang Dokter Devan adalah mantan suami kamu?" tanya Dokter Alex lagi.
Nayla mengangguk pasti memastikan bahwa apa yang dikatakan Dokter Alex itu benar. Dokter Alex mendengus artinya Jessica beberapa bulan yang lalu menceritakan Nayla pada dirinya dan bodohnya wanita yang dimaksud ternyata adalah Nayla. Dokter Alex sama sekali tidak tahu perihal itu semua, dia hanya tahu cerita dari Jessica saja saat mendengar curhatan hati Jessica waktu itu,, tapi sudah hampir satu bulan ini dirinya bekerja dengan Nayla, Dokter Alex merasa Nayla adalah wanita yang sangat baik,, jauh dari apa yang telah diceritakan Jessica padanya.
"Tapi Dokter Devan kan sudah memiliki istri,, bagaimana bisa kamu menikah dengan dia?" tanya Dokter Alex lagi yang merasa sangat penasaran.
"Maaf sebelumnya Nayla,, aku hanya penasaran,, kalau kamu mau cerita boleh tapi kalau kamu tidak mau cerita juga tidak apa-apa," ucap Dokter Alex.
"Satu malam sebelum Dokter Devan menikah,, dia menemukan aku berada di dalam kamarnya,, waktu malam itu aku disuruh mengantarkan jas untuk pernikahannya besok oleh Nyonya Ana, tapi..." ucap Nayla sambil mengangkat kedua bahunya merasa tidak perlu menceritakan terlalu lengkap apa yang terjadi selanjutnya pada Dokter Alex karena pasti dia sudah mengerti.
"Sampai akhirnya karena malam itu aku hamil, terpaksa Dokter Devan menikahi aku dan anak kami lahir berjenis kelamin laki-laki,,, anak yang waktu itu aku bawa," ucap Nayla.
Dokter Alex langsung merasa takut setengah mati setelah mendengar cerita Nayla.
__ADS_1
"Ada apa dengan anda Dok?" tanya Nayla.
"Ti... tidak,, tidak apa-apa," ucap Dokter Alex sambil mengusap keringat dingin yang mulai membanjiri dirinya.