Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Foto Alex!


__ADS_3

"Nanda berhenti," teriak Reyna.


Dengan mendadak Nanda pun menghentikan laju sepeda motornya, kesal sekali pada Reyna yang tak bisa berbicara layaknya manusia belum lagi dirinya sedang memikirkan mimpi gilanya malam tadi, lengkap sudah kekesalannya pada pagi ini, calon istri dadakannya itu memang sedikit tidak waras, tapi tak lupa untuk membuatnya juga ikut tidak waras bersama!


"Kau itu kalau mau minta berhenti bisa pelan-pelan tidak? aku tidak mengerti bagaimana jika kita menikah nanti mungkin banyak piring terbang yang akan melayang," gerutu Nanda kesal.


Reyna mengibaskan tangannya, tak peduli pada Nanda, dirinya perlahan turun dari sepeda motor Nanda dan terus menatap ke arah depan.


Begitupun dengan Nanda yang penasaran apa penyebab Reyna minta berhenti mendadak.


Di seberang sana Alex sedang bersama dengan Zaskia, keduanya berjalan menuju mobil dengan berpegangan tangan.


"Apa dia lupa sudah punya istri?" ucap Reyna kesal.


Lupakan Nanda! Reyna segera mengambil ponselnya dan mengambil gambar setelah itu dirinya berniat berjalan mendekati Zaskia dan Alex tapi sayangnya mobil kakaknya itu sudah melaju.


Tak masalah sekalipun demikian, segera Reyna mengirimkan pada Puput.


Setelah mengirimkan beberapa foto Alex dan Zaskia, Reyna menuliskan sebuah pesan singkat.


"Jangan nyalain mantu mulu, lihat kelakuan anak Mama juga," pesan Reyna.


Pesan terkirim, Reyna kembali menaiki sepeda motor Nanda, keduanya kembali meneruskan perjalanan yang sempat terhenti.


###############


"Jessica kamu itu gimana jadi istri sih? Alex sudah berangkat dari satu jam yang lalu sementara kamu baru bangun tidur," omel Puput.


Kesal bukan main, Puput tak suka wanita bermalas-malasan seperti Jessica, matahari sudah bersinar dengan terangnya tapi Jessica baru saja bangun tidur.


"Kopi Alex tidak dibuat, sarapan tidak ada bagaimana dengan pakaiannya? Mama bukan tidak bisa mengurus dia, tapi sekarang kan ada kamu tidak mungkin kan semua keperluannya masih urusan Mama, apa gunanya kamu?" ucap Puput lagi.


Tidak ada habisnya mulut Puput mengomel, Jessica terus saja membuat emosinya meledak-ledak.


Mungkin sebentar lagi tekanan darah tinggi akan segera kembali, entah mengapa Alex mau menikah dengan Jessica pikirnya.


"Kamu itu seharusnya mikir, tahu diri sebenarnya Mama nggak masalah kamu mau janda nikah sama Alex, tapi harusnya kamu tahu diri gitu, udah janda nggak bisa ngurus suami setelah menikah tahunya ngurus badan sendiri doang, apa yang bisa kamu lakukan ngangkang doang! hamil juga tidak sampai sekarang, jangan-jangan kamu juga menunda karena ingin bebas," omel Puput lagi.


Boleh tidak Jessica menjerit sekencang mungkin, hatinya sudah sangat perih dengan segala luka yang ada.


Andai pernikahan ini memang tak dapat diselamatkan, maka dirinya akan mundur tanpa ingin mempertahankan.


Rasanya begitu sakit luar biasa!!!

__ADS_1


Andai Puput tahu seperti apa pernikahan yang kini dijalaninya begitu pahit, mungkin tak akan ada kata sesakit ini didengar di telinganya.


"Mama nggak mau kamu menunda-nunda kehamilan, kecuali kamu hanya ingin bermain-main dengan pernikahan," ucap Puput lagi.


Puput merasakan ponselnya bergetar, tak lupa notifikasi sebuah pesan pun muncul segera membukanya mungkin Reyna mengirimkan foto bersama Nanda pikirnya.


Tapi tidak! betapa terkejutnya Puput melihat Alex bergandengan bersama dengan seorang wanita.


"Lihat ini," Puput pun menunjukkan foto Alex pada Jessica.


"Wajar sih modelnya kamu begini," Puput pun melengos pergi meninggalkan Jessica yang masih mematung di tempatnya.


Jessica menatap pintu keluar kemudian dia segera mengambil tas tangan miliknya dan menuju rumah sakit, kurang beristirahat membuatnya kelelahan saat ini dirinya ingin menuju rumah sakit untuk berobat, sampai di rumah sakit dirinya segera memasuki ruang Dokter Aditya, setelah memberikan resep obat dirinya pun keluar, tanpa sengaja dirinya berpapasan dengan Nayla.


"Jessica," ucap Nayla.


Sebenarnya Jessica ingin bersembunyi, tapi Nayla sudah terlebih dahulu melihatnya.


Terpaksa Jessica tersenyum dan tak bisa pergi lagi.


"Kamu ke sini mau ketemu sama Alex?" tebak Nayla.


Ingin jujur bagaimana? berbohong pun bagaimana? terasa menyulitkan! tapi itulah keadaan yang harus dihadapi oleh Jessica.


"Alex" panggil Nayla.


Alex pun beralih menatap Nayla, bahkan melihat Jessica di sana.


"Nayla aku harus pulang soalnya Mama nungguin," segera Jessica pergi menghilang dari hadapan Alex.


Mungkin lebih baik begitu!


##############


Sepulang dari rumah sakit, Jessica meminum obat, setelahnya beristirahat di kamar, pikiran stres dan kurang istirahat membuatnya menjadi tidak enak badan.


Sekalipun sudah menelan obat, matanya tak juga bisa terpejam, entah mengapa rasanya Alex terus saja membuatnya merasa tidak berguna.


Jessica pun berpindah duduk di kursi meja rias dengan menopang kepalanya, sesekali air matanya menetas, meratapi nasib pernikahannya yang begitu malang.


Dirinya ingin menjadi manusia yang lebih baik, tapi cobaannya pun tak kalah hebat, hingga terkadang merasa lelah hati.


Punggungnya bergerak seiringan sesenggukan yang terdengar dari bibirnya, awalnya Puput ingin menyusul Jessica ke kamar dan memintanya untuk membantunya di dapur.

__ADS_1


Tapi sampai di kamar dirinya malah melihat Jessica yang tengah menangis tersedu-sedu.


"Apa aku terlalu kasar?" Puput bertanya-tanya dan bingung.


Tapi dirinya semakin penasaran, merasa ada yang janggal dengan pernikahan Jessica dan Alex.


Bahkan sampai saat ini pun status Jessica hanya sebatas istri siri, padahal dirinya sudah bertanya kepada Alex berulang-ulang mengenai pesta resepsi pernikahan.


Ingin sekali mengundang teman-temannya agar mereka tahu jika putranya sudah menikah.


Jessica menatap dari pantulan cermin, Puput berdiri di depan pintu dan menatap dirinya dengan cepat Jessica berdiri dan menyeka air matanya.


"Ada yang bisa aku bantu Ma?" tanya Jessica.


Puput pun menggeleng lemah, rasanya tak tega melihat Jessica begini.


"Kamu istirahat saja, Mama masak dulu," ucap Puput.


Pintu pun ditarik oleh Puput, dirinya berjalan menuju dapur dengan perasaan bertanya-tanya perihal pernikahan Alex dan juga Jessica.


"Aku telepon Alex dan tanya langsung saja,," Puput mengambil ponselnya dan menghubungi Alex.


Kesal bukan main saat mendengar suara wanita dari sebelah sana.


"Halo,"


Emosi Puput meninggi, baginya tak sopan bila ada orang lain yang memegang ponsel milik orang lainnya.


Apalagi seorang laki-laki yang notabenenya sudah memiliki istri.


"Kamu siapa? saya Mamanya Alex berikan ponselnya pada anak saya," omel Puput.


Sesaat kemudian ponsel berpindah tangan pada Alex, Puput langsung mengomel tidak ada hentinya.


Tak lupa juga mengirimkan foto Alex yang dikirimkan Reyna kembali pada Alex.


"Kamu itu boleh punya Asisten, tapi jangan benda pribadi juga dipegang sama Asisten! hargai istrimu kalau pekerjaanmu selesai segera pulang temui istrimu, ajak dia jalan-jalan, tadi saja Mama lihat dia menangis," omel Puput.


Puput langsung memutuskan panggilan secara sepihak tanpa peduli pada Alex yang juga mencoba untuk membela dirinya, bagi Puput siapapun yang melakukan kesalahan adalah salah tak bisa dibenarkan, sekalipun anaknya sendiri.


"Sebenarnya ada apa dengan pernikahan mereka?" gumam Puput.


Semalam juga Puput melihat Jessica tidur di sofa, memang Alex belum pulang tapi pertanyaannya mengapa tidak tidur di ranjang?

__ADS_1


__ADS_2