Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Mas sangat merindukan kamu,,,


__ADS_3

"Devan dengarkan aku,, ini semua ada penjelasannya Devan," teriak Jessica lagi.


Sayangnya Devan tidak perduli sama sekali,, Devan segera naik ke dalam mobil dan segera pulang ke rumah,, saat Devan sampai di rumah mobil Jessica juga tak lama ikut sampai di rumah, Jessica segera menyusul Devan yang lebih dulu masuk ke dalam kamar.


"Devan,, tolong dengarkan aku," ucap Jessica yang masih mencoba bernegosiasi dengan Devan, Jessica rasa ini tidak adil sebab tidak semua permalasahan murni dari dirinya.


"Apa lagi yang harus aku dengar Jessica, tentang mu dan Alex yang pernah selingkuh di belakang ku? bermain gila di belakang ku? kamu, aku dan dia adalah sahabat pada awalnya tapi kalian benar-benar tega menusuk aku dari belakang yang tidak tau apa-apa tanpa rasa malu sedikit pun," ucap Devan.


"Baik aku memang bersalah,, lalu bagaimana dengan mu yang bermain dengan wanita lain di belakang ku sampai wanita itu hamil,, kamu menikahinya juga dan bahkan hidup satu atap denganku di rumah ini, selama dia ada disini kamu seakan bersikap dingin padanya, tak mengenal dan tidak ingin kenal padanya, tapi ternyata apa Devan? dia juga istrimu," teriak Jessica sambil mencengkram erat kerah kemeja Devan.


"Aku dan dia terjadi tanpa disengaja,, semuanya terjadi begitu saja karena pengaruh obat,, jangan samakan masalah mu dengan masalahku karena itu jelas-jelas berbeda,, kamu selingkuh di belakang ku sewaktu pacaran padahal aku sangat setia padamu," ucap Devan yang tentu tidak mau kalah karena mengingat apa yang terjadi antara dirinya dan Nayla memang bukan sesuatu yang disengaja,, Devan pun baru kenal dekat dengan Nayla setelah kejadian malam itu karena rasa tanggung jawab nya setelah memperkosa wanita itu,, tapi Jessica malah selingkuh diam-diam secara sadar.


"Sama Devan,, aku pun begitu, kamu hanya perduli dengan pendidikan mu saja, aku di abaikan,, di hari ulang tahun ku pun jangankan mengharapkan sebuah hadiah kecil dari mu, ucapan pun tidak ada sama sekali,, kamu terlalu sibuk dan menomor duakan aku," ucap Jessica.


"Lalu siapa yang menurutmu baik? Alex?" ucap Devan.


Jessica langsung terdiam tanpa menjawab pertanyaan Devan yang seakan membuat dirinya terjebak.


"Aku benci ini semua Jessica, awalnya aku sudah menerima semua ini, tapi kenapa harus Alex? sahabat ku, dan kalian pacaran diam-diam di belakang ku,, dimana hati kalian? aku seperti orang bodoh saja dihadapan kalian,," ucap Devan.


Devan telah lelah terus berdebat,, seketika itu pergi untuk menghindari pertengkaran yang tak tertahan lagi ingin membuat kepalanya seakan mau pecah.


Pikiran Devan seakan terbelah menjadi dua, dia sudah pusing karena sangat merindukan Nayla tapi tidak bisa bertemu dengan istrinya itu,, dan begitu sampai di rumah sakit dia malah harus menerima kekecewaan karena ulah Alex dan Jessica di belakangnya.


Devan sudah menerima segala sesuatunya sejak dulu, tapi begitu tau segala kenyataan itu,, semuanya seakan sangat pahit dan sulit untuk menerima,, dikhianati oleh sahabat sendiri.


##########

__ADS_1


"Nayla," ucap Devan di depan pintu ruangan Bima Putra,, baru saja Devan habis menemui Bima Putra kini dia kembali lagi,, tanpa rasa lelah Devan akan terus menanyakan keadaan dan keberadaan Nayla.


Entahlah Devan benar-benar bingung dengan dirinya sendiri tidak bertemu Nayla dirinya begitu tersiksa.


Bahkan Devan saat ini masuk lagi-lagi tanpa izin, membuka pintu dengan tidak sabaran,,, mencari Ayahnya yang saat ini tengah menatap dirinya. Devan segera masuk menghampiri Bima Putra dengan wajah lelahnya.


"Pa,, dimana istriku?" tanya Devan.


Bima Putra seakan tidak perduli dengan pertanyaan Devan, Bima Putra hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan Devan.


"Pa," ucap Devan dengan putus asa mengapa sungguh sulit untuk menemui istrinya sendiri.


"Devan hanya ingin melihat keadaannya,," ucap Devan lagi.


"Dia baik Devan bahkan sangat baik,, kemarin hari dia sudah cek kandungan nya dan hasilnya baik, sangat baik sampai-sampai tidak ada yang perlu kamu khawatirkan, dan pewaris ku adalah seorang laki-laki,," ucap Bima Putra sambil tersenyum melihat ekspresi wajah Devan.


"Laki-laki?" ucap Devan yang benar-benar ketinggalan berita tersebut,, bukankah dia seharusnya orang pertama yang mengetahui jenis kelamin anaknya.


Wajah Bima Putra tidak bisa bohong saat ini dia begitu bahagia dan sangat bersemangat untuk bekerja, sejak dirinya mengetahui jenis kelamin cucunya adalah seorang laki-laki.


"Pa,, aku ingin bertemu dengan Nayla," ucap Devan lagi yang semakin merindukan Nayla,, Devan ingin sekali melihat wajah Nayla.


"Untuk apa Devan? bertanya padanya? dia baik-baik saja Devan tanpa ada yang perlu kamu khawatirkan, bahkan Nayla semakin bahagia jika kamu tidak ada, jangan ganggu dia," ucap Bima Putra.


Apa yang harus Devan lakukan saat ini, sulit sekali mencari jalan agar bisa bertemu dengan istri mudanya itu. Sedangkan Bima Putra tersenyum sinis begitu melihat ekspresi wajah redup dari putranya itu.


"Pa, orang tua di luar sana lebih memikirkan anaknya dulu dibandingkan orang lain, tapi kenapa Papa lebih memikirkan orang lain daripada anak Papa sendiri?" ucap Devan.

__ADS_1


"Dia bukan orang lain, dia menantu Papa,, dan di dalam rahimnya ada cucu ku," ucap Bima Putra penuh kemarahan.


"Bukan begitu maksud aku, Pa. Dia istriku dan juga mengandung anakku,,, dan aku anak Papa harusnya Papa ada dipihak aku," ucap Devan lagi.


Bima Putra tidak tersentuh sama sekali dengan ucapan Devan,, malahan Bima Putra membuang pandangannya dengan mengejek.


"Pa.." ucap Devan.


"Devan apa perasaan mu saat kakakmu diperlakukan tidak adil? sakit? sama dia juga wanita, Nayla itu wanita juga Devan, jangan suka menyakiti wanita, kalau bukan karena wanita kamu tidak akan lahir di dunia ini," ucap Bima Putra dengan tegas.


Devan membuang tubuhnya pada sofa,, rasanya sangat sulit sekali hanya untuk mendapatkan informasi mengenai istri keduanya.


"Pa, aku benar-benar sudah tidak tahan lagi menahan untuk tidak bertemu Nayla, aku benar-benar merindukan Nayla Pa, aku bisa gila kalau tidak bertemu dia," ucap Devan sambil mengacak rambutnya frustasi.


"Baiklah, aku akan memberikan kamu alamatnya, tapi kalau dia tidak mengizinkan kamu masuk ke rumahnya maka kamu tidak boleh masuk, jangan pernah mengancam dia akan mengambil anak nya,, coba saja kamu ancam dia, Papa bisa pastikan kamu tidak akan bertemu dia lagi,," ucap Bima Putra.


#########


Devan saat ini berdiri di depan rumah mewah sesuai dengan alamat yang diberikan oleh Bima Putra. Dengan langkah kaki cepat Devan segera menaiki anak tangga, kemudian berdiri di depan pintu utama yang masih tertutup.


Tangannya bergerak menekan bel, pintu terbuka dan Nayla sendiri yang membuka pintu.


Devan langsung menatap tubuh Nayla dari ujung kaki hingga ujung rambut, tubuh Nayla kini lebih berisi dan juga perut yang sudah membuncit, Nayla benar-benar semakin cantik dan menggemaskan.


"Mas rindu," ucap Devan sambil ingin memeluk wanita yang sangat dirindukannya tapi di tolak mentah-mentah.


Terpaksa Devan mundur karena Nayla sangat acuh padanya. Devan benar-benar tidak menyangka sekarang Nayla begitu dingin padanya, apakah perilakunya sangat buruk sehingga bisa terjadi seperti ini.

__ADS_1


"Nayla,, Mas sangat merindukan kamu," ucap Devan.


Nayla menutup pintu rumah.


__ADS_2