Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Godaan Zaskia!


__ADS_3

Selesai membantu Arni memasak, Reyna pun bersiap-siap untuk berangkat bekerja seperti biasanya dirinya harus merawat Felix, bocah imut hasil dari kerjasama antara Nayla dan Devan, bocah lucu itu kini sudah semakin pintar saja semakin banyak kosa kata yang keluar dari mulutnya, belum lagi kelakuannya yang menggemaskan membuat Reyna semakin menyayanginya.


"Kamu berangkat nggak naik mobil baru kamu?" tanya Arni saat melihat Reyna memesan sebuah taksi online.


"Nggak Ma, soalnya aku belum memperpanjang SIM, takutnya ada tilang," jawab Reyna.


"Ya sudah hati-hati, langsung pulang kalau udah jam pulang, Mama di rumah sendiri," ucap Arni lagi.


"Aku berangkat ya Ma, sebelum maghrib nanti udah pulang," pamit Reyna.


Betapa indahnya dunia terasa bila Nanda tiada, wajah Reyna bersinar dengan terangnya, andai saja Nanda pergi dan tak usah kembali pastinya akan lebih membahagiakan lagi, bagaimana bisa kini Nanda meminta dirinya, bisa tidak Nanda berpikir jernih dan tenang, mereka belum lama kenal, belum memiliki kedekatan juga.


Hadehhh...


Pusing seribu kali keliling.

__ADS_1


( Reyna ke rumah sakit aja langsung, Felix hari ini imunisasi dan aku mual banget, aku nggak kuat juga gendong Felix berlama-lama, jadi tolong ke rumah sakit, bantu aku )


Begitulah isi pesan yang dikirimkan oleh Nayla sekaligus majikannya, walaupun Nayla lebih menganggap mereka adalah sahabat.


Apalagi Felix sudah terbiasa sejak kecil di asuh Reyna sehingga bocah itu seringkali memanggil Mama pada Reyna juga, dengan segera dirinya meminta sang sopir taksi memutar arah menuju rumah sakit, sampai di rumah sakit Reyna langsung menuju ruangan Devan sesuai dengan perintah Nayla yang menunggunya di sana.


Tapi ruangan Devan setelah ruangan Alex, hingga tiba-tiba langkah kakinya terhenti saat melewati ruangan Alex.


Rasa penasaran meronta-ronta dan dirinya mundur dua langkah, pintu yang tidak sepenuhnya tertutup rapat meninggalkan celah sehingga bisa mengintip.


Ada Alex di dalam sana, begitulah mata Reyna melihatnya, tapi ada juga Zaskia perempuan gatal yang terus saja mencari perhatian Alex.


"Dok, ini saya buatkan kopi," Zaskia meletakkan di atas meja.


"Kopinya pakai susu loh, Dok, tapi kalau susunya kurang bisa ditambah lagi," kata Zaskia dengan centilnya.

__ADS_1


Alex sama sekali tidak peduli, dirinya hanya diam sambil bersandar pada kursinya menunggu jam kerja tiba.


Siapa sangka Zaskia berjalan mendekati Alex dan dengan beraninya mengusap pundak Alex.


Siapa yang dapat menolak ini pikir Zaskia, semua lelaki di dunia ini tak akan mampu menolak bila ditawarkan kehangatan ranjang.


Zaskia berharap Alex meresponnya, lagi pula Zaskia ingin hidup lebih baik kedepannya dan Alex adalah batu loncatan yang bisa digunakan sebagai alat, bayangkan saja Alex adalah seorang Dokter yang sukses dan juga anak seorang pengusaha sukses, harga diri keluarganya di kampung akan sangat terangkat jika dirinya bisa menjadi Nyonya Alex.


Wah sedikit lagi akan tiba.


"Dok, jadi duda itu sudah pasti yah semua sendiri, makan sendiri, mandi sendiri, tidur sendiri, apa dokter tidak kesepian?" ucap Zaskia.


Alex menatap Zaskia dengan wajah datarnya, entah apa yang dipikirkan oleh pria itu saat ini.


Sedangkan Zaskia tersenyum melihat Alex mungkin meresponnya, tangannya berpindah mengusap dada Alex.

__ADS_1


"Kalau Dokter mau aku bisa..." Zaskia tersenyum manis memberikan kode.


Alex menarik Zaskia untuk duduk di atas pangkuannya.


__ADS_2