Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Semoga saja!


__ADS_3

"Apa syaratnya?" tanya Nayla.


"Tapi itu bukan urusan kita, ini masalah pribadi dan pekerjaan tidak boleh dicampur adukan," ucap Devan.


Nayla melipat kedua tangannya di dada kembali pada mode menjengkelkan seperti sebelumnya.


"Atau jangan-jangan Mas juga suka sama Zaskia?" tebak Nayla.


Devan mengacak rambut istrinya dengan gemas, istrinya itu selalu mengomel tanpa mengenal lelah.


"Jawab apa Mas suka sama dia?" tanya Nayla.


"Mas suka sama ini," Devan menunjuk dua benda kenyal Nayla.


Plak! Nayla memukul tangan Devan karena memang sudah sangat kesal.


"Mas ini yah?" pinta Devan.


"Iya tapi pecat Zaskia," ucap Nayla.


"Gampang asal service mantap," Devan mencolek dagu Nayla dengan senyum nakalnya.


"Dasar mesum," ucap Nayla.

__ADS_1


"Biarin abis enak," Devan memilih menelungsupkan wajahnya pada tengkuk Nayla.


###########


"Apa-apaan ini? bukannya aku itu seharusnya masih bisa bekerja di sini sebagai perawat seperti sebelumnya?" ucap Zaskia.


Zaskia tak menyangka kini dirinya dikeluarkan dan ini sudah pasti karena Reyna yang berteman baik dengan Nayla.


Sudah pasti dengan mudah membujuk Nayla agar meminta Devan memencet dirinya.


"Reyna kamu itu benar-benar!" Zaskia pun mengepalkan tangannya membayangkan wajah Reyna dengan berapi-api.


Bukannya hanya dipecat menjadi asisten, tetapi dari rumah sakit juga, dalam sekejap kini dirinya kehilangan pekerjaan dengan mudahnya, pupus sudah impian menjadi wanita kaya raya dengan memiliki suami yang berasal dari keluarga berada.


Habis sampai di akar-akarnya, hilang seketika.


Belum juga setengah jalan tapi digagalkan oleh Reyna dengan mudahnya.


Ingat tadi seperti apa Alex menegaskan bahwa dirinya dipecat, itu pun Reyna melihat mendengar lalu menertawakan dirinya dengan bahagianya.


Ini tidak boleh dibiarkan tidak mungkin hanya diam saat dipermalukan.


Zaskia pun segera pergi meninggalkan rumah sakit walaupun masih terbilang cukup pagi.

__ADS_1


#########


Sedangkan Reyna yang sudah sampai di rumah masih sangat kesal pada Zaskia, andai saja tak dihalangi oleh Nayla mungkin dirinya sudah mematahkan leher wanita gila tersebut.


"Sudahlah daripada aku pusing memikirkan wanita gila itu, lebih baik aku berendam seharusnya aku sedang santai menikmati betapa indahnya saat Nanda pergi, jadi lebih baik saat ini aku menikmatinya," ucap Reyna.


Reyna melepaskan pakaiannya dan melempar dengan asal, segera berjalan menuju kamar mandi dan merendam diri.


"Ini jauh lebih baik," ucap Reyna.


Di seberang sana Nanda baru saja selesai rapat, dirinya kembali membuka ponselnya dan melihat rekaman CCTV.


"Sial! kenapa aku tak memasang CCTV di kamar mandi?" Nanda benar-benar merutuki kebodohannya sendiri.


"Kalau pasang CCTV nya di kamar mandi nanti kelihatan kalau lagi BAB bos," ucap Hanif menimpali.


"Siapa yang menyuruhmu berkomentar? keluar dari kamar ini aku butuh istirahat!" ucap Nanda.


Aduh!


Hanif pun segera keluar, mungkin lebih baik menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai daripada terus menjadi sasaran kemarahan atasannya itu yang sedang merindukan istrinya, sedangkan Nanda masih saja berpikir keras betapa menyesalnya tidak memasang CCTV di kamar mandi, andai saja dirinya memasang di kamar mandi juga tentulah saat ini bisa melihat apa yang dilakukan oleh Reyna di dalam sana.


"Ya ampun kenapa dia lama sekali di dalam sana? semoga saja dia keluar tanpa menggunakan handuk," ucap Nanda.

__ADS_1


__ADS_2