
Belum sempat Jessica menjawab,, suara Reyna sudah terdengar lebih dulu.
"Dokter saya sedang sakit dan Nayla tadi mencari makan sendiri sampai sekarang dia belum pulang juga, saya khawatir dokter," ucap Reyna cepat tanpa tau siapa orang yang mengangkat panggilan telepon nya.
Beberapa hari ini Devan tidak bisa dihubungi, sehingga Reyna benar-benar kebingungan,, dan begitu panggilan terhubung Reyna langsung saja berucap dengan tidak sabar.
"Nayla," ucap Jessica.
Seketika itu tiba-tiba ponsel Devan mati karena kehabisan baterai.
"Kenapa dia tadi menyebut nama Nayla? apa hubungannya Devan dan juga Nayla?" ucap Jessica bertanya-tanya.
Jessica segera mengambil ponselnya lalu menghubungi Dokter Alex.
"Halo Dokter," ucap Jessica begitu panggilan terhubung.
"Iya Ibu Jessica,, apa ada yang bisa dibantu?" tanya Dokter Alex dari seberang sana.
"Apa anda menghubungi suami saya dan meminta dia untuk segera ke rumah sakit?" tanya Jessica dengan perasaan was-was.
"Tidak,, beberapa hari yang lalu Dokter Devan sudah menghubungi saya dan memberitahukan bahwa dirinya sedang berlibur bersama dengan anda,, sehingga semua pekerjaan saya yang urus untuk sementara waktu sampai dia kembali,," jawab Dokter Alex yang sejujur-jujurnya.
"Barusan tidak menghubungi suami saya?" tanya Jessica ulang agar dirinya tidak mengambil keputusan yang salah,, atau menuduh macam-macam.
"Tidak sama sekali,," jawab Dokter Alex dengan jelas.
Bip...
Jessica langsung memutuskan panggilan sepihak sambil berpikir mengapa nama Nayla barusan disebutkan oleh perawat itu. Mengapa juga perawat tadi melaporkan mengenai Nayla pada Devan,, sangat membuat tanda tanya besar untuk Jessica.
"Jessica kenapa kamu tidak masuk?" tanya Ana yang langsung membuyarkan lamunan Jessica.
"Ma, Jessica mau keluar sebentar yah," pamit Jessica sambil berjalan dengan tergesa-gesa menuju garasi.
Ana dengan segera menyusul Jessica dengan langkah kaki secepat mungkin.
"Jessica,, kamu mau kemana lagi, kamu baru saja sampai kan?" ucap Ana.
Jessica langsung masuk ke dalam mobil dan menyalakan mobil secepat mungkin.
__ADS_1
"Ma,, Jessica harus cepat ngejar Devan,, Ma," ucap Jessica.
"Devan?" ucap Ana yang terlihat bingung namun hatinya mulai terasa tidak tenang,, merasa ada yang tidak beres.
"Mama ikut," ucap Ana,, dengan cepat Ana masuk ke dalam mobil duduk di samping Jessica.
Sedetik kemudian Jessica sudah menginjak gas hingga mobil langsung melaju dengan kencangnya.
"Jessica jangan ngebut-ngebut,," ucap Ana yang merasa sangat takut.
Jessica tidak perduli saat ini Jessica harus mengejar mobil Devan yang baru saja pergi mengikuti arah yang sama dan berharap dirinya bisa menyusul Devan.
"Jessica,, ada apa sebenarnya ini?" ucap Ana sambil berpegang sekencang-kencangnya.
"Jessica tidak akan bisa tenang sebelum Jessica bertemu dengan Devan,, Ma," ucap Jessica yang terus mengemudi dengan kecepatan tinggi.
"Itu mobil Devan kan?" ucap Ana begitu melihat mobil Devan terparkir di halaman rumah dengan pintu pagar yang belum tertutup.
Ccittt..
Jessica langsung rem mendadak hingga Ana sampai terhuyung ke depan.
"Jessica,," Ana benar-benar terkejut tapi untung tidak ada yang terbentur diantara mereka berdua.
"Hah rumah sakit?" ucap Ana lagi yang sampai saat ini benar-benar masih bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya,, Ana benar-benar masih sangat penasaran.
Jessica segera turun dari mobilnya dan juga Ana ikut turun.
Tubuh ringkih Jessica masih berusaha tegar,, perlahan Jessica memegang gagang pintu,, mereka masuk tanpa seizin yang punya rumah.
Pikiran Jessica saat ini benar-benar sangat kacau,,, Jessica butuh alasan mengapa mobil Devan bisa parkir di halaman rumah ini,, padahal tadi pamitnya ke rumah sakit,, tadi juga Devan terlihat sangat terburu-buru,, tapi malah mobilnya parkir di halaman rumah ini.
Samar-samar Jessica mendengar suara seorang wanita,, dan itu suara dari Nayla.
Semakin dekat maka semakin terdengar dengan jelas,, bahkan ada suara seorang pria juga yaitu suara suaminya,, suara Devan.
Jessica sangat yakin itu suara Devan.
Apa yang dilakukan suaminya disana, dia semakin berjalan ke arah kamar yang pintunya masih terbuka itu.
__ADS_1
Jessica berdiri mematung disana menatap suaminya sedang bersama dengan wanita lain.
Bahkan wanita itu sangat dikenalinya, wanita itu Nayla seorang pengasuh anak dari kakak iparnya sendiri. Tanpa sadar Jessica langsung menitikkan air matanya ternyata alasan perubahan Devan selama ini adalah Nayla. Yang selalu membuat Devan pergi mendadak dan yang membuat pikiran Devan seperti berada di tempat lain adalah Nayla,, bukan pasien seperti yang selalu dijadikan alasan Devan selama ini.
Flashback on...
Beberapa hari yang lalu Jessica mencoba lebih perhatian pada Devan, menyiapkan air hangat hingga memasakkan makanan kesukaan Devan hingga mereka berdua bisa makan bersama.
Tapi sayangnya dari pukul 18 : 15 sampai pukul 00 : 00 Devan belum juga pulang,, sudah berulang kali Jessica memanaskan masakannya tapi Devan belum juga pulang,, lalu akhirnya Devan pulang ketika Jessica sudah ketiduran di ruang tamu karena menunggu Devan.
"Jessica bangun,," ucap Devan yang membangunkannya.
Mata Jessica pun terbuka,, sekalipun Jessica kecewa tapi dia harus tetap tersenyum.
"Kamu udah pulang,," ucap Jessica secepat mungkin bangun dari tidurnya lalu memeluk Devan.
Tapi tunggu Jessica merasa suaminya memiliki aroma lain. Aroma parfum seorang wanita dengan wangi yang sangat harum.
"Sayang,, ini wangi?" ucap Jessica sambil kembali mencium bau kemeja Devan dengan penuh tanya.
"Tadi aku menolong orang dijalan,, dan memang wangi parfumnya sangat tajam sehingga ikut lengket di kemeja ku," ucap Devan memberikan alasan.
Jessica pun mengangguk lemah,, sekalipun merasa bisa dibodohi oleh Devan tidak apa-apa.
"Ayo kita makan aku masak sendiri untuk kamu," ucap Jessica lagi.
"Aku sudah kenyang,, kita tidur aja yah," ucap Devan sambil merangkul pundak Jessica untuk masuk ke dalam kamar.
Jessica pun mengangguk pasrah, Devan mengatakan sudah kenyang sedangkan dirinya sengaja menahan lapar agar bisa makan bersama dengan Devan.
Tangan Jessica yang menggantung hanya bisa terkepal,, ada air mata yang harus ditahan dengan perasaan was-was.
Flashback off
"Mas minta maaf,, Mas janji padamu dalam beberapa hari ini waktu Mas akan lebih banyak bersamamu,, untuk membayar beberapa hari ini,, maafkan Mas yah," ucap Devan.
Tanpa sengaja mata Nayla menatap ke arah pintu dan melihat ada Jessica bersama dengan Ana sedang berdiri di depan pintu.
"Nyonya Jessica," ucap Nayla sambil berdiri dengan terkejut begitu melihat Jessica.
__ADS_1
Seketika Devan pun tersadar dengan segera Devan menatap arah pandang istri keduanya itu.
Jessica saat ini tengah berdiri di ambang pintu,, meresapi keterkejutannya bahkan berharap bahwa itu hanyalah sebuah mimpi.