Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Tak ingin memiliki banyak Ayah.


__ADS_3

"Menikah itu apa ya, Tante?" Tanya Cahaya yang baru saja masuk ke dalam kamar Jessica.


Cahaya ingin menunjukkan gaun indah rancangan Inggit khusus untuk hari ini, tentu saja Cahaya sangat bahagia.


"Aya, cantik sekali," Nayla berjongkok dan memegang pundak Cahaya, memandangi gaun indah Cahaya dengan memuji.


"Menikah itu apa ya Tante?" Tanya Cahaya lagi.


"Menikah itu, untuk orang dewasa. Aya mau punya Daddy?" Tanya Rima.


Cahaya terdiam dan bingung, bocah berusia lima tahun itu tampaknya masih kebingungan,


"Aya, kan udah punya Daddy, Tante," wajah polos Cahaya masih kebingungan, mungkin penjelasan yang diberikan oleh Rima belum bisa membuatnya paham.


Rima pun ikut berjongkok, sedangkan Nayla berdiri.


"Aya, memang udah punya Daddy, tapi Aya juga akan punya Daddy lagi. Aya, bakalan punya dua Daddy," jelas Rima.


"Kok dua? Aya nggak mau, Aya maunya satu aja. Aya udah punya Daddy," rengek Cahaya dengan polosnya.


Rima tidak tahu bagaimana caranya menenangkan Cahaya.


"Apa aku salah menjelaskan ya," Rima menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Mom, Aya nggak mau punya Daddy lagi. Aya udah punya Dad," Cahaya melipat kedua tangannya di dada, membuang pandangannya ke arah lainya.


Kesal rasanya saat mengetahui bahwa dirinya akan memiliki seorang Ayah lagi.


"Aya, nggak gitu juga Nak," kata Jessica sambil mengusap wajah Cahaya,


"Temen-temen cuman punya satu Daddy, kok Aya banyak? Aya nggak mau!" Cahaya mengerucutkan bibirnya kesal pada Jessica.


"Hey, kenapa semuanya masih di sini?"


Inggit mendatangi kamar Jessica, awalnya hanya ingin menjemput Jessica saja.


Namun, siapa sangka ternyata yang lainya juga berada di sana.


Semua beralih menatap Inggit yang kini berdiri di depan pintu kamar yang terbuka.


"Aya, nggak mau punya banyak Daddy! Daddy, Aya, cuman satu!" Seru Cahaya.


"Aya, bicara apa? Kalau Mom menikah Aya, bakalan punya Daddy, bisa bobo di tengah," jelas Inggit dengan suara lembutnya.

__ADS_1


"Nggak mau," Cahaya menangis tersedu- sedu, baginya Ayah satu-satunya adalah Alex.


Lagi pula menurutnya posisi Ayah hanya di tempati satu orang saja.


"Mom, kita sama Daddy aja ya. Nggak usah nambah Daddy lagi," pinta Cahaya lagi.


Jessica mengusap air mata Cahaya, kebahagiaan Cahaya adalah kebahagiaan baginya. Begitu juga sebaliknya.


Jika memang Cahaya tidak ingin dirinya menikah lagi tentu Jessica pun tidak akan menikah lagi.


"Daddy!" Seru Cahaya saat melihat Alex berdiri di belakang tubuh Inggit.


Dengan cepat Cahaya berlari memeluk Alex, begitu juga dengan Alex yang langsung menggendong Cahaya.


"Daddy, Mom, mau menikah dengan Om itu," Cahaya menunjuk Aditya.


"Aya, nggak mau punya Daddy banyak-banyak," ujar Cahaya lagi dengan polosnya.


"Cahaya, turun! Pernikahan Mom dan Om Aditya akan segera di mulai. Lagi pula sudah banyak tamu yang menunggu," ujar Inggit.


"Ma, Aya masih kecil. Berbicara dengan anak-anak itu harus lembut," ujar Jessica.


Inggit membuang pandangannya, apapun yang terjadi pernikahan Jessica dan Aditya harus tetap di langsungkan.


"Sudahlah, ayo kita semua ke depan. Semua sudah menunggu kalian, acaranya juga mau di mulai," Inggit memegang lengan Jessica.


"Tan, bukannya Jessica masih istrinya Dokter Alex?" Tanya Rima.


Inggit urung menarik lengan Jessica, beralih menatap Rima penuh tanya.


"Maksud kamu apa?" Tanya Inggit dengan berapi-api.


"Jessica dan Dokter Alex belum bercerai, memangnya boleh menikah lagi?" Tanya Rima dengan hati-hati.


"Belum bercerai?" Tanya Aditya.


"Bukan begitu, ini pasti ada kesalahan," Inggit panik dan tentunya takut jika Aditya membatalkan pernikahan tersebut.


"Memang mereka belum bercerai Tante," Rima kembali bersuara.


"Tidak boleh seorang wanita memiliki dua suami," kali ini Devan yang bersuara.


Suara berat dan dingin itu terdengar hingga membuat Inggit tidak mampu berkata-kata.

__ADS_1


"Kau punya pilihan Jessica, silahkan menikah lagi tetapi, aku akan membawa Cahaya" papar Alex.


Degh!!!


Jantung Jessica berdetak kencang, menggeleng secepat mungkin.


Tidak akan rela Alex membawa Cahaya.


"Mom, jahat! Aya, mau ikut Daddy aja!" Teriak Cahaya sambil memeluk leher Alex.


"Aya, nggak sayang sama Mom?" Tanya Jessica panik.


"Mom, jahat!" Seru Cahaya tidak ingin melihat Jessica.


"Maaf Ma, aku tidak bisa menikah dengan Aditya," kata Jessica dengan lantang.


Inggit menggeleng dan merasa jantungnya berdegup kencang.


"Kamu mau mempermalukan Mama?"


"Jessica, masih istri ku Ma," kata Alex.


"Tidak Kalian sudah bercerai!" Tegas Inggit.


"Kami tidak pernah bercerai! Pilihan ada di tangan mu Jessica, jika kamu ingin menikah dengan Aditya silahkan, tetapi, mulai detik ini Cahaya bersama ku dan jangan temui dia lagi!" Kata Alex.


"Tidak, Jessica! Kamu harus menikah dengan Aditya atau kamu tidak perlu menemui Mama lagi!" Kali ini Inggit yang mengeluarkan kalimat ancaman.


Sungguh Inggit tidak rela jika Jessica harus bersatu dengan Alex.


"Silahkan! Jangan lagi temui Cahaya," Alex membawa Cahaya pergi.


Dengan cepat Jessica mengejarnya, walaupun Inggit berusaha menghentikan langkah kaki Jessica tetap saja berusaha mengejar Alex yang membawa Cahaya.


"Alex, jangan bawa Cahaya," pinta Jessica.


"Jessica! Kamu tidak boleh kembali pada pria gila itu!" Seru Inggit.


"Maaf Ma, tapi Jessica masih istri ku," kata Alex.


"Nggak! Ceraikan anak ku! Dia akan menikah dengan pria yang lebih baik dari mu!"


"Silahkan! Pilihan ada pada mu! Kamu memilih pria itu atau anak mu," kata Alex.

__ADS_1


Cahaya terus memeluk leher Alex, memilih ikut Alex tak ingin memiliki banyak Ayah.


__ADS_2