Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Perasaan bimbang yang luar biasa,,,


__ADS_3

Berhari-hari Devan tidak pulang ke rumah, saat ini Jessica mondar-mandir di dalam kamarnya menunggu kepulangan Devan,, yang entah kapan dia akan pulang ke rumah. Cukup sudah Jessica bersabar selama ini,, hingga tiba-tiba pintu kamarnya terbuka terlihat Devan yang masuk ke dalam kamar.


"Sudah cukup aku bersabar selama ini dengan janjimu Devan,, kamu bilang akan menceraikan Nayla,, tapi apa sampai sekarang kamu belum juga menceraikan Nayla, anak itu sudah lahir lalu apalagi yang kamu tunggu? sebentar lagi masa nifas Nayla juga sudah berakhir," ucap Jessica yang sudah sangat kesal.


Baru saja Devan sampai ke rumah,, tapi saat ini Jessica sudah menyambutnya dengan pertengkaran.


"Kapan Devan? kamu kapan akan membuktikan janjimu itu? tanya Jessica dengan marah.


Devan langsung melempar tubuhnya ke atas ranjang,, mungkin dengan berbaring di sana bisa membuat perasaannya sedikit lebih baik.


"Devan ayo jawab aku, sampai saat ini kamu bukan menceraikan Nayla,, tapi kamu malah semakin jarang pulang! lalu bagaimana dengan aku Devan?" ucap Jessica.


"Aku tidak tahu Jessica,, wajah Felix anakku terlalu membuat aku bingung," ucap Devan.


"Maksud kamu apa Devan? jangan bilang kamu ragu untuk menceraikan Nayla?" tanya Jessica yang semakin marah.


Jessica jalan mendekati Devan, Jessica ingin mendengar segalanya dari bibir Devan. Devan pun segera mendudukkan tubuhnya dan menatap wajah Jessica dengan ekspresi wajah serius.


"Bagaimana caranya aku menceraikan Nayla? lalu bagaimana dengan Felix? dia sudah sangat menderita ketika masih di dalam kandungan Nayla,, aku benar-benar tidak tega,, tolong mengerti Jessica," ucap Devan.


Jessica mengangguk mengerti yang artinya Devan masih ingin memperistri Nayla dengan alasan anak mereka.


"Lalu bagaimana dengan perjanjian awal kalian Devan?" Tanya Jessica.


"Apa kamu tidak kasihan pada Felix?" tanya Devan balik.


"Baiklah jangan pernah cari aku lagi Devan," ucap Jessica sambil menyambar tasnya dan segera keluar dari dalam kamar.


"Jessica,, kamu mau ke mana?" tanya Devan dengan panik begitu melihat Jessica pergi bahkan tanpa meminta izinnya, dengan cepat Devan mengejar Jessica yang sudah berada di halaman rumah.


"Kamu mau ke mana Jessica?" tanya Devan sambil menghentikan langkah Jessica.


"Aku mau pergi dan tolong jangan cari aku lagi," ucap Jessica sambil menghempaskan tangan Devan yang lagi memegang tangannya.

__ADS_1


"Jessica tunggu dulu," ucap Devan.


Jessica berhenti sejenak air mata Jessica sudah mengalir dengan deras,, Devan tidak menepati janjinya bahkan keluarga Devan pun terlihat sangat dekat pada Nayla dan juga Felix. Saat ini Jessica merasa sangat asing di keluarga Devan,, seakan dialah yang menjadi benalu,, dia sudah tidak diperdulikan lagi. Entah itu nyata atau hanya pikiran negatif saja karena dia sedang mengandung saat ini. Tapi satu hal yang harus Devan tahu bahwa Jessica sudah tidak sanggup lagi untuk berbagi suami dengan wanita lain.


"Sudahlah Devan, aku sudah sangat lelah dengan semua ini! tolong biarkan aku pergi," ucap Jessica.


"Jessica tunggu dulu kamu jangan main asal pergi-pergi saja,, kamu sedang hamil sekarang bagaimana kalau itu membahayakan anak kita?" ucap Devan.


"Aku sudah tidak perduli Devan,, mungkin aku akan membawa dirinya ikut mati bersamaku,, aku sudah tidak sanggup lagi jika terus begini,, kesabaran ku sudah habis dan kamu bohong padaku, kamu tidak mau menepati janji mu karena alasan anak, entahlah itu hanya alasan anak saja atau memang kamu sudah jatuh cinta pada Ibu dari anakmu," ucap Jessica lalu segera mencari jalan lain untuk segera pergi dari rumah Devan,, namun lagi-lagi Devan menahan Jessica agar tidak pergi.


"Devan aku mohon biarkan aku pergi!" ucap Jessica.


"Masuk!" pinta Devan.


Devan menarik tangan Jessica untuk segera masuk kembali ke dalam rumah dan Jessica hanya menurut saja,, setelah ini kemungkinan besar Devan akan menceraikan Nayla.


"Istirahat di kamar dan jangan pernah pergi tanpa seizin dari aku," ucap Devan.


"Sssttttttt...."


Jessica langsung memegang perutnya rasanya sangat sakit hingga tidak tertahankan, Jessica segera menuju pintu untuk meminta pertolongan Devan.


"Devan," teriak Jessica sambil menggedor-gedor pintu,, Jessica berharap Devan belum terlalu jauh dari kamar.


Devan berada di dapur dan segera kembali ke kamar,, setelah mengambilkan buah-buahan segar untuk Jessica makan. Tapi Devan mendengar ada suara teriakan Jessica, secepat mungkin Devan membuka pintu kamar dan ternyata Jessica tengah duduk di lantai saat ini dengan kesakitan memegang perutnya. Devan langsung panik dan segera mengangkat tubuh Jessica naik ke atas ranjang.


"Devan, ini sakit sekali," ringis Jessica sambil memegang perutnya.


Segera Devan memeriksa keadaan Jessica dan langsung memberikan obat pada Jessica tapi Jessica menolak.


"Telan obat ini," ucap Devan.


"Nggak!" ucap Jessica.

__ADS_1


"Jessica kenapa kamu keras kepala?" ucap Devan yang terlihat putus asa begitu melihat penolakan Jessica.


"Aku mau kamu berjanji dulu untuk menceraikan Nayla dalam waktu dekat ini,, kalau kamu tidak mau berjanji maka aku tidak akan mau minum obat itu," ancam Jessica.


Devan saat ini benar-benar bingung harus berbuat apa, sambil melihat Jessica yang lagi menahan sakit.


"Iya aku akan menceraikan dia," ucap Devan,, yang entah benar atau tidak tapi untuk saat ini yang terpenting janin itu selamat dan juga tidak terjadi apa-apa pada Jessica. Apa jadinya jika Jessica pun ikut terancam karena kondisi kandungannya.


"Kamu janji?" tanya Jessica dengan tatapan mata penuh selidik.


"Asal kamu minum obat ini," ucap Devan.


Jessica kemudian meminum obat yang diberikan oleh Devan, hingga rasa sakitnya mulai berkurang sedikit demi sedikit dan akhirnya Jessica tertidur pulas.


Devan menatap Jessica yang terlihat lelah dan wajah yang sangat pucat, tampak Devan menimbang janji yang baru saja tadi dia ucapkan.


Tampaknya semua memang harus diakhiri karena tidak mungkin bisa adil jika memiliki dua istri, Devan segera menuju ke rumah Nayla.


#########


"Selamat malam," ucap Devan saat masuk ke dalam kamar.


Nayla yang saat ini tengah memakaikan baju untuk Felix beralih melihat ke arah Devan.


"Malam Ayah," ucap Nayla dengan spontan,, itu keluar sendiri dari bibirnya bahkan tanpa Nayla sadari juga.


Nayla terlalu bahagia melihat wajah Felix,, hingga tidak sadar bahwa ucapannya tadi itu membuat kepala Devan pusing bukan kepalang. Suara lembut Nayla yang memanggilnya Ayah,, membuat Devan kembali ragu,, ditambah lagi melihat wajah Felix anaknya dia semakin tidak tega.


"Ayah,, kok berdiri aja lihat nih Felix udah ganteng dan wangi juga," ucap Nayla sambil tersenyum menunjukkan wajah Felix pada Devan yang telah selesai dipakaikan baju dan memberikan sedikit wangi-wangian khas bayi.


Nayla memberikan Felix kepada Devan,, lalu segera masuk ke dalam kamar mandi sesaat kemudian Nayla keluar dari dalam kamar mandi,, melihat Felix masih berada dipelukan Devan lalu Nayla mengambilnya kembali.


Tiba-tiba Devan pergi dengan perasaan bimbang yang luar biasa dan tanpa mengutarakan kata talak.

__ADS_1


__ADS_2