Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Kamu aku ceraikan,,,


__ADS_3

Tidak ada kata talak yang keluar dari bibir Devan sampai hari nifas Nayla berakhir,, Devan belum juga menjatuhkan kata talak kepada Nayla. Jessica tidak lagi diam,, ini untuk pertama kalinya dia mendatangi rumah Nayla,, rumah pemberian mertuanya untuk Nayla. Nayla yang saat ini tengah berjemur dengan Felix begitu terkejut,, saat melihat Jessica masuk ke dalam rumah.


"Reyna bawa Felix masuk," ucap Nayla sambil memberikan Felix kepada Reyna.


Reyna pun mengikuti ucapan Nayla sambil melihat Jessica yang semakin berjalan ke depan mereka. Tapi ada yang berbeda dari Jessica,, Nayla melihat perut Jessica yang membuncit sedikit yang itu berarti Jessica tengah mengandung saat ini.


"Aku ingin bicara," ucap Jessica begitu berada dekat dengan Nayla.


Nayla pun mengangguk kemudian keduanya duduk di kursi teras rumah,, sejenak keduanya diam dalam hening hingga akhirnya Jessica pun yang memulai pembicaraan di antara mereka.


"Berapa uang yang kamu butuhkan untuk meninggalkan suami aku?" ucap Jessica ketus kepada Nayla.


Nayla tersenyum begitu mendengar pertanyaan dari Jessica yang cukup membuat dirinya sangat terkejut.


Uang?


Mungkinkah hanya uang dan harta yang menjadi pengukur kebahagiaan bagi orang kaya seperti mereka. Jika memang mereka merasa kebahagiaan bisa dibeli dengan uang maka tidak bagi orang miskin seperti Nayla ini. Tidak munafik hidup memang sangat membutuhkan uang dan segalanya butuh uang, tapi bukan berarti harga dirinya bisa ditukar dengan uang, seperti apa yang tengah disimpulkan oleh Jessica saat ini.


"Maaf Nyonya Jessica aku tidak pernah merebutnya darimu atau dari siapapun, tolong ingat baik-baik ini,, aku tidak pernah merebut dia!!!" tegas Nayla, mengulangi kata-katanya dan menekankan setiap kata-kata itu,, agar Jessica bisa mengerti jika dia tidak pernah berniat merebut Devan dari dia.


Jessica berdiri sambil tersenyum miring dengan kedua tangan melipat sambil melihat remeh pada Nayla, menurut Jessica saat ini Nayla terlihat sedang berusaha untuk tetap memiliki harga diri.


"Bukankah kamu sudah mendapatkan jatah bulanan? bahkan..." ucap Jessica sambil melihat kalung yang berada di leher Nayla,, "Itu juga suamiku yang membelikan bukan?" ucap Jessica sambil memandang remeh pada Nayla.


Keduanya langsung terdiam sejenak bahkan Nayla pun hanya diam tanpa kata, bagi Nayla apapun yang terjadi semua hanya akan menyalahkan dirinya saja,, padahal pada saat itu Nayla menjadi korban. Dia tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menggoda Devan, meskipun Nayla tinggal di rumah Devan, tapi dirinya tidak pernah bertegur sapa dengan Devan, Devan adalah pria yang sangat dingin,, Nayla tinggal di rumah Devan hanya fokus pada pekerjaannya saja.


Semua kesalahan seakan dilimpahkan pada dirinya, bukankah Devan sudah menjelaskan semuanya? lantas kenapa Jessica masih menganggap bahwa dirinya sebagai perusak rumah tangganya.


"Kenapa kamu jadi diam? apa yang aku katakan memang benar semua kan? yah anggap saja saat ini kamu menang dan berhasil menguasai suamiku, tapi ingat ini baik-baik itu tidak akan lama karena aku tahu kamu hanya jadi pelampiasan sesaat dan setelah itu dia akan kembali padaku lagi," ucap Jessica sambil tersenyum bangga karena melihat Nayla yang hanya diam saja.


"Terima kasih untuk semua hinaannya Nyonya Jessica,, jika anda sudah puas menghina saya maka silahkan anda pergi dari sini,, pulang saja sana," ucap Nayla.


"Oh,, jadi kamu sudah berani mengusir aku?" ucap Jessica kesal.

__ADS_1


Nayla ikut berdiri dan membuang pandangannya ke arah lain, Nayla tidak ingin berdebat dengan Jessica lebih lama karena itu hanya membuang-buang waktunya saja.


"Ini rumah suamiku, kamu hanya menumpang di rumah ini! aku tau Papa memang memberikan rumah ini padamu, tapi ap kau itu alasannya karena kamu menikah dengan suamiku,, kamu memang benar-benar sangat memalukan," ucap Jessica.


"Dengar yah Nyonya Jessica,, kalau suami anda itu tidak menghamili ku, aku juga tidak akan sudi menjadi istri dari pria yang tidak punya pendirian itu!" ucap Nayla dan langsung masuk ke dalam rumah,, Nayla tidak perduli sama sekali dengan Jessica yang masih berdiri di teras itu.


Nayla rasa percuma saja dia berbicara dengan Jessica,, sebab apapun yang diucapkan nya pasti hanya dianggap sampah saja oleh Jessica yang sudah terlanjur menganggap dirinya sebagai perebut suaminya. Padahal kalau dirinya tidak diperkosa pasti Nayla sudah bersama dengan pacarnya juga saat ini.


###########


Setelah menemui Nayla,, Jessica kembali ke rumah dengan wajah yang sangat pucat, berhari-hari tidak makan membuat tubuh Jessica terasa sangat lemah dan lelah, baru saja dirinya sampai di rumah sudah jatuh pingsan di teras.


"Jessica," ucap Andini sambil menepuk-nepuk wajah Jessica yang terlihat sangat pucat sambil meminta pertolongan agar Jessica dibawa masuk ke dalam kamar.


Setelah Devan menerima telepon dari Andini,, Devan segera pulang ke rumah dan memeriksa keadaan Jessica. Setelah Jessica sadar,, Devan dengan segera menyuruh Jessica makan nasi,, keadaan Jessica yang lemah karena Jessica kekurangan gizi.


"Ayo makan dulu Jessica," ucap Devan sambil menyodorkan satu sendok makanan.


Namun Jessica dengan segera menggelengkan kepalanya,, menolak Devan yang akan menyuapi dirinya.


"Kamu sudah tidak mencintai aku Devan,, kamu hanya mencintai Nayla saja,, lalu apa gunanya aku dan anak ini hidup di dunia ini?" ucap Jessica sambil menangis tersedu-sedu.


Andini dan Ana segera keluar dari dalam kamar Devan dan Jessica,, mereka tahu itu adalah masalah pribadi rumah tangga Jessica dan Devan mereka tidak mau ikut campur.


"Jessica aku mencintai kamu,, dari dulu sampai sekarang,," ucap Devan.


"Kamu pembohong Devan!!! kamu memang mencintai ku hanya waktu kita pacaran saja,, sebelum kamu ada hubungan dengan Nayla,, sebelum kamu mengenal Nayla, tapi begitu kamu sudah ada hubungan dengan Nayla, sudah mengenal dia,,, kamu tidak mencintai ku lagi, kamu mencintai Nayla,, wanita murahan itu sudah menggantikan posisi ku dihatimu,," teriak Jessica.


KRANGGG!!!!


Jessica menghancurkan gelas yang berisi air mineral yang saat ini berada di atas meja nakas.


"Kamu jahat Devan, katanya mencintai ku? katanya mau menceraikan Nayla? tapi mana buktinya Devan,, mana?" ucap Jessica lagi.

__ADS_1


"Jessica,, pikirkan Felix," ucap Devan.


"Aku tidak mengatakan kamu putus hubungan dengan Felix, kamu boleh menemui dia,, aku cuma mau kamu menceraikan Ibunya Felix,, kamu ceraikan Nayla,, itu saja Devan aku ingin menagih janji manismu dulu, sekarang katakan saja padaku kalau kamu sebenarnya memilih Nayla dan aku akan bunuh diri bersama anak ini," ucap Jessica.


"Jessica, kamu jangan gila," ucap Devan.


"Kamu sudah tidak mencintai aku lagi, kamu mencintai Nayla," ucap Jessica.


"Aku mencintai kamu,, Jessica," ucap Devan.


"Tidak,, aku tidak bodoh Devan, kamu mencintai Nayla," ucap Jessica.


"TIDAK!!! aku mencintai mu Jessica,, aku bertahan dengan Nayla hanya karena Felix,, itu saja tidak lebih," ucap Devan.


Jessica terdiam sambil melihat wajah serius Devan,, sepertinya Devan tidak berbohong tapi Jessica tetap tidak ingin berbagi suami dengan siapapun dan dengan alasan apapun.


"Aku tidak akan melarang kamu bertemu dengan Felix,, kamu bisa bertemu dengan Felix kapanpun,, aku hanya ingin kamu menceraikan Nayla sudah itu saja keinginan aku, aku tidak sanggup Devan!!! aku tidak sanggup berbagi suami, aku hanya ingin menjadi satu-satunya yang memiliki kamu," ucap Jessica.


"Baiklah,, aku akan menceraikan Nayla sesuai dengan keinginan kamu," ucap Devan.


"Aku maunya sekarang Devan,, siang ini, kalau tidak aku bersumpah besok kamu hanya akan melihat mayatku saja bersama anak dalam kandunganku ini," ucap Jessica.


Devan segera menuju rumah Nayla untuk menyelesaikan semua masalah yang sudah berlarut-larut ini,, tanpa ada kesimpulan sampai saat ini.


Devan pun ingin bahagia dan kebahagiaannya bersama dengan Jessica,, Devan tidak akan pernah mungkin bisa kehilangan Jessica.


"Nayla," ucap Devan yang masuk melalui pintu utama,, Devan melihat Nayla berada di ruang tamu sambil menggendong Felix.


"Iya Mas," ucap Nayla.


"Nayla, Mas ingin berbicara padamu," ucap Devan.


Nayla menganggukkan kepalanya siap mendengarkan ucapan Devan.

__ADS_1


"Nayla Putri, mulai hari ini kita bukan lagi suami istri,, kamu aku ceraikan," ucap Devan.


__ADS_2