Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Siapapun tolong selamatkan Nayla,,


__ADS_3

Devan terlalu stress memikirkan Nayla,, suara lembut panggilan ayah dari Nayla untuknya membuat perasaan Devan menjadi sangat kacau seketika. Tekad untuk mengutarakan kata talak tiba-tiba hilang begitu saja,, bahkan seketika lenyap tanpa tahu cara mengutarakannya. Devan hanya duduk di ruang tamu memijat kepalanya dengan kedua tangannya,, tak lama kemudian Nayla terlihat menuruni anak tangga dan melihat Devan sedang duduk di sofa.


"Mas masih di sini? aku kira sudah pulang," ucap Nayla yang tahu bahwa dirinya hanyalah selingan semata,, bahkan saat ini Nayla menunggu kata talak dari Devan yang belum keluar sampai saat ini. Bahkan Nayla sendiri sudah bertekad akan menanyakan langsung pada Devan mengenai talak itu,, jika dalam beberapa hari ini Devan belum juga mengutarakan kata talak padanya.


Nayla ingin lepas dari pernikahan menyakitkan ini,, Nayla juga ingin hidup bahagia menata hidupnya sendiri bersama anaknya,, terlepas dari segala penderitaan yang dialami selama ini.


"Nayla,, buatkan Mas kopi," ucap Devan.


Nayla menganggukkan kepalanya dan segera membuatkan secangkir kopi untuk Devan, setelah itu Nayla kembali menuju ruang tamu di mana masih ada Devan di sana yang sedang duduk.


Tangan Nayla meletakkan secangkir kopi itu di meja, lalu ingin segera pergi dari situ, tetapi suara Devan tiba-tiba terdengar memanggil namanya.


"Nayla," panggil Devan.


"Iya, Mas?" ucap Nayla sambil berbalik kembali melihat Devan.


"Duduk disini,, temani Mas sebentar," ucap Devan.


Nayla menganggukkan kepalanya dengan yakin, dalam hati Nayla sudah bersiap mendengarkan kata talak yang mungkin akan diucapkan oleh Devan. Tapi ternyata tidak,, sudah hampir tiga puluh menit berlalu belum ada kata talak juga yang diucapkan oleh Devan, malah yang ada Devan hanya terus memperhatikan Nayla dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Mau bilang tatapan cinta juga tidak mungkin karena Nayla tau betul bahwa Devan mencintai Jessica. Tapi Nayla bingung dengan Devan yang terus menatap dirinya.


Tapi Nayla kembali berpikir mungkin Devan hanya ingin ditemani saja tidak lebih buktinya tidak ada kata sakral itu yang keluar dari mulutnya, padahal Nayla ingin terbebas dari rumah tangga kelam yang menjerat dirinya ini.


Kapan terbebas? Nayla sudah sangat jenuh dengan semua ini. Cukup lama Nayla menunggu kata talak dari Devan,, kata itu sangat diharapkan Nayla,, tapi karena tidak kunjung keluar juga dari mulut Devan, Nayla memilih bangun dari duduknya lalu segera menuju ke dalam kamar, memilih menemani Felix yang ditinggalkannya di kamar. Belum lama masuk ke kamar ternyata Felix sudah bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Anak Bunda ternyata sudah bangun yah," ucap Nayla sambil tersenyum mendekati Felix.


"Oh ternyata kamu buang airnya,, pantas saja terbangun," ucap Nayla lalu segera mengganti bedong bayi Felix,, setelah itu Nayla kembali memberikan Felix ASI.


Tak lama kemudian Felix kembali terlelap dalam tidurnya dan Nayla pun segera membaringkan kembali Felix dengan sangat hati-hati agar Felix tidak terbangun.


Karena bajunya terkena sisa buang air dari Felix akhirnya Nayla memutuskan untuk menggantinya,, Nayla masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa handuk, setelah membersihkan diri Nayla keluar dengan hanya berbalut handuk saja, bersamaan dengan itu Devan masuk dan melihat Nayla yang seperti itu.


Nayla tidak menyadari sama sekali bahwa Devan telah masuk ke dalam kamar, Nayla berdiri di depan meja rias dan mulai memakai body lotion seperti biasanya,, sebelum Nayla memakai pakaian.


Tetapi disaat Nayla hanya fokus pada dirinya sendiri, tiba-tiba ada tangan yang melingkar di pinggangnya hal itu membuat Nayla tersentak seketika. Nayla langsung melihat ke pantulan cermin,, wajah Devan terlihat jelas disana.


"Kamu sudah selesai nifas?" tanya Devan berbisik di telinga Nayla sambil memeluk Nayla dari belakang.


Tidak! Nayla benar-benar sudah tidak bisa lagi melayani Devan,, jika pun ini memang salah tidak masalah, katakan saja dirinya istri yang tidak tahu diri,, karena menolak keinginan suaminya saat ini. Tidak mengapa asal kini dia bisa lepas dari jerat kelamnya menjadi istri siri, istri kedua,, Nayla benar-benar sudah tidak sudi menjadi simpanan dan hanya untuk pelampiasan semata. Sampai kapanpun Devan hanya menjadikan dirinya sebagai budak nafsu saja, tidak akan pernah lebih dari itu,, dia tidak akan pernah dicintai,, disayangi apalagi dihargai oleh Devan.


"Nayla," ucap Devan sambil semakin memeluk Nayla lalu semakin menyembunyikan wajahnya di tengkuk Nayla,, Devan menyadarkan Nayla dari lamunannya.


Dalam hati Nayla terus berdoa semoga Jessica menelepon Devan dan menyuruhnya untuk segera pulang, Nayla tidak ingin Devan lama-lama berada di sini,, apalagi dia hanya berbalut handuk saja sangat mudah bagi Devan untuk melakukan hal yang dia inginkan, dan apabila Jessica tidak menelepon,, Nayla masih berharap ada hal lainnya yang bisa membuat dirinya terbebas dari Devan saat ini.


Nayla mengingat dirinya tidak melakukan program KB karena Nayla pikir dia juga akan jadi janda sebentar lagi,, Nayla juga berpikir bahwa Devan tidak mungkin memikirkan hal untuk bercinta lagi dengannya,, tapi sekarang malah Devan terlihat sangat menginginkan hal itu,, membuat Nayla benar-benar takut akan hamil kembali,, Nayla ingat betul dulu saja Devan hanya satu kali meniduri dirinya,, tapi berhasil membuat Felix lahir di dunia ini. Bagaimana jika Devan melakukan hal itu lagi sekarang,, ketika dia tidak KB,, bisa-bisa dia akan hamil anak kedua dari Devan. Nayla tau betul Devan tidak suka membuang diluar,, selalu saja didalam.


Nayla benar-benar tidak mau hamil lagi anak Devan karena hal itu akan membuat dirinya semakin terikat dengan Devan, Nayla juga ingin hidup bahagia bersama anaknya ataupun lelaki lain yang bisa membahagiakan dirinya dan anaknya kelak.

__ADS_1


"Kamu mikirin apa?" tanya Devan lalu mengecup leher Nayla dan tidak melepaskan pelukannya.


Devan tau Nayla seperti sedang memikirkan sesuatu, tapi apa? Devan pun tidak tau pasti.


"Mas,, aku sakit perut," ucap Nayla lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi secepat mungkin, dan mengunci kamar mandi itu.


Nayla duduk diam di dalam kamar mandi sambil berdoa,, Nayla berharap Devan segera pergi barulah Nayla mau keluar dari dalam kamar mandi.


Lama Nayla berada di dalam kamar mandi membuat Devan benar-benar khawatir, akhirnya Devan mengetuk pintu berulang kali memastikan bahwa Nayla baik-baik saja di dalam sana.


"Nayla," ucap Devan sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Sudah cukup lama Nayla berada di dalam kamar mandi dan memutuskan untuk keluar,, tadinya Nayla pikir Devan sudah pulang tetapi Nayla terkejut begitu melihat Devan masih betah di depan kamar mandi.


Demi neptunus? Nayla sudah tidak ingin disentuh oleh Devan lagi, Nayla sudah benar-benar tidak ingin terikat lagi pada rumah tangga kelamnya itu. Tapi tangan Devan lagi-lagi melingkar di pinggang Nayla,, dan berusaha menarik handuk dari tubuh Nayla.


Tiba-tiba terdengar suara tangisan dari Felix yang membuat Nayla segera melepaskan pelukan dari Devan, Nayla berlari menuju lemari mengambil daster dan masuk ke dalam kamar mandi memakai daster itu secepat mungkin,, lalu naik ke atas ranjang memberikan ASI kepada Felix.


Devan malah ikut naik ke atas ranjang berbaring sambil melingkarkan tangannya di pinggang Nayla,, ingin sekali Nayla memukul tangan itu,, tapi Devan masih suaminya saat ini,, Devan masih berhak penuh atas dirinya.


Nayla menarik selimut dan memejamkan matanya sambil memberikan ASI kepada Felix.


Sesaat kemudian Nayla juga ikut tidur bersama Felix, ini adalah salah satu cara untuk menghindari Devan makanya Nayla sangat berusaha untuk tidur bersama anaknya.

__ADS_1


Devan pun tersadar Nayla sudah tidur juga bersama anak mereka, Devan mencium bibir Nayla dan pipinya lalu Devan ikut tidur sambil memeluk Nayla.


__ADS_2