Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Ungkapan cinta yang bar-bar!!!


__ADS_3

Semakin hari Devan semakin tidak karuan saja bukan karena perceraiannya dengan Jessica melainkan karena wajah Nayla yang terus menghantui dirinya. Devan tidak mengerti mengapa bisa begitu menderita sejak berpisah dari Nayla, tidak pernah terpikirkan bahwa kehilangan Nayla adalah suatu penderitaan yang berujung menjadi racun dalam hidupnya, hari-hari Devan dipenuhi dengan kerinduan yang begitu dalam kepada Nayla, sayangnya Nayla seperti membuat dinding pembatas di antara mereka berdua. Mungkin itu karena kesalahan Devan sendiri.


Devan yang dulu menciptakan dinding itu, tetapi kini dirinya yang tersiksa dengan harapan hampa untuk memiliki Nayla. Devan memang diizinkan untuk bertemu dengan Felix, akan tetapi tidak untuk berjumpa dengan Nayla. Hari ini saja Devan hanya bertemu dengan Felix, membawa banyak mainan dan juga makanan. Tetapi lagi-lagi Reyna lah yang diminta untuk mengantarkan Felix kepadanya. Entah kapan bisa menemui Nayla,, duduk bersama sekalipun hanya beberapa menit saja, Devan benar-benar merindukan saat-saat indah memandang wajah cantik Nayla, tatapan mata Nayla yang begitu meneduhkan hati. Akan tetapi Devan bersyukur karena Felix yang sudah tidak menolak saat Devan menggendongnya. Mungkin karena kini Devan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menemui putranya.


Semakin hari rasa rindu kepada Nayla semakin membuncah, bahkan wajahnya terlihat dingin saat berada di rumah sakit. Sejenak tanpa sengaja Devan melihat Nayla tertawa lepas bersama dengan seorang pria.


"Kamu lucu banget sih,, dari dulu sampai sekarang tetap saja..." ucap Denis yang tidak menyelesaikan ucapannya karena dipotong Nayla lebih dulu.


"Menggemaskan," ucap Nayla cepat.


"Mengesalkan," ucap Denis.


"Mas apaan sih!!!" ucap Nayla cemberut.


Denis lagi-lagi tertawa melihat kelucuan Nayla, sejak kembali bertemu satu bulan yang lalu keduanya kembali menjalin kedekatan. Tidak bisa dikatakan sebagai hubungan kekasih juga, sebab tidak ada kata yang menyatakan cinta. Akan tetapi tidak bisa juga dikatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan khusus, karena tidak pernah ada kalimat putus saat mereka terakhir ketemu.


"Mas aku ke ruangan Dokter Alex dulu yah,, sampai jumpa lagi," ucap Nayla tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Denis.


"Sampai jumpa di jam makan siang," ucap Denis juga yang ikut tersenyum penuh kebahagiaan bisa menatap wajah cantik Nayla lagi.


Bertahun lamanya keduanya menjalin hubungan asmara, sempat terpisah karena kehamilan Nayla,, kini semuanya seakan dirangkai kembali, setelah perceraian Nayla,, Denis jadi begitu bersemangat untuk bisa memperbaiki hubungan mereka yang sempat retak sebelumnya.

__ADS_1


Nayla tersenyum penuh kebahagiaan sambil berjalan menuju ruangan Dokter Alex, saat akan memasuki lift Nayla melihat Devan ada di sana. Seketika dia mundur karena tidak ingin berdua saja berada di dalam lift dengan mantan suaminya tersebut, tetapi tiba-tiba Devan malah menarik dirinya hingga Nayla terpaksa masuk ke dalam lift.


"Dokter Devan," geram Nayla karena tubuhnya sempat terhuyung sedikit karena tarikan Devan.


Sesaat kemudian Devan malah menyandarkan tubuhnya kepada dinding,, menghimpit dan mengunci pergerakan Nayla.


"Lepas!!!" ucap Nayla yang bergerak berusaha agar bisa terlepas dari Devan, sayangnya Devan sama sekali tidak peduli.


"Nayla, Mas tidak bisa hidup tanpamu," bisik Devan.


Nayla langsung membuang wajahnya ke arah yang berlawanan, Nayla tidak ingin menatap wajah Devan yang hanya berjarak beberapa senti saja dengan wajahnya.


"Kenapa kamu begitu dingin padaku? bahkan terus berusaha menghindar dariku,, aku sangat mencintaimu!!! apa kamu tidak tahu itu?" ucap Devan lagi.


"Dokter Devan,, lepaskan aku!!!" ucap Nayla.


"Panggil Mas!!!" ucap Devan.


"Apa sih!!!" ucap Nayla yang lagi-lagi berusaha membuat Devan agar menjauh darinya,, tetapi tidak bisa,, terlalu sulit untuk melepaskan diri karena Devan menguncinya di dinding.


"Nayla,, aku sangat merindukan kamu,, aku sangat mencintai kamu,," ucap Devan sambil terus menatap wajah Nayla begitu dalam, seperti tak ingin lagi melepaskan wanita itu.

__ADS_1


"Dokter Devan, ini pelecehan!!! kita bukan suami istri lagi sekarang,, lepaskan aku!!!" ucap Nayla yang terus berontak agar dilepaskan oleh Devan,, tetapi tentu Devan tidak akan melepaskan begitu saja.


"Mas akan melepaskan kamu,, asal kamu berjanji untuk tidak menghindar lagi dari Mas," ucap Devan sambil menatap Nayla dengan penuh kerinduan dan juga cinta.


"Apa sih kita udah cerai yah Dokter Devan, kalau sudah cerai. Ya cerai saja!!! kenapa harus begini dan begitu," ucap Nayla.


Saat pintu lift terbuka beberapa Dokter sedang berdiri di depan pintu lift, mereka akan masuk tetapi langkah mereka langsung berhenti saat melihat Nayla di bawah kungkungan Devan.


"Dokter lepas!!!" ucap Nayla sambil mendorong dada bidang Devan.


Terpaksa Devan melepaskan Nayla karena banyak yang melihatnya, setelah Nayla keluar Devan juga ikut keluar dari dalam lift. Para Dokter yang melihat kejadian itu benar-benar bingung sekaligus tidak menyangka, tetapi tentu tidak ada yang berani bertanya secara langsung. Sedangkan Devan lebih memilih menyusul Nayla, hingga akhirnya sampai di UGD.


"Nayla,, aku sangat mencintaimu!!!" teriak Devan.


Semua Dokter,, para perawat dan siapa saja yang menyaksikannya benar-benar tidak percaya bahwa seorang Devan menyatakan cintanya kepada seorang perawat di depan umum. Devan berteriak di hadapan semua orang yang langsung mengundang perhatian.


Nayla langsung mengusap wajahnya tidak mengerti mengapa Devan bisa mempermalukan dirinya sendiri di hadapan orang banyak. Segera Nayla memilih pulang saja tidak ingin Devan malah semakin menjadi-jadi di rumah sakit.


Bagaimana mungkin dirinya kembali kepada Devan? luka yang dulu Devan berikan kepadanya tentu masih terasa,,, dan juga dirinya yang orang rendah terus dipandang enteng,, dipandang sebelah mata.


Lagi pula saat berumah tangga dengan Devan,, Devan sudah membuatnya trauma setengah mati,, rasa trauma itu begitu dalam,, sungguh Nayla takut kembali tersakiti lagi karena Devan adalah pria yang tidak bisa memegang teguh pendiriannya,, Nayla sangat tahu itu. Tentu bukan laki-laki seperti itulah yang Nayla inginkan,,, karena tidak ingin masuk ke dalam lubang yang sama lagi maka hatinya dia tutup rapat-rapat untuk Devan. Nayla sangat yakin Devan akan melakukan hal seperti dulu lagi jika dia kembali pada Devan.

__ADS_1


Devan menendang udara karena kesal sebab dirinya sama sekali tidak diperdulikan oleh Nayla sedikitpun.


__ADS_2