
"Dia itu adalah laki-laki paling bodoh yang aku temui sepanjang perjalanan hidupku," kata Aditya.
"Apa kamu tetap melanjutkan perjodohanmu dengan Jessica?" kali ini Devan yang bertanya pada Aditya.
Aditya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan tersebut.
"Kenapa kamu hanya diam?" tanya Devan lagi.
"Aku sudah tertarik pada wanita lain, biar saja Alex menganggap bahwa aku mencintai Jessica," Aditya tersenyum penuh kemenangan.
Devan pun mengangguk setuju.
"Aku tahu dia itu sangat mencintai Jessica, aku pun tidak masalah selagi keduanya bisa bahagia," Devan tersenyum tulus mengenang persahabatan mereka.
"Tapi aku kasihan pada Jessica, kalian bertiga bersahabat tapi malah sama-sama memiliki hubungan khusus," ucap Aditya.
Devan membenarkan apa yang dikatakan oleh Aditya.
"Tapi kami sama-sama tidak menyangka ini bisa terjadi, aku tidak menyalahkan Jessica maupun Alex" ucap Devan.
Aditya merasa tertarik dengan ucapan Devan hingga dia menatap penuh tanya.
"Kamu tidak menyalahkan Alex ataupun Jessica?" tanya Aditya cepat.
Devan menggeleng.
"Kenapa?" tanya Aditya lagi belum puas dengan jawaban Devan.
"Kalau bukan karena menikahi Jessica, aku tidak akan pernah bisa menikahi Nayla" Devan menjeda ucapannya sejenak, sambil membayangkan wajah Nayla.
"Felix yang mengikat kami sedangkan Adnan hadir semakin memperkuat pernikahan kami, ya aku sangat bersyukur atas semua yang terjadi," Devan masih terus tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Dasar aneh," Aditya kesal melihat kebucinan Devan.
"Kapan di otakmu tidak ada istri mu?" ucap Aditya lagi.
Devan tertawa kecil melihat wajah kesal Aditya.
"Nanti kamu akan tahu rasanya setelah mendapatkan wanita yang kamu cintai," Devan pun keluar dari ruangan Aditya.
Tidak disangka ternyata Nayla berada di depan pintu.
"Tadi aku nyariin Mas, eh pas mau buka pintu Mas udah keluar duluan," ujar Nayla sambil tersenyum.
Devan pun melingkarkan tangannya pada pinggang Nayla, keduanya berjalan menuju ruangan Devan.
"Tadi Rima yang bilang Mas di ruangan Aditya, terus aku susul deh," jelas Nayla lagi.
Devan membukakan pintu untuk keduanya masuk dan duduk di sofa.
"Dia nggak bilang sekalian di hati Mas cuma ada kamu," ucap Devan.
Wajah Nayla memerah mendengar jawaban Devan, lucu dan aneh saja didengar.
Sudah punya anak dua masih saja suka menggoda istrinya yang sudah jelas-jelas bisa kikuk saat mendengarnya.
"Mas apaan sih!" Nayla duduk di samping Devan, tangannya menyiapkan bekal makanan yang barusan di bawanya.
"Kamu masak apa?" tanya Devan.
"Cuma ikan goreng, kuah bening aja Mas, aku lagi mager banget," ucap Nayla.
Jika saja suaminya itu mau memakan masakan ART sudah pasti Nayla memilih libur memasak untuk hari ini saja, kadang kala wanita juga ingin bersantai tanpa pekerjaan rumah, namun apa daya Devan memang sangat lebay tingkat dewa masakan Nayla adalah favoritnya.
__ADS_1
"Baiklah ayo kita makan," Devan mengambil alih sendok dari tangan Nayla dan makan bersama.
#########
Malam pun tiba, Jessica kembali ke rumah dengan tubuh lelah nya, namun lagi-lagi Cahaya mampu menjadi pengobat yang mujarab, hanya melihat saja sudah membuat lelah Jessica menghilang begitu saja.
"Mom udah pulang?" tanya Cahaya saat melihat Jessica memasuki kamarnya.
Jessica tersenyum dan langsung merebahkan diri di atas ranjang memeluk Cahaya dengan eratnya.
"Mom capek banget yah?" tanya Cahaya melihat wajah Jessica yang kelelahan.
"Aya terlalu bawel yah Mom, minta ini itu makanya Mom kerja terus?" ucap Cahaya lagi.
Jessica mendudukan tubuhnya begitu juga dengan Cahaya.
"Nggak kok sayang," Jessica mencium pipi Cahaya dan mengusap wajah anaknya.
"Terus?" tanya Cahaya masih penasaran.
"Itu perusahaan Opa, jadi Mom harus kerja biar Opa tersenyum di surga melihatnya, nanti kalau Aya udah besar pekerjaan Mom ini Aya yang meneruskan," jelas Jessica.
"Ya biar Mom nggak kecapean terus," Cahaya mengangguk setuju.
"Anak pintar ayo tidur," ucap Jessica.
Cahaya pun terlelap di dalam pelukan Jessica, bulu mata lentik milik Cahaya terlihat begitu indah.
Wajah Cahaya juga begitu mirip dengan Alex, membuat Jessica terkadang sulit untuk melupakan wajah Alex bukan sebagai seorang suami melainkan seorang Ayah dari anaknya.
"Mom nggak tahu sebenarnya hukuman seperti apa yang harus Mom terima sampai wajah kamu saja seperti Daddy kamu, kenapa kamu tidak mirip Mom saja, Mom berjuang sampai titik darah penghabisan," Jessica tersenyum getir mengingat betapa sulitnya untuk memperjuangkan Cahaya.
__ADS_1