Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Mengangguk tanpa penolakan!!!


__ADS_3

Jessica pun mengangguk untuk yang kedua kalinya, semua untuk Cahaya akan dilakukan.


Setiap senyuman yang terlihat pada bibir anaknya adalah kebahagiaan bagi Jessica, akan tetapi di sini Alex yang merasa aneh, Jessica tidak lagi seperti dulu hanya diam dan menunjukkan wajah datar tanpa ekspresi membuat Alex tidak mampu membaca apa yang ada di hati Jessica.


"Bolehkah aku meminta kita foto bersama? memakai pakaian sama sesuai keinginan Cahaya?" tanya Alex.


Jessica pun kembali mengangguk tanpa penolakan ataupun alasan apalagi sedikit penjelasan, wanita yang dulunya periang dengan banyak tingkah dan suka berpendapat sendiri tanpa ingin dibantah kini hanya mengangguk setuju dalam keinginan anaknya.


Mungkin itu benar, kini hati Jessica benar-benar hambar tanpa ada rasa pahit apalagi manis.


"Mom!" teriak Cahaya dari ambang pintu.


Jessica bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Cahaya.


"Aya, kok ke kantor Mom? Aya masih harus banyak istirahat," Jessica pun berjongkok agar mengimbangi Cahaya yang duduk di atas kursi roda.


"Sebenarnya tadi aku udah bilang Bu sama Cahaya, tapi..." Rima menunjukkan dua baris gigi rapinya, takut dimarahi oleh Jessica.


"Aku mau ke Mall, kita cari baju buat foto bareng Dad, boleh ya Mom?" pinta Cahaya.

__ADS_1


"Tapi nggak lama-lama yah, soalnya Aya belum boleh capek, harus istirahat dulu!" jelas Jessica.


"Iya janji," Cahaya tersenyum bahagia dan memeluk Jessica.


Hati Alex begitu telah melihat Jessica dan Cahaya, sesal kian menjadi-jadi setelah menyadari kesalahan di masa lampau, mungkin rasa bersalah Alex tidak akan sedalam ini jika Jessica memarahinya, mencaci bahkan memaki, bila perlu memukulinya pun tidak masalah, diam Jessica sungguh menusuk jantung dengan tidak langsung.


Tidak!


Jessica justru diam dan bisa berhadapan kembali dengannya walaupun hanya diam dan sulit untuk berbicara seperti dulu.


Mungkin juga jika Jessica menangis tersedu-sedu bisa saja Alex tahu harus melakukan apa, tidak seperti saat ini yang kebingungan bagaimana cara berhadapan dengan Jessica.


Alex pun tersadar dari lamunannya, dan segera bangun dari duduknya lalu berjalan mendekati Cahaya.


"Kita ke Mall?" tanya Alex lagi.


"Iya, aku mau pilih warna bajunya sendiri," ucap Cahaya.


Cahaya begitu antusias dalam hal ini, keinginan yang sudah lama terpendam akhirnya siap terwujud.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju Mall, hanya Cahaya yang bernyanyi riang, di mobil pun Alex yang mengemudi dan Cahaya duduk di sampingnya, sedangkan Jessica duduk di belakang dan hanya diam tanpa kata hingga akhirnya sampai di Mall.


Cahaya yang duduk di kursi roda terus menatap sekitarnya, melihat pakaian yang menurutnya sesuai.


"Dad, itu bagus kan?" tanya Cahaya.


Alex siap mendorong kursi roda kemanapun Cahaya memintanya, ulang tahun yang kelima ini begitu membuat Cahaya bahagia, Jessica hanya menunggu dengan duduk di sofa dan diam melihat kebahagiaan putrinya.


Itulah kebahagiaan Jessica.


"Kamu tidak ingin ikut melihat atau memilih salah satu dari gaun di sini?" tanya Alex berusaha untuk berbicara dengan Jessica.


Jessica tersenyum kecil dan menggeleng, setelah itu dia hanya diam kembali, Alex pun mengangguk dan kembali berfokus pada Cahaya.


"Mom, aku udah ketemu, warnanya pink, Dad juga pakai jas warna pink," kata Cahaya dengan bibirnya yang penuh senyuman.


Alex sebenarnya sangat tidak menyukai pakaian ataupun benda apapun yang berwarna pink. Akan tetapi Cahaya yang bahagia tidak mungkin tega mematahkan kebahagiaan anaknya sehingga memilih menurut saja.


"Wah bagus sekali!" Jessica tersenyum penuh kebahagiaan melihat putrinya.

__ADS_1


"Mom, mana gaunnya yang warna pink?" kini Cahaya bertanya pada Jessica mengingat dirinya dan Daddy nya yang sudah memilih pakaian.


__ADS_2