Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Peraturan yang telah ditetapkan Devan..


__ADS_3

"Kenapa kamu melakukan ini Nayla?" tanya Devan yang tidak mengerti dengan jalan pikiran Nayla yang menceritakan pernikahan rahasia mereka pada orang lain.


Nayla menghembuskan nafasnya kasar,, Nayla tau perasaan Devan saat ini pasti sangat takut ketahuan oleh orang lain.


"Mas tidak usah takut,, percaya sama aku,, Reyna tidak seperti yang mas pikirkan,, aku yakin tidak akan ada yang tau selain dia mas," ucap Nayla mencoba meyakinkan Devan meskipun hati Nayla sangat sakit saat ini.


Devan sebenarnya masih sangat ragu bagaimana bisa Reyna akan menutup mulutnya rapat-rapat. Jika pernikahan rahasianya ini sampai ditelinga Alex maka sudah pasti Jessica akan tau karena Jessica dan Alex saling mengenal. Mengingat dirinya,, Jessica dan Alex adalah sahabat sejak dulu.


Dalam hati Devan sangat kesal pada Nayla karena Nayla tidak bisa menutup rapat-rapat rahasia mereka.


Keluarganya dan juga keluarga Jessica sudah memiliki ikatan bisnis sejak lama,, Devan benar-benar tidak mau jika semuanya rusak hanya karena masalah seperti ini.


Devan tidak mencintai Nayla sedikit pun,, tak perlu ditanyakan lagi,, tak ada cinta seujung kuku pun untuk Nayla.


Yang dilakukan Devan selama ini bukan karena cinta? lalu bagaimana dengan tidur bersama Nayla?


Itu semua karena Devan seorang dokter Obgyn yang sangat mengerti dengan hormon wanita hamil yang sangat membutuhkan kehangatan,, dan sangat membutuhkan nafkah batin. Tidak lebih dari itu makanya Devan mau tidur bersama Nayla.


Tetapi Devan hanya diam selama ini karena Devan tidak ingin membuat Nayla tersinggung,, tapi itu semua bukan berarti Nayla bebas menceritakan rahasia pernikahan mereka ke orang lain.


"Apa kamu benar-benar yakin Nayla?" tanya Devan lagi.


"Iya mas," ucap Nayla sambil menganggukkan kepalanya agar Devan yakin bahwa Reyna tidak akan membuka mulut,, jauh di dalam lubuk hatinya Nayla merasa dirinya hanya sebuah benalu untuk Devan.


Tapi tidak masalah untuk Nayla lagi-lagi semua itu alasannya karena Nayla mencintai Devan. Nayla telah jatuh ke dalam jurang cinta yang Devan buatkan untuknya. Hanya dengan perhatian kecil saja dari Devan sudah mampu membuat Nayla jatuh cinta padanya.


Biarlah mencintai dalam diam saja,, mengagumi dalam diam,, karena dapat memiliki Devan sepenuhnya Nayla sadar itu hanya akan menjadi mimpi semata.


Nayla merasa miris dengan dirinya sendiri,, Nayla merasa dirinya sangat bodoh karena jatuh cinta pada Devan,, padahal Nayla tau Devan sangat mencintai Jessica.

__ADS_1


"Mas," Nayla mencoba menghilangkan kekhawatiran Devan,, memeluk Devan dengan hangat,, ingin menjebak Devan dalam ketenangan bersama dirinya meskipun hanya malam ini saja.


Jari-jemari Nayla menyusuri dada bidang Devan,, membiarkan Devan menganggap dirinya wanita rendahan,, Nayla hanya ingin memanfaatkan waktu yang tersisa bersama Devan. Itu saja,, Nayla tidak akan melupakan janji yang telah mereka sepakati sebelumnya.


Sebuah janji perpisahan disaat anak mereka lahir nanti,,, maka dirinya dan Devan harus mengucapkan perpisahan.


"Mas," ucap Nayla dengan manja pada Devan.


Devan langsung menatap manik mata Nayla,, sejak kapan Nayla mempunyai keberanian menggoda dirinya seperti ini.


"Kamu yakin?" tanya Devan lagi yang masih sangat ragu mengenai Reyna.


"Iya mas,, berapa kali aku perlu meyakinkan mu?" ucap Nayla sambil mendekati Devan mencium lembut bibir Devan,, persetan dengan rasa malu saat ini.


Devan benar-benar tersentak kaget dengan perlakuan Nayla yang tiba-tiba begini,, Devan tidak pernah menduga ini akan terjadi,, tapi Devan berpikir ini adalah bentuk permintaan maaf dari Nayla. Karena Nayla telah memberitahukan pada orang lain tentang pernikahan rahasia mereka.


"Ingat ini Nayla,, jangan pernah jatuh cinta padaku!!," tegas Devan.


Kata-kata itu keluar dari bibir Devan,, itu sungguh menyakitkan untuk Nayla.


Nayla mengangguk berusaha tersenyum.


"Sekarang kita hanya saling membutuhkan saja mas,, aku membutuhkan mu dan mas membutuhkan aku? itu saja bukan?" ucap Nayla sambil menahan sesak di dada.


Nayla merasa tidak punya harga diri lagi.


Malahan saat ini Nayla malah mensyukuri satu malam bersama Devan waktu itu,, Nayla merasa dirinya sangat bodoh.


Tapi tanpa malam itu,, Nayla tidak akan merasakan kehangatan, kasih sayang,, kelembutan,, kenikmatan dan perhatian.

__ADS_1


"Kamu yakin?" tanya Devan lagi sambil melihat Nayla dengan tatapan mata penuh selidik.


Nayla lagi-lagi menganggukkan kepalanya.


"Tidak akan ada orang lain yang tau selain Reyna mas aku berjanji untuk itu,, kita juga kan akan berpisah setelah anak ini lahir,, dan ini sudah tidak lama lagi mas,, tapi mas bisa menemui ku nanti jika mas membutuhkan ku,, walaupun kita sudah berpisah," ucap Nayla lagi yang ingin meyakinkan Devan.


Devan tampak mengangkat sebelah alisnya menimbang-nimbang penawaran Nayla pada dirinya,, Devan merasa penawaran Nayla menarik meskipun Devan harus menjadi seorang bajingan,, yah mereka hanya saling membutuhkan saja saat ini.


"Baiklah Nayla, tidak akan ada cinta diantara kita selain saling membutuhkan," ucap Devan.


Nayla mengangguk dan dengan cepat menarik kerah baju Devan,, kata-kata Devan yang menegaskan mereka hanya saling membutuhkan saja seakan menjadi belatih tajam untuknya.


Dalam hati Nayla menjerit menahan tangis mengatakan bahwa ada cinta untuk Devan,, hingga akhirnya Nayla seperti ini,, Nayla diperbudak dengan cintanya untuk Devan. Nayla rela bahkan dengan mudahnya diperbudak oleh cintanya pada Devan.


Ada air mata yang harus Nayla tahan dengan susah payah disaat dirinya dan Devan berciuman,, ada rasa sedih dan marah yang harus ditahannya juga disaat tangan Devan sudah berkeliaran dimana-mana.


Nayla merasa kecewa pada dirinya sendiri dan merutuki dirinya sendiri karena Nayla menjadi rendah dimata Devan,, mengapa Nayla harus jatuh cinta pada Devan?


"Mas," rintih Nayla karena tangan Devan semakin liar saja. Semakin lama semakin menikmati sentuhan yang diberikan Devan.


Malam yang semakin larut tidak membuat kedua manusia itu tidur lelap,, entah sudah berapa lama mereka memendam semua terasa sangat menggairahkan.


Nayla selalu ingin lagi dan lagi,, setiap sentuhan Devan memberikan Nayla kepuasan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Mas aku mencintaimu,, batin Nayla menjerit ingin mengatakan pada Devan mengenai perasaannya namun itu tidak mungkin,, kata-kata itu hanya sebatas di tenggorokan saja.


Tertahan dibibir Nayla karena dibungkam oleh setiap peraturan yang telah ditetapkan Devan. Peraturan yang harus diingat dan dipatuhi Nayla, jika mereka hanya saling membutuhkan saja,, tidak akan pernah ada cinta diantara mereka.


"Kamu cantik sekali Nayla," puji Devan. Satu kalimat pujian dari Devan seakan mampu membuat Nayla melayang tinggi.

__ADS_1


Nyonya Jessica maaf,, beberapa bulan ke depan aku memiliki suami mu juga,, setelah anakku lahir aku akan mengembalikan nya untuk mu seorang,, dia akan menjadi benar-benar milik mu lagi, tidak akan terbagi lagi,, batin Nayla menjerit.


__ADS_2