Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Apakah Nayla sudah menutup hatinya?


__ADS_3

Tidak kuat lagi berlama-lama hanya menatap dari kejauhan, Devan seketika itu turun dari mobilnya lalu berjalan menuju ke rumah kontrakan Nayla.


"Felix ganteng udah mamam?" ucap Nanda yang terus bersenda gurau dengan bayi mungil itu, Nanda sangat senang bermain dengan bayi imut itu,, sesekali Felix tertawa hingga membuat perasaan mereka bahagia melihat tawa bayi itu.


"Udah dong Om," jawab Nayla seakan-akan Felix yang menjawab pertanyaan Nanda.


"Hah Dokter Devan?" ucap Reyna yang tidak sengaja keluar, lalu melihat Devan sedang berjalan menuju ke kontrakan Nayla.


Nayla dan Nanda langsung melihat ke arah tetapan mata Reyna. Nayla tidak tau sama sekali apa maksud mantan suaminya itu datang di kontrakannya, mengingat selama ini dia tidak pernah menanyakan Felix, hanya saja tidak mungkin juga dia datang untuk menemui dirinya. Tetapi Nayla tidak mau berpikiran buruk,, Nayla bukan wanita jahat yang suka menduga-duga.


"Hei anak Ayah," ucap Devan begitu berada di dekat mereka, lalu dia pun segera mengambil alih Felix dari tangan Nanda.


Nanda tidak bisa berbicara apa-apa begitu mendengar Devan mengatakan bahwa Felix adalah anaknya. Dia pun dengan terpaksa membiarkan Felix di ambil alih oleh Devan. Nayla pun hanya diam saja tanpa berbicara dan mencegahnya,, bukankah bagus jika Devan akhirnya mengingat anaknya. Paling tidak Felix bisa mendapatkan sedikit kasih sayang dari Ayahnya.


"Kenapa kamu masih di sini?" tanya Devan sambil menatap tajam pada Nanda yang tampaknya belum ingin pergi dari rumah kontrakan Nayla,, Nanda masih betah berada di rumah kontrakan Nayla.


Nanda langsung beralih menatap Nayla seakan bingung harus bagaimana.


"Memangnya kenapa?" tanya Nayla yang ikut bingung dengan maksud Devan mengatakan hal itu.


Devan saat ini bukan lagi suaminya jadi dia pun tidak ada hak untuk melarang atau mengusir Nanda atau siapapun lelaki yang ingin bertamu di kediamannya. Sekarang Nayla lah yang berhak untuk menerima siapapun yang ingin bertamu di rumahnya,, selagi masih sopan dan juga para tamu itu tidak berbuat ulah kenapa mesti melarang? malahan mereka selalu bermain dengan Felix,, tidak mungkin Nayla akan melarang orang-orang itu,, apalagi seorang Nanda,, Nayla tidak mungkin melarang Nanda.


"Tidak baik seorang janda dikunjungi oleh laki-laki!!" tegas Devan.


"Lalu kenapa Anda datang ke rumah seorang janda, Tuan Devan?" ucap Nayla balik.


Nayla merasa alasan Devan masih tidak masuk akal sama sekali, sehingga tidak ada alasan untuk mengusir Nanda pergi. Lagi pula selama beberapa hari ini hanya Nanda yang terus bermain dengan Felix dan Felix terlihat sangat senang bermain dengan Nanda.

__ADS_1


"Aku kemari untuk menjenguk Felix,, aku ayahnya," ucap Devan.


Nanda akhirnya benar-benar mengerti bahwa di hadapan mereka saat ini, yang tadi mengambil alih Felix dari gendongannya benar-benar mantan suami Nayla, tetapi mengapa pria tersebut marah dan seakan tidak suka dengan kehadiran dirinya padahal pria itu hanyalah mantan.


"Saya calon suaminya Tuan,, Anda hanyalah mantan," ucap Nanda.


Nayla langsung tersenyum,, tahu Nanda hanyalah berbicara asal, bahkan Nanda sampai mengedipkan sebelah matanya pada Nayla, agar Nayla tidak mengelak dengan ucapannya tadi.


"Calon suami?" ucap Devan yang kaget bukan kepalang.


Baru saja mereka bercerai beberapa bulan, tapi Nayla saat ini sudah memiliki calon suami. Tapi ada apa dengan Devan? kenapa hatinya semakin tidak karuan saja begitu mendengar Nayla telah memiliki calon suami,, ingin sekali Devan menghajar pria yang ada di hadapannya saat ini.


"Apa pekerjaanmu sehingga ingin menjadi Ayah sambung dari putraku?" tanya Devan dengan ekspresi wajah dinginnya.


"Itu tidak penting yang terpenting aku bahagia dengan Nayla dan juga Putra sambung ku, aku pun akan sangat berusaha untuk selalu membuat mereka bahagia," ucap Nanda sambil merangkul pundak Nayla dan tersenyum seakan menggoda Nayla.


Dalam hati Nayla ingin sekali tertawa terbahak-bahak dengan ulah Nanda yang aneh,, Nayla sangat tahu Nanda saat ini masih ingin bermain dengan Felix dan tidak ingin diusir oleh Devan. Sehingga sedikit bersandiwara tentu tidak jadi masalah.


Nayla melongo lalu menatap Nanda dan seketika itu juga Nanda menganggukkan kepalanya pelan.


"Iya tentu saja," jawab Nayla walaupun sedikit bingung.


"Aku tidak mau anakku punya ayah sambung! pergi dari sini!" ucap Devan sambil menatap Nanda dengan penuh kemarahan, jika dia seorang harimau,, maka Nanda akan menjadi santapannya untuk malam ini.


Nayla merasa saat ini suasana menjadi tegang, karena takut nantinya akan menjadi tontonan para tetangga akhirnya Nayla menyuruh Nanda pulang dulu.


"Nan,, kamu pulang dulu yah,, sampai jumpa besok, nggak enak! takut dilihat oleh tetangga," ucap Nayla pada Nanda.

__ADS_1


Nanda pun mengangguk dan segera menaiki motor gedenya, tak lupa tersenyum manis pada Nayla seakan mereka berdua adalah pasangan yang sangat mesra.


"Besok aku jemput," ucap Nanda dengan suara yang nyaring agar Nayla mendengar ucapannya.


Nayla mengangguk sambil tersenyum manis juga,, entahlah Nanda memang orangnya sangat ramah dan juga kocak.


"Aku tidak mau Felix punya ayah baru!!" tegas Devan lagi.


Nayla tersenyum miring sambil beralih menatap Devan, pria aneh di hadapannya saat ini itu siapa sehingga bisa melarangnya seperti ini, Nayla benar-benar bingung dengan Devan. Seenaknya saja melarang dirinya padahal Devan bukan siapa-siapa lagi dia hanya Ayah dari anaknya saja,, jadi maksud Devan, Nayla harus menjanda seumur hidupnya gitu? benar-benar aneh.


"Apa kamu mendengarku?" tanya Devan lagi karena Nayla tidak menjawab sama sekali membuat Devan gelisah bukan kepalang.


Nayla segera mengambil alih Felix dari tangan Devan,, tanpa menjawab pertanyaan Devan yang tidak penting itu menurut Nayla.


"Silahkan pulang Tuan atau Dokter Devan,, ini sudah malam, Felix juga mau tidur, kalau mau menemui Felix siang hari saja," ucap Nayla lalu segera masuk tanpa menghiraukan Devan.


Devan terperangah hingga pintu ditutup rapat oleh Nayla,, Devan masih berdiri mematung di tempatnya, Nayla benar-benar asing baginya. Mengapa rasanya kini semuanya berbeda sekali, jarak benar-benar tercipta dengan dinding penghalang.


Kenapa juga ini begitu menyakitkan bagi Devan? bukankah dirinya pernah memperingati Nayla untuk tidak mencintainya saat mereka masih berstatus suami istri?


Lantas mengapa Devan tidak sanggup jika berjauhan dengan Nayla?


Ponselnya berdering hingga membuat Devan tersadar,, tertulis nama Jessica di layar ponselnya. Seketika Devan langsung menuju mobilnya tanpa menjawab panggilan telepon dari Jessica,, tadinya Devan ingin langsung pulang ke apartemennya, tapi entah apa yang terjadi mobil Devan malah berbelok arah menuju rumah yang dulu ditempati oleh Nayla.


Rumah itu tampak terlihat bersih mungkin seseorang diminta Ana untuk membersihkannya. Kaki Devan terus melangkah masuk menelusuri setiap sudut rumah, tidak ada kebahagiaan di rumah itu hanya ada pertengkaran dan tangisan Nayla saja. Seketika kaki Devan melangkah menuju kamar, ranjang tempatnya bercengkrama dengan pandangan mata berkaca-kaca Nayla seakan menghantui dirinya.


Ranjang itu tinggal kenangan saat bercinta dengan Nayla hingga matanya menatap sesuatu di atas meja rias.

__ADS_1


Tampak sebuah kalung dan ATM diletakkan di sana,, Nayla bahkan tidak membawa kalung pemberiannya saat dulu.


Apakah Nayla sudah menutup hatinya?


__ADS_2