
"Kamu nggak apa-apa kan?" tanya Alex yang merasa semua harus diluruskan, mengingat dirinya pasti akan semakin bersalah jika tidak mengatakan semua kebenarannya pada Nayla.
"Nayla bisa aku bicara?" ucap Alex dengan ragu sambil menatap wajah Nayla. Tapi lagi-lagi Alex ingin mengakui bahwa dirinya adalah penyebab utama dari semua permasalahan yang terjadi antara Nayla,, Devan dan juga Jessica.
"Tidak usah sekarang Dok,, aku ingin sendiri dulu," ucap Nayla.
"Tidak bisa kamu harus mendengarkan aku," ucap Alex.
Nayla sejenak terdiam menimbang raut wajah Alex yang terlihat sangat memohon padanya, hingga akhirnya Nayla kembali duduk di kursi sambil memeluk Felix. Lama Alex terdiam sambil menatap wajah Nayla, sejujurnya ada rasa takut tapi semua harus dikatakannya secara jujur. Lebih baik mengakui langsung kesalahan saat ini,, daripada nanti Nayla tahu dari orang lain.
"Dokter bisa bicara sekarang atau saya masuk?" ucap Nayla yang langsung membuat Alex memegang tangan Nayla untuk mencegah Nayla masuk ke dalam rumah.
"Semua yang terjadi karena aku," ucap Alex dengan susah payah.
Nayla tidak mengerti sama sekali apa maksud Alex sehingga dia hanya diam tanpa bicara apapun, dalam hati Nayla hanya merasa sangat malu pada tetangga yang mendengarkan teriakan Jessica mengatakan dirinya adalah perebut suami orang padahal dia tak pernah melakukan hal itu.
"Dok saya tidak punya waktu untuk berbasa-basi,, langsung ke intinya saja Dok," ucap Nayla.
Alex mengangguk dengan pasti,, dirinya tidak ingin menjadi seorang penjahat, sehingga apapun resiko ke depannya setelah mengatakan semuanya dia akan terima.
"Aku dan Jessica sempat menjalin hubungan kami bahkan sudah pernah tidur bersama, saat Devan kembali, Jessica memilih meninggalkan aku dan memilih Devan. Dia memutuskan untuk menikah dengan Devan, aku memutuskan sendiri persahabatanku dengan Devan dan Jessica sejak saat itu karena terlalu kecewa,, sampai akhirnya Devan menemuiku sehari sebelum dia menikah,, waktu itu aku benar-benar khilaf dan malah memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Devan, dengan sengaja dan mungkin karena obat itu dia merasa tersiksa dan menjadikan kamu pelampiasan aku benar-benar minta maaf," ucap Alex dengan perasaan yang benar-benar merasa bersalah apalagi Alex tahu Nayla adalah wanita yang sangat baik.
Nayla langsung berdiri dari duduknya,, dia seakan tidak percaya ternyata Alex adalah pelaku dibalik semua penderitaan yang dialami. Karena dia semuanya!!!
Mata Nayla langsung berkaca-kaca sedetik kemudian dia menangis. Nayla berpikir selama ini jika Alex adalah orang baru dalam hidupnya, tetapi pada kenyataannya Alex sudah lama masuk ke dalam hidupnya sebelum mereka saling mengenal.
"Nayla aku bersalah,, aku minta maaf!! aku benar-benar memohon tolong maafkan aku," ucap Alex sambil menangkup kedua tangannya dengan perasaan yang benar-benar merasa bersalah.
Alex benar-benar tidak menyangka bahwa apa yang dilakukannya ternyata berimbas pada orang lain.
"Nayla! tolong maafkan aku,, aku benar-benar menyesal dan tidak menyangka ternyata semua itu bisa menyeret kamu masuk ke dalam kehidupan Devan dan Jessica," ucap Alex.
"Kata maaf anda tidak bisa mengubah apa-apa,, apa anda tahu? karena anda saya masuk ke dalam masalah yang sangat dalam ini, karena anda saya menjadi istri siri,, istri kedua, saya tersiksa,, saya terhina, dan saya sangat menderita hingga anak saya lahir, lihat mata anak saya," ucap Nayla sambil memperlihatkan Felix pada Alex.
"Bayi ini merasakan keluarga yang tidak sempurna seperti aku! bayi yang sama sekali tidak bersalah ini sejak dalam kandungan sudah merasakan banyak penderitaan, andai maaf anda bisa menjadikannya bahagia? tentu tidak! kenapa Anda tega sekali," ucap Nayla yang terasa sangat sesak, tidak mengerti kenapa ini semua bisa terjadi pada dirinya.
"Tolong pergi dari sini!!!" usir Nayla.
__ADS_1
Reyna baru saja keluar dari dalam rumah ingin menyambut kedatangan kakaknya, tetapi telinganya malah mendengarkan hal yang sangat mengejutkannya.
Alex kakaknya sendiri orang yang telah membuat sahabatnya hidup menderita, amarah Reyna seketika memuncak dan tanpa sadar tangannya melayang begitu saja.
"Kamu manusia busuk! amarahmu menutupi rasa kemanusiaan mu! aku yang menyaksikan sendiri betapa menderitanya Nayla,, aku yang menyemangati dia untuk tetap bertahan hidup demi bayinya dan ternyata Kakakku sendiri di balik kehancuran sahabatku," ucap Reyna dengan penuh kekecewaan.
Alex tidak dapat berkata apa-apa, dia merasa memang pantas mendapatkan hinaan dan juga tamparan itu. Jika pun dengan menghabisinya bisa membuat Nayla memaafkannya,, maka Alex tidak keberatan daripada terus hidup dalam rasa bersalah karena sebuah dosa di masa lalunya.
"Aku benar-benar minta maaf Nayla,, tolong maafkan aku," ucap Alex pelan dan merasa sangat bersalah.
Nayla hanya mencium wajah Felix rasanya sungguh menyakitkan atas apa yang terjadi.
"Nayla," ucap Alex dengan suara yang bergetar.
Nayla menatap wajah Alex sejenak,, sesaat kemudian dia pun langsung masuk tanpa mengatakan sepatah katapun pada Alex.
"Pergi dari sini!!!" ucap Reyna sambil mendorong Alex supaya pergi.
"Reyna,, katakan kakak mohon maaf pada Nayla," ucap Alex.
Sedetik kemudian Reyna juga menyusul Nayla,, sedangkan Alex pergi dengan perasaan yang sangat bersalah. Reyna langsung masuk ke kamar Nayla, sejenak Reyna berdiri cukup jauh menatap Nayla yang sedang menidurkan bayi tampannya. Reyna tidak jadi mendekati Nayla, seketika dia berbalik lalu keluar.
Reyna menuju kamarnya membereskan semua pakaian lalu memasukkannya ke dalam koper, Reyna sudah tidak memiliki wajah untuk berhadapan dengan Nayla membuatnya ingin saja pergi. Sekalipun berat tapi Reyna harus kuat dan tetap pergi, setelah memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper dia pun segera keluar dari rumah kontrakan Nayla sambil menarik kopernya. Tetapi begitu sampai di ambang,, Reyna melihat Nayla berdiri di sana Reyna menundukkan wajahnya sambil menahan air matanya. Sejenak keduanya hening tanpa ada yang bicara hingga Nayla bertanya pada Reyna yang akan pergi.
"Kamu mau kemana?" tanya Nayla.
Reyna mengusap setitik air mata di pipinya, hatinya kesal,, benci dan ingin marah saat ini juga, yang pastinya Reyna benar-benar kecewa pada Alex.
"Aku malu Nay,, aku malu sudah menjadi adik penjahat, aku benar-benar sudah tidak punya muka untuk berdiri di hadapan kamu, aku pergi dan aku minta maaf kalau selama ini aku menyusahkan kamu," ucap Reyna dengan suara yang bergetar.
Sesaat kemudian Reyna berpamitan dan melangkahkan kakinya keluar dari rumah kontrakan Nayla, Nayla terdiam di depan pintu menatap punggung Reyna.
"Terus kalau kamu pergi, siapa yang bisa kasih aku semangat?" tanya Nayla yang berhasil menghentikan langkah kaki Reyna.
Reyna berbalik dan menatap Nayla dengan rasa yang campur aduk tidak bisa dikatakan hanya dengan sekedar kata.
"Siapa yang akan membuat aku yakin bahwa setelah menderita akan ada bahagia? aku sendiri sebatang kara, tidak ada keluarga kecuali kamu, sekarang kamu benar-benar akan pergi aku kehilangan sahabat melebihi saudaraku sendiri," ucap Nayla sambil mengusap air matanya yang terus saja keluar tanpa bisa ditahan.
__ADS_1
Reyna tidak tahu apakah harus pergi atau tetap bertahan, akan tetapi begitu mendengar jeritan hati Nayla mampu membuat kakinya sulit untuk melangkah.
"Kalau aku boleh meminta,, tolong kamu tetap di sini,, aku terlalu rapuh kalau kamu juga pergi dari hidup aku," ucap Nayla.
"Aku malu Nay, aku tidak menyangka Kakak Alex sebegitu jahatnya sama kamu," ucap Reyna.
"Semua manusia pernah berbuat dosa, lagi pula yang bersalah itu Dokter Alex bukan kamu, aku mohon tolong jangan pergi, aku tidak punya keluarga hanya kamu sahabatku yang sudah menjadi keluargaku sendiri," ucap Nayla.
Reyna tidak tahu lagi harus berbuat apa seketika Nayla memeluk dirinya, tangisan Nayla benar-benar membuat kaki Reyna berat untuk pergi.
"Jangan pergi," ucap Nayla.
Reyna mengangguk dan membalas pelukan Nayla hingga akhirnya dia tetap berada di kontrakan Nayla.
"Selamat siang!!!"
Reyna dan Nayla melepaskan pelukan mereka begitu mendengar suara berat dan tertahan itu.
"Untuk apa Anda datang ke sini? untuk apa datang menemui Nayla? baru saja istrinya sekarang suaminya, setelahnya entah siapa lagi," ucap Reyna dengan geram.
"Apa kamu bisa bicara sopan sama saya?" tanya Devan.
"Anda ingin saya bicara sopan? tolong sebelum bicara pikir dulu!!! justru saya mau memberitahukan untuk anda agar mengajar istri Anda supaya bicara sopan, anda tahu barusan dia datang dan berteriak di sini seperti orang gila, mengatakan Nayla perebut suami orang," ucap Reyna.
"Jessica datang ke sini?" ucap Devan sambil menatap Nayla dengan penuh tanya.
Nayla membuang pandangannya bibirnya tidak ingin berucap apapun saat ini, yang Nayla butuhkan sebuah ketenangan,, lelah dengan segala perdebatan.
"Pergi dari sini dan ajari istri anda itu sopan santun!!!" usir Reyna.
Ponsel Devan tiba-tiba berdering ternyata seorang dokter menghubunginya dari rumah sakit, memberitahukan keadaan Jessica yang kini dia tangani.
Devan menatap Nayla setelahnya dia pergi tanpa melihat Felix seperti tujuan awalnya saat mendatangi kontrakan Nayla.
"Semoga keguguran sekalian!!" ucap Reyna sambil menatap mobil Devan yang sudah melaju pergi.
"Reyna" ucap Nayla yang merasa ucapan Reyna itu tidak pantas.
__ADS_1