
Permasalahan semakin rumit saja bahkan tanpa menemui titik terang,, Jessica masih saja menghampiri Nayla,, bahkan Jessica memperingati agar tidak lagi menyuruh Devan untuk menemuinya.
"Jangan pernah meminta suamiku untuk menemui kamu lagi,, kamu itu bukan siapa-siapa Nayla,, kamu itu hanya parasit saja di dalam rumah tangga kami," ucap Jessica.
Jessica belum puas sama sekali setelah semalam dia menghina Nayla saat memergoki Nayla dan Devan,, pagi ini sebelum Devan bangun dari tidurnya,, Jessica sudah pergi menghampiri Nayla.
"Kamu lihat tadi malam kan? bahkan suamiku itu tidak membela kamu sama sekali,, karena dia sangat sadar bahwa kamu hanyalah sebuah kesalahan saja," ucap Jessica lagi dengan penuh kemarahan.
Nayla hanya diam mematung ditempatnya,, aktivitas pagi terasa sangat berat,, perlahan tangan Nayla mematikan api kompor dengan nasi goreng di atasnya.
Nayla mencoba tetap kuat demi janinnya,, hanya janinnya yang menjadi temannya saat ini,, Nayla berjanji akan merawat anak itu sendiri tanpa mengharapkan Devan,, bertahan di atas kerapuhan tanpa ada tempat untuk dirinya bersandar,, menerima segala hinaan dengan hati rela tanpa ada bantahan sedikit pun.
Jessica menatap punggung Nayla,, hati Jessica terlalu sakit sehingga tidak bisa berpikir jernih. Baginya Nayla hanya orang ketiga yang tidak perlu dikasihani sama sekali.
Setelah puas mengeluarkan kalimat hinaan untuk Nayla,, Jessica pun pergi,, kembali ke rumah untuk menjaga suaminya agar Devan tidak lagi menemui Nayla.
Mulai saat ini dan seterusnya,, Jessica akan mengikuti Devan kemanapun Devan pergi,, Jessica tidak akan rela rumah tangganya hancur dan Nayla menjadi pemenangnya.
Itu tidak akan pernah terjadi!!!
#########
Sampai di rumah Jessica memohon kepada Bima Putra,, sebagai Ayah mertua yang terkenal dengan ketegasan,, Jessica yakin jalan yang tepat adalah meminta Ayah mertuanya untuk bicara dengan Devan.
Bima Putra tidak menolak sama sekali keinginan Jessica,, Bima Putra segera mengumpulkan semua anggota keluarga untuk duduk di ruang tamu tidak terkecuali Devan.
"Kenapa kamu jadi laki-laki tidak baik seperti ini?" ucap Bima Putra,, jelas sekali dia marah dengan kelakuan putranya.
Tatapan kemarahan itu terlihat sangat jelas, Bima Putra sungguh kecewa saat mengetahui Devan ternyata memiliki dua istri,, dimana dua istrinya itu sangat dikenalinya.
"Kenapa kamu malah menyalah gunakan kepercayaan ku, aku berikan kamu kebebasan lantas kamu berbuat semau mu,, bagaimana jika Rani yang berada di posisi Jessica?" tanya Bima Putra dengan penuh kemarahan.
Devan merasa semuanya harus dijelaskan mengingat saat ini Nayla terus menjadi sasaran kemarahan Jessica bahkan keluarganya juga.
"Ceraikan Nayla!" tegas Ana.
Devan langsung menatap Ana yang duduk bersebelahan dengan Jessica, menimbang permintaan Ana yang sangat sulit untuk dilakukannya.
"Apa yang dikatakan oleh Mamamu memang benar,, ceraikan Nayla," ucap Bima Putra juga yang berpihak pada Ana.
__ADS_1
"Tidak bisa Pa,, aku tidak mau melakukan itu,," ucap Devan tegas.
"Jadi itu berarti,,, kamu mau menceraikan aku?" tanya Jessica sambil berurai air mata.
Apa artinya pernikahan mereka,, perselingkuhan Devan sungguh sangat menyakiti hatinya.
Devan tidak mungkin menceraikan Jessica mengingat dirinya mencintai Jessica.
"Tidak!" ucap Devan.
"Serakah kamu Devan!" ucap Bima Putra.
"Ceraikan Nayla!!" ucap Bima Putra tegas.
"Nayla sedang mengandung anakku,," ucap Devan.
Tangis Jessica semakin kencang,, perasaannya semakin terluka begitu mendengar kenyataan pahit yang dikatakan oleh Devan. Jadi waktu dirinya melihat kehamilan Nayla,, Ayah dari anak itu adalah Devan.
"Ma,, Jessica nggak kuat Ma," rintih Jessica dengan hati penuh luka.
"Apa karena aku belum bisa memberikan kamu anak sampai kamu sangat tega padaku Devan? apa kamu tau aku juga tidak menginginkan keadaan ku seperti ini Devan,, kenapa kamu sangat tega padaku,," ucap Jessica sambil menangis dengan hati terluka.
"Nayla jelas-jelas salah, kamu lebih salah lagi,, kalian berdua salah!!" tegas Bima Putra.
Devan langsung menceritakan peristiwa yang menimpanya,, sampai akhirnya dirinya memutuskan untuk menikahi Nayla, bahkan Devan juga menceritakan tentang latar belakang keluarga Nayla yang begitu sangat memprihatinkan.
"Aku takut Nayla akan bunuh diri karena terlalu tertekan apalagi tidak ada yang mendukung dia,, keluarganya mengusir dia,, aku hanya ingin bertanggung jawab saja,, aku mencintai Jessica tapi aku juga harus tanggung jawab pada Nayla, dia hamil karena aku,, dia mengandung anakku,," ucap Devan.
Semua anggota keluarga langsung terperangah begitu mendengar perkataan Devan, mereka seakan tidak percaya begitu mendengar penjelasan Devan yang seakan tidak masuk logika,, sangat di luar akal sehat mereka.
Nayla wanita malang yang mengalami pemerkosaan oleh anak majikannya sendiri, kini wanita itu tengah mengandung cucu dari keluarga Bima Putra.
"Aku salah? iya memang benar aku salah, lantas bagaimana dengan anak yang dia kandung? anak itu tidak bersalah,,, aku juga tidak mungkin menelantarkan anakku kan,, Pa?" ucap Devan lagi.
"Kamu pasti berbohong Devan,,, katakan saja bahwa kalian berselingkuh di belakang ku,, kalian kebablasan sampai dia hamil sekarang,," ucap Jessica dengan isak tangis yang semakin menjadi membayangkan Devan,, suami yang sangat dicintainya kini menghamili wanita lain, mereka tidur bersama di belakangnya sampai wanita itu hamil.
Jessica benar-benar belum bisa terima penjelasan dari Devan sedikit pun dia tidak terima,, bagi Jessica,, Devan saat ini hanya sedang berusaha melindungi seorang pelakor saja. Jessica benar-benar semakin benci pada Nayla karena Devan saat ini masih berusaha melindungi Nayla.
"Kalau memang peristiwa itu terjadi kenapa kamu malah menikahi aku Devan? kenapa? kenapa kamu tidak menikahi dia saja Devan? kenapa malah menikahi aku sehingga menyakiti aku begini,," teriak Jessica.
__ADS_1
Devan terdiam memijat dahinya,, semuanya seakan menjadi sangat rumit,, rumah tangga yang dia bayangkan sangat tidak sesuai dengan kenyataannya sekarang.
"Malam itu aku pikir wanita itu kamu,, Jessica,, aku sudah dipengaruhi obat perangsang itu,, sehingga aku berpikir tidak apa melakukan nya malam itu karena besok kita akan menjadi suami istri juga,, obat itu sudah menguasai aku,, kalau dalam keadaan sadar,, aku juga tidak mungkin melakukan hal itu sebelum kita menikah,, kamu tau sendiri kan aku bagaimana orangnya,, dan gara-gara obat itu penolakan dari Nayla pun tidak membuat ku sadar,, begitu aku bangun pagi-pagi,, aku benar-benar pusing dan tidak mengingat dengan jelas wajah wanita yang semalam tapi aku masih berpikir itu kamu,, kan kamu calon istriku aku pikir kamu sengaja datang mau memberikan aku surprise, aku mau memeriksa CCTV tapi waktunya sudah sangat mepet,,, aku juga sudah disuruh cepat-cepat waktu itu,, aku memutuskan memeriksa CCTV setelah acara pernikahan kita,, karena aku masih berpikir wanita itu kamu,, tapi begitu tau wanita itu Nayla setelah memeriksa CCTV,, aku juga benar-benar kaget,, dan tidak menyangka,, Nayla korban Jessica,, sangat jelas di rekaman CCTV Nayla mengantar jas lalu tidak lama dia masuk,, aku juga masuk ke dalam kamar dengan pengaruh obat,, setelah lama di dalam kamar berdua,, dia keluar dari dalam kamar ku dengan acak-acakan,, itu semua karena perbuatan ku...,"
"Stop Devan,, stop,, aku tidak percaya itu hanya omong kosong saja karena kamu melindungi wanita gatal itu,, dia pasti masuk merayu kamu di dalam kamar dan kamu tergoda sama dia,,, jangan jadikan dia korban,, akulah korban kalian berdua disini,, kamu berkhianat dengan wanita murahan itu,," teriak Jessica.
"Ayo kita bicara berdua," ucap Devan bangun dari duduknya lalu menarik tangan Jessica.
Bima Putra membiarkan mereka bicara berdua.
"Aku tidak mau Devan," ucap Jessica menghempaskan tangan Devan,, menolak Devan membawanya bicara berdua di kamar.
"Ikut aku!" ucap Devan memaksa menarik Jessica agar masuk ke dalam kamar,, lalu mengunci pintu kamar.
Krang!!!!
Jessica melempar vas bunga ke cermin hingga pecah.
"Kamu jahat Devan!" teriak Jessica dengan tangisan.
Devan berdiri diam di daun pintu,, mendengar segala kekesalan Jessica sampai akhirnya Jessica lelah dan terduduk di lantai.
"Kenapa kamu begitu jahat Devan?" lirih Jessica dengan bibir bergetar.
"Aku tidak bohong dengan apa yang aku katakan tadi,, dan aku laki-laki yang bertanggung jawab Jessica,, aku menikahi Nayla hanya karena bertanggung jawab,, tolong terima itu Jessica,," ucap Devan.
"Kamu jahat Devan,, aku tidak mau di madu,, aku tidak mau memiliki madu,," ucap Jessica sambil menengadah kan wajahnya melihat Devan.
"Dia tidak selamanya akan menjadi istriku,, kami memiliki perjanjian," ucap Devan.
"Perjanjian apa?" tanya Jessica penasaran.
"Setelah anak itu lahir kami akan bercerai," jawab Devan.
"Kenapa tidak gugurkan saja anak itu?" ucap Jessica,, saat ini Jessica tidak lagi memiliki hati, rasa cemburu mengubah dirinya menjadi iblis yang tidak berbelas kasih.
Pengkhianatan ini membuatnya menjelma menjadi monster mengerikan tanpa ada rasa iba sedikit pun untuk Nayla.
"Anak dikandungan Nayla, anak kandung ku Jessica,, bagaimana mungkin seorang Ayah melenyapkan anaknya sendiri?" tanya Devan setengah berjongkok melihat Jessica.
__ADS_1
"Kamu pembohong,, aku yakin saat ini kamu sedang mengelabui aku, kamu jahat Devan, kamu jahat,," teriak Jessica lagi.