Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Merasa bersalah,,,


__ADS_3

"Nayla," desah Devan setelah Nayla memasukkan milik Devan di mulutnya.


Ini sungguh menjijikan bagi seorang wanita murahan tidak berharga diri, tapi ini sudah terlanjur tidak bisa mundur lagi.


Devan benar-benar kenikmatan dengan permainan Nayla.


Devan yang sudah tidak tahan lagi langsung membalikkan tubuh Nayla sehingga Nayla berada di bawahnya,, lalu Devan memasuki Nayla.


"Ahh...Mas enak sekali," desah Nayla merintih dengan kenikmatan dan juga berteriak.


Mendengar Nayla yang kenikmatan membuat Devan semakin bersemangat untuk melakukannya.


Semakin Nayla berteriak kenikmatan maka semakin membuat Devan bahagia dan terperangkap jauh dalam gejolak panasnya berada dalam diri Nayla.


Kenapa Nayla seperti ini bermain sesuka hatinya tanpa rasa malu seperti biasanya. Tapi biarlah Devan tentu sangat menikmati semua ini Devan sangat menyukai Nayla yang seperti ini.


Setelah mereka berdua sampai pada puncaknya, mereka berdua terkapar,, Devan bahkan tertidur lelap di samping Nayla.


Nayla segera bangun sekalipun Nayla merasa badannya terasa sangat remuk karena Devan yang sangat menggebu-gebu melakukannya, Nayla tetap menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya meskipun Nayla merasa kepalanya sangat pusing. Nayla segera mengguyur tubuhnya seketika bayangan wajah Jessica menghantui dirinya.


Nayla beberapa kali membenturkan kepalanya di dinding,, apa yang dilakukannya tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya.


Bukankah dirinya tahu bagaimana rasanya disakiti? lalu mengapa dirinya menyakiti wanita lain.


"Nggak Nayla, ini bukan dirimu," teriak Nayla.


Nayla terus membasahi dirinya di bawah shower, rasa sesal kian terasa,, terus menghantui dirinya dan itu sangat menyiksa, apa yang harus dilakukannya saat ini.


"Kenapa aku tidak bisa jadi manusia yang jahat? kenapa aku diciptakan dengan perasaan dan rasa iba,, aku juga ingin menjadi orang yang egois seperti mereka yang selalu egois padaku, selalu menyakitiku," ucap Nayla sambil menangis tersedu-sedu,, Nayla merasa bingung apa yang harus dia lakukan saat ini.


Devan mendengar suara teriakan Nayla dari dalam kamar mandi, Devan segera bangun dan menyusul Nayla di kamar mandi,, beruntung pintu kamar mandi tidak terkunci jadi Devan bisa masuk ke dalam untuk melihat Nayla.


"Nayla Kamu kenapa? tanya Devan dengan perasaan khawatir,, Devan segera melangkah cepat ke dekat Nayla yang saat ini masih berada di bawah guyuran air shower, Nayla sudah kedinginan tapi Nayla masih betah berlama-lama di bawah shower.


Devan benar-benar takut dan panik nanti kandungan Nayla jadi bermasalah,, Devan segera mematikan air shower lalu mengambil handuk dan melilitkan di tubuh Nayla.

__ADS_1


"Kamu kenapa kok tiba-tiba jadi begini? tanya Devan, beribu tanya ada di kepala Devan bukankah tadi istri keduanya itu baik-baik saja dan begitu menikmati semuanya kenapa tiba-tiba sekarang dia seperti ini.


Sekarang istri keduanya itu terlihat sangat sedih dengan wajah rapuh yang tidak bisa ditutupi.


"Nayla, sebenarnya kamu kenapa? tanya Devan khawatir.


"Kamu pulang sekarang," ucap Nayla.


Devan mendadak bingung seketika, bukankah Nayla yang menginginkan dirinya di sini tanpa boleh pergi dari sini. Lalu kenapa sekarang malah disuruh pergi.


Bahkan Nayla sendiri yang memintanya untuk pergi.


Devan benar-benar bingung dan bertanya-tanya apakah penyebabnya yang membuat Nayla tiba-tiba berubah secara drastis.


"Nayla apa kamu baik-baik saja? tanya Devan.


Lalu bagaimana dengan dirinya jika pergi dari sini sekarang, apakah dirinya tidak bisa menemui Nayla lagi bahkan tidak bisa menemui anaknya.


Apakah ancaman itu masih berlaku sampai saat ini, meskipun Nayla sendiri yang menyuruh dia pergi.


"Nayla sebenarnya ini kenapa, kamu kenapa? tanya Devan. Devan tidak ingin pergi sebelum mendapatkan jawaban atas perubahan Nayla yang tiba-tiba begini.


"Aku cuma mau kamu pulang sekarang,, udah itu aja," ucap Nayla.


"Tapi Nayla.."


"Pulang sekarang," ucap Nayla sambil mengambil benda apa saja yang ada di dekatnya dan melemparkannya pada Devan, meskipun tidak mengenai Devan tapi Nayla tidak berhenti begitu saja.


Apa saja yang ada di dekat Nayla hancur berantakan karena terbentur di dinding.


"Pergi sekarang!!! pulang!!!" ucap Nayla.


Devan pun menganggukkan kepalanya lalu segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah bercinta dengan Nayla tadi,, lalu sesudah memakai pakaian bersih Devan kembali menemui Nayla.


"Nayla," ucap Devan.

__ADS_1


"Pergi!!!" ucap Nayla lagi.


Devan benar-benar tidak tahu harus bicara apalagi,, sejenak Devan memandang tubuh Nayla yang sedang duduk di tepi ranjang dengan terlilit handuk saja.


"Pakai pakaianmu nanti masuk angin," ucap Devan sekalipun tidak mencintai tapi Devan tetap memperhatikan Nayla ataupun anak yang sedang berada di dalam kandungan Nayla.


Nayla masih terdiam Nayla masih berusaha menerima apa yang terjadi barusan,, karena tadi dirinya sudah menjadi wanita jahat yang tidak berbelas kasih.


Lantas mengapa harus ada rasa bersalah dan penyesalan, ini sungguh bukan dirinya,, Nayla Putri bukanlah wanita yang jahat,, jika dia membalas kejahatan dengan kejahatan lalu apa bedanya dirinya dengan orang yang telah jahat padanya.


Tidak!!! Nayla tidak ingin menjadi wanita yang jahat.


"Pergi!!! pergi dari sini," ucap Nayla sambil terisak menyesali perbuatan jahatnya tadi pada wanita lain yaitu Jessica.


##########


Jessica sudah tidak mampu lagi mendengar suara ******* Devan dan Nayla yang terdengar begitu menikmati percintaan panas mereka.


Sejak mematikan panggilan telepon dengan Devan,, hati Jessica tidak bisa lagi tenang, Jessica memegang dadanya yang terasa sakit, terasa sangat sesak,, lalu Jessica duduk di lantai sambil berurai air mata.


Awalnya Jessica masih berpikir bahwa Devan pergi untuk menenangkan dirinya tapi nyatanya Devan malah pergi bersenang-senang dengan istri mudanya,, apalagi Jessica mendengar betapa Devan sangat menikmati bercinta dengan istri mudanya itu,, suara ******* Devan selalu terngiang-ngiang di otak Jessica,, bagaimana Devan bisa seperti itu sangat menikmati Nayla sementara pada dirinya Devan tidak seperti itu.


Katakanlah saat ini Jessica memang bersalah,, tapi apakah Devan harus memperdengarkan suara ******* kenikmatan mereka berdua yang sedang bertempur di atas ranjang.


Tidak!!!


Tidak harus seperti itu bukan.


Pikiran Jessica saat ini adalah Devan yang kejam tanpa memikirkan perasaan dirinya sedikit pun, sekalipun Jessica pernah melakukan kesalahan tapi untuk cintanya pada Devan,, Jessica tidak pernah main-main,, Jessica sangat mencintai Devan.


"Aaakkhhhhhhhh," teriak Jessica sambil mengacak-acak kamarnya,, melempar bantal ke segala arah,, melempar barang-barang yang ada di dalam kamarnya.


"Devan,, kamu benar-benar tega padaku," teriak Jessica,, seketika itu mata Jessica menatap gorden,, kini tidak ada alasan lagi untuk dirinya tetap hidup. Tidak ada alasan lagi untuk dirinya tetap bertahan hidup,, Jessica benar-benar tidak akan sanggup melihat Devan bersama wanita lain.


Pilihlah yang tepat adalah dirinya bunuh diri, Jessica lalu mengangkat kursi meja rias,, mengikat kain gorden sebagai tali untuk melilit lehernya.

__ADS_1


"Baiklah, selamat tinggal Devan," ucap Jessica.


__ADS_2