Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Berpura-pura bahagia!!!


__ADS_3

"Kandungan istri anda sangat lemah dokter Devan,, sangat tipis kemungkinannya janin itu bisa bertahan, apalagi emosinya yang tidak stabil dan stres berat," ucap Dokter yang baru saja memeriksa keadaan Jessica.


Devan hanya bisa diam sambil menatap Jessica yang belum sadarkan diri sampai sekarang, terbaring di atas brankar rumah sakit, entah siapa yang membawa Jessica ke rumah sakit tetapi Devan tentu akan sangat berterima kasih kepada orang tersebut


"Saya permisi dulu Dok," ucap Dokter itu dan Devan pun mengangguk lalu kembali menatap Jessica.


Mungkin mulai saat ini Devan tidak akan lagi mengingat Nayla, Devan hanya akan fokus pada Jessica saja, sejenak Devan mencoba meyakinkan dirinya bahwa tidak pernah jatuh cinta pada Nayla,, dan berjanji akan memberikan segala perhatiannya pada Jessica.


"Devan aku di mana?" tanya Jessica begitu sadarkan diri lalu melihat di sekitarnya.


"Kamu di rumah sakit," jawab Devan sambil mendekati Jessica dan memeluk Jessica dengan erat.


"Kamu jangan stress lagi,, aku janji akan selalu ada untuk kamu, asal kamu harus janji juga untuk menjaga anak kita dengan baik," ucap Devan.


Jessica mengangguk dengan bahagia untuk memulai semua benar-benar dari awal kembali. Waktu terus berjalan dengan begitu cepat, Devan menepati janjinya dengan fokus pada Jessica saja, keadaan rumah tangga keduanya terlihat bahagia tanpa ada lagi pertengkaran apalagi ketegangan seperti sebelumnya, Devan benar-benar menjaga Jessica dengan penuh keseriusan, sekaligus menjaga anaknya yang masih di dalam kandungan Jessica. Begitu juga dengan Jessica tidak pernah menemui Nayla sama sekali, rumah tangga keduanya benar-benar kembali seperti semula setelah Devan memberikan perhatiannya lagi.


###############


Satu minggu kemudian....


Saat matahari bersinar dengan terangnya, Nayla merentangkan kedua tangannya, menghirup udara sebanyak-banyaknya, merasakan keadaannya hari ini jauh lebih baik.


"Nayla," ucap Alex yang kembali datang menemui Nayla setelah beberapa hari ini Alex benar-benar merasa bersalah dan belum juga mendapatkan maaf dari Nayla.


Nayla langsung menurunkan kedua tangannya lalu menatap Alex.


"Tolong maafkan aku Nayla," ucap Alex cepat.


Nayla mengangguk sambil tersenyum,, entah terbuat dari apa hati wanita itu sehingga mudah sekali memaafkan seseorang yang telah membuat hidupnya seperti ini. Alex tersenyum bahagia tidak menyangka Nayla akan memaafkan dirinya, hati wanita itu begitu tulus tanpa dendam tidak salah jika adiknya itu begitu kagum terhadap kebaikan seorang Nayla.


"Terima kasih banyak Nayla," ucap Alex yang ingin sekali berteriak mengatakan bahwa dia sangat bahagia telah mendapatkan maaf dari Nayla.


"Apa aku boleh bicara?" tanya Alex.


Nayla mengangguk dan menunjuk kursi yang ada di teras kontrakan rumahnya.


"Aku benar-benar berterima kasih karena kamu sudah mau memaafkan aku," ucap Alex.


"Tidak baik menyimpan dendam semua orang pasti pernah berdosa, Tuhan saja Maha memaafkan apalagi aku yang hanya manusia biasa," ucap Nayla.


Lagi-lagi Alex begitu tersentuh dengan kata-kata mutiara Nayla, hatinya sesuai dengan wajahnya yang sangat cantik dan meneduhkan kalbu.

__ADS_1


"Sekali lagi terima kasih Nayla," ucap Alex yang tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih karena sangat bahagia mendapatkan maaf dari Nayla.


"Iya lagian kasihan Felix kalau aku terus bersedih kesannya seperti aku tidak menginginkan anakku sendiri, mungkin sudah begini caranya agar dia terlahir ke dunia ini," ucap Nayla sambil tersenyum tulus tanpa dendam yang terpancar dari wajah cantiknya.


Terus menyimpan dendam akan membuat perasaan kacau hingga membuat tidak senang, salah satu pilihan yang tepat adalah tentu saja berdamai dengan keadaan.


"Ngapain ke sini?" ucap Reyna yang tak suka lagi dengan Alex semenjak kakaknya itu tega melakukan sesuatu yang membuat hidup Nayla hancur. Hal itu tentu saja membuat Reyna kesal bukan kepalang.


Reyna baru saja sampai ke rumah membeli perlengkapan Felix yang diminta oleh Nayla. Tapi begitu sampai di rumah malah melihat kakaknya Alex yang membuat dirinya benar-benar kesal.


"Reyna, sudahlah tidak baik terus bermusuhan," ucap Nayla menegur Reyna.


"Apa kamu dengar itu? Nayla yang sudah disakiti saja masih mau memaafkan kamu, sadar!!!" ucap Reyna kesal dan langsung masuk ke dalam rumah.


Alex mengangguk mengerti akan kekesalan adiknya itu pada dirinya,, tetapi di dalam hati Alex benar-benar sangat menyesal dan tulus meminta maaf pada Nayla.


"Mulai besok kamu kembali bekerja yah,, aku butuh kamu banget," ucap Alex yang memohon pada Nayla.


"Aku malas Dok,, aku sudah sangat tenang tanpa Dokter Devan dan juga istrinya selama satu minggu ini,, mungkin kalau aku masuk kerja,, aku bisa bertemu dengan mereka lagi," ucap Nayla.


"Tidak! kita hanya bekerja saja kamu juga harus nabung untuk kebutuhan Felix, Devan sudah bahagia dengan Jessica, kamu jangan memikirkan itu lagi," ucap Alex.


Nayla pun mengangguk kembali bekerja mungkin itu lebih baik, menimbang sampai saat ini pun dia belum memiliki pekerjaan lainnya apalagi kebutuhan anaknya saat ini semakin banyak. Tabungan Nayla semakin menipis sedangkan putranya butuh susu juga, karena usia bayi itu sudah enam bulan dan membutuhkan susu formula juga. Felix harus mendapatkan kebutuhan yang cukup apalagi anaknya itu terlahir dalam keadaan prematur.


"Di dalam Dok," jawab Nayla.


"Bisa aku melihatnya? aku juga ingin menggendong bayi," ucap Alex.


Nayla mengangguk kemudian masuk mengambil Felix,, sesaat kemudian dia memberikan kepada Alex.


"Hai, bayi tampan! kenalin aku Om Alex," ucap Alex yang mengajak bayi tampan itu untuk berbicara seakan mereka berdua sedang kenalan.


Nayla hanya diam tidak ada lagi pikiran melayang pada yang lainnya, saat Devan tidak lagi menemuinya sungguh hidup Nayla begitu damai dan juga nyaman, bahkan dalam hati Nayla berharap semoga tidak ketemu lagi dengan Devan.


"Kita jalan-jalan gimana?" tanya Alex.


"Nggak usah Nay,, jangan mau!" ucap Reyna yang hanya lewat,, dia ingin membeli sesuatu di warung tetapi ikut menimpali.


Nayla tersenyum melihat wajah Reyna yang masih menyimpan kemarahan pada Alex.


"Sepertinya dia sangat kecewa padaku," ucap Alex sambil mendesus lesu.

__ADS_1


"Reyna seperti keluarga sendiri, dia sangat menyayangi aku Dok," ucap Nayla.


"Kelihatannya memang begitu," ucap Alex yang membenarkan apa yang dikatakan oleh Nayla.


"Apa kamu belum mau menikah lagi? maksudku mau memberikan Ayah sambung untuk Felix?" tanya Alex.


Akhirnya setelah sekian lama pertanyaan itu keluar juga dari mulut Alex,, Alex ingin sekali membahagiakan Nayla dan Felix memberikan kasih sayang hingga bisa menebus sedikit dosanya.


"Belum Dok, saya ingin sendiri dulu fokus pada anak saya," jawab Nayla yang saat ini belum ingin menikah lagi. Setelah habis merasakan pahitnya berumah tangga meninggalkan rasa trauma di hati Nayla, entah sampai kapan itu terus terjadi? tapi untuk saat ini Nayla masih benar-benar menutup hatinya,, untuk siapa saja yang ingin menghalalkan dirinya.


"Baiklah kalau sudah siap menikah lagi,, katakan saja! aku siap menunggu kamu, sampai kamu siap untuk menikah lagi," ucap Alex.


Nayla tersenyum menganggap apa yang dikatakan oleh Dokter Alex hanya sebuah lelucon saja.


"Jalan-jalan yuk, demi Felix! dia di rumah terus kasihan, stres dong bayi kalau cuma terkurung di dalam rumah terus," ucap Alex lagi.


Nayla mengangguk setuju sebenarnya dia malas sekali untuk pergi,, tetapi Nayla hanya ingin sekedar membawa Felix jalan-jalan, usia bayi itu sudah enam bulan tapi belum sekalipun diajak jalan-jalan.


Sampai di taman kota ketiganya duduk di kursi, Alex terus saja menggendong Felix, memberikan Felix pada Nayla hanya ketika dia sedang mengemudi saja.


"Hai Bunda! lihat nih Felix ganteng kan?" ucap Alex membelikan sebuah topi yang dibawa oleh penjual keliling dan memakaikan di kepala Felix.


Nayla tersenyum menatap pipi tembem Felix.


"Panggil Papa aja sama Om yah," ucap Alex.


Nayla lagi-lagi cuma tersenyum melihat kelucuan Alex, mungkin ini hanya bentuk rasa bersalah saja dari Alex,,, sehingga Alex benar-benar begitu perhatian pada Felix.


"Panggil Papa dong," ucap Alex lagi.


Sedangkan tidak jauh dari sana Devan hanya diam menatap putranya berada dalam gendongan pria lain. Hatinya seakan hancur tanpa sisa saat ini,, menepati janji pada Jessica hanya membuat perasaannya hancur berkeping-keping. Selama ini di dekat Jessica dia hanya berpura-pura bahagia saja.


Devan mengakui sudah jatuh cinta pada Nayla tetapi entah sejak kapan cinta itu hadir Devan juga tidak sadar dan tidak tahu.


Tersenyum pada Jessica yang kini berdiri di sampingnya, berpura-pura terus seakan bahagia agar janin Jessica tetap baik-baik saja. Padahal hatinya tidak bahagia sama sekali.


"Devan,, kamu lihatin apa?" tanya Jessica yang menyadari bahwa Devan menatap hal yang lain, dan dia pun langsung menatap arah tatapan Devan.


Terlihat Nayla bersama Alex di sana mereka tersenyum dengan lepas seakan pasangan yang begitu bahagia, Nayla meniup balon sedangkan Alex memangku Felix, Jessica menarik nafas mengerti dengan keadaan Devan.


"Kita pulang saja yah," ucap Jessica sambil menarik Devan untuk pergi, Jessica tidak ingin rumah tangganya yang sudah bahagia kembali terusik karena perubahan sikap Devan begitu melihat wajah Nayla.

__ADS_1


Jessica sedang berusaha untuk mengembalikan semua cinta Devan yang sudah terbagi untuk Nayla,, Jessica masih yakin Devan hanya miliknya seorang saja. Sampai di apartemen Devan terlihat tersenyum pada Jessica, tetapi setelah Jessica tertidur, dia duduk dan menatap foto Nayla yang masih tersimpan di ponselnya.


Air mata Devan menetes.


__ADS_2