Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Hidup ini seakan begitu memilukan!


__ADS_3

"Tidak usah memposisikan diri sebagai korban! aku korban yang sesungguhnya di sini, dulu kau pergi dan kini kembali dengan sesukamu, kau punya hati tidak?" teriak Alex.


Api amarah bercampur kebencian terhadap Jessica terlihat jelas, Alex tak ingin lagi disakiti dengan memberikan hati pada Jessica.


Jangan lupakan dulu pernah meninggalkan demi menikah dengan Devan, meninggalkan dirinya hanya dengan satu kata maaf.


Lalu berteman dengannya seakan keduanya tak pernah saling melengkapi satu sama lainnya, tapi bagi Alex kata maaf saja tak cukup.


Bahkan memintanya menutupi hubungan mereka dulu, demi kebahagiaan bersama Devan.


Sayangnya bukan bahagia diterima Jessica, tapi sebuah luka yang begitu dalam, mengetahui bahwa dirinya bukanlah istri satu-satunya.


Itulah cinta yang dibalas luka, tak ada kecurangan yang bisa berjalan sempurna, kejahatan seorang pengkhianat tidak akan bisa lari dari hukumannya.


Bagaikan karma dibayar tunai, madunya sendiri adalah wanita yang tinggal satu atap dengannya.


Keduanya memiliki komunikasi yang baik, pertemanan bahkan persahabatan, sayangnya madunya tersebut tak semanis madu lebah yang menyakitkan.


Madu yang diberikan Devan lebih sakit dari lebah yang menyengat tubuh, pemilik madu manis.


"Aku minta maaf! tolong lepaskan aku," lirih Jessica dengan mata yang berkaca-kaca, sakit sekali rasanya diperlakukan tanpa belas kasihan.


"Kau tahu kenapa pernikahanmu dengan Devan tak bahagia selamanya? itu karena kau bahagia di atas penderitaan orang lain, kau bahagia saat melukai aku," ucap Alex.


Baiklah jika Alex bisa bahagia dengan menyakiti, Jessica pasrah menerima tapi bisakah setelahnya untuk menerima dengan baik atau melepaskan dengan segera agar tak ada yang terluka.


Apalagi sampai menyimpan dendam, semua perselisihan ini cukup sampai di sini saja, Jessica sudah tak sanggup lagi.


"Jika aku belum cukup mengobati lukamu, tolong katakan apa yang harus kulakukan agar kamu bisa menerima maafku, aku menyesal Alex, apa kamu lupa sebelum kita memiliki hubungan gelap kamu sudah tahu aku milik Devan! bukan Devan merebutku darimu apalagi menghancurkan hubungan kita, bukan pula aku mengkhianatimu, kau tahu statusku adalah calon istri Devan," jelas Jessica dengan dada naik turun menahan sesak di dadanya.


Sejenak Alex terdiam meskipun tak melepaskan Jessica, dirinya menimbang apa yang dikatakan oleh Jessica.


"Kau bukan korban, kau itu pelaku, kita berdua sama-sama jahat, Devan yang menjadi korban, Nayla terseret dalam arus masalah ini, kau yang memberikan obat pada minuman Devan, hingga Nayla hamil, kau adalah sumber masalahnya dan setiap harinya kau terus menuduh aku sebagai pengkhianat, tanya dirimu dulu!" ucap Jessica.


"Kau sekarang menuduh aku?" ucap Alex.


Sebelah tangan Alex mencengkram dagu Jessica dengan kencangnya, tak peduli saat air mata wanita tersebut membasahi tangannya.


Gelapnya cinta penuh dendam menjadikannya sebagai lelaki kasar, tak peduli betapa sakitnya cengkraman tangan seorang lelaki.


"Aku tidak menuduh! ini faktanya aku merasa sedih saat Devan jauh dariku, kau pun datang menawarkan dirimu, saat itu sudah jelas kau tahu aku kekasih sahabatmu, juga kamu menjamahku hingga mabuk dan kau mengambil kesucian ku, saat itu aku hamil!!! saat itu aku hamil karena mu, sekarang kamu mengatakan aku wanita iblis, lalu kau bagaimana?" ucap Jessica.


"Kau juga mau berkhianat, sudah tahu kau mencintai pria lain, kenapa malah menerima tawaranku, kau wanita murahan yang haus belaian," ucap Alex,, tidak ada simpati yang ada hanya hinaan tanpa ingin berdamai dengan masa lalu yang kelam.


"Kita sama saja! tolong Alex kita sama-sama memperbaiki diri atas kesalahan-kesalahan kita dulu," ucap Jessica.


"Jangan samakan aku denganmu!" ucap Alex.


"Kau tak sama denganku, kita itu berbeda jauh, kau pelakunya dan aku menjadi korban, sekarang kau bilang aku ini wanita murahan, lalu di mana tanggung jawabmu setelah aku keguguran? itu anakmu!" ucap Jessica.


"Kau ingin menyudutkan ku?" ucap Alex.


"Tidak! aku minta maaf kalau aku salah, tolong maafkan aku, pilihan ada padamu sekarang ceraikan aku atau perlakukan aku layaknya istrimu," ucap Jessica.


"Jika maaf mu bisa membuat ku bahagia dan membalut luka ku, maka aku akan memaafkan, sayangnya semakin ke sini aku semakin muak melihat mu," ucap Alex.

__ADS_1


"Kalau begitu ceraikan aku!" ucap Jessica.


"Hebat sekali kau yah! mati-matian kau berkorban untuk Devan, hanya Devan dan Devan, begitupun saat ini, setelah tujuanmu tercapai kau ingin lepas begitu saja," ucap Alex.


"Lalu aku harus apa Alex? tolong katakan agar kamu mau memaafkan aku," pinta Jessica dengan peluh yang bercucuran dan sakit pada tengkuknya.


Alex menggigit tengkuk Jessica setelah menghisapnya dengan kuat, rasanya mungkin bukan hanya sebuah warna keunguan saja tapi juga ada bercak darah.


"Kamu memang wanita murahan," ucap Alex lalu menarik lingerie Jessica dengan kasar hingga terlepas.


Shrek!!! lingerie itu berakhir di lantai, hanya tangisan yang terdengar dari bibir Jessica.


Tangisan kesakitan, tanpa ampun dari Alex.


"Mama menginginkan cucu bukan?" Alex tersenyum miring.


"Itu karena dia tidak tahu kamu mandul, nanti setelah dia tahu pasti dia yang memintaku melemparmu keluar dari rumah ini," ucap Alex lagi.


Alex tersenyum bahagia melihat raut wajah Jessica penuh dengan air mata, penderitaan Jessica adalah suatu kebahagiaan yang luar biasa.


Di mana cinta yang dulu? cinta yang begitu besar kini hanya sebuah kenangan berganti dengan kebencian yang mendalam tanpa ada yang dapat menahan.


Besarnya cinta Alex terkikis setelah Jessica memutuskan untuk meninggalkan dirinya, bertambah benci saat Jessica menawarkan menikah dengannya karena Devan.


"Tutup mulutmu! aku tidak mandul! kau yang iblis!" ucap Jessica.


Sekalipun tak berdaya untuk melepaskan diri, Jessica pun tetap membela diri kenyataannya selama ini dia bisa mengandung walaupun sudah dua kali keguguran artinya ada peluang untuknya bukan? lantas mengapa Alex menghinanya adalah seorang wanita mandul, seakan menghakimi tanpa belas kasih.


Memangnya wanita mandul pun di luar sana menginginkan dirinya demikian? tidak! tidak ada wanita yang tidak ingin menjadi seorang Ibu, tak perlu Alex mengecapnya sebagai wanita mandul!


"Alex tolong lepaskan aku," Jessica masih berada di bawah kungkungan Alex, kedua tangannya masih dipegang erat hingga bergerak pun tidak bisa.


Semakin berusaha melepaskan diri,maka semakin kuat pula cengkraman tangan oleh Alex di pergelangan tangannya.


Jessica yakin ini bukan hanya sakit yang luar biasa tapi akan ada bekas tangan kasar Alex yang ikut tertinggal di sana.


"Tidak!!!" Alex makin menekan tangan Jessica semakin kuat.


"Mama barusan meminta cucu? bahkan kau sudah seperti wanita murahan yang menggoda ku, yah kau mengenakan baju jahanam ini untuk menggoda suamimu bukan?" ucap Alex.


"Alex aku akan menjalankan kewajiban ku sebagai istrimu, tapi tolong lepaskan aku! tolong hargai aku! perlakukan aku layaknya manusia," mohon Jessica.


Jessica berharap akan ada hati nurani yang dimiliki Alex sedikit saja, sehingga dirinya terus saja memohon, sayangnya sampai saat ini pun Alex masih dengan kasarnya yang baru diketahui oleh Jessica, setelah mengenal bertahun lamanya.


"Manusia? kau itu setengah manusia setengah iblis! bagaimana bisa diperlakukan layaknya manusia?" ucap Alex.


Alex menggigit bibir Jessica dengan kasar, hingga membengkak.


Jessica meringis menahan sakit, tarikan pada rambutnya pun begitu erat tanpa ada ampun.


"Alex..." Jessica memohon sambil menangis saat Alex dengan kasarnya bermain pada kedua benda kenyal miliknya menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.


"Tidak usah sok masih perawan Jessica," ejek Alex mengolok-olok Jessica.


"Sakit Alex,"

__ADS_1


"Ck!"


Alex tidak peduli sama sekali, yang di tahunya saat ini adalah membalas sakit hatinya pada Jessica, sekalipun dirinya meniduri wanita tersebut tak akan hamil.


Jika pun hamil, tak akan sampai melahirkan, Alex tahu seperti apa kondisi rahim Jessica.


Bagaikan iblis yang tak memiliki belas kasih, Alex memasuki Jessica dengan kasar, berpacu dengan kencang tanpa peduli pada tangisan sakit yang dirasakan oleh Jessica.


Sekalipun sudah tak perawan, seorang wanita akan menangis kesakitan bila diperlakukan secara kasar, tapi sayangnya saat ini Alex tidak peduli pada penderitaan Jessica.


"Alex tolong pelan-pelan, sakit! aku mohon!!!"


"Dasar wanita ular! sok perawan, kau itu pandai sekali bersandiwara, kau itu sudah bukan perawan lagi," ucap Alex.


"Kau yang merenggutnya!" ucap Jessica geram.


"Kalau kau lupa maka aku ingatkan," seru Jessica lagi.


"Karena kau murahan!" Alex pun tak mau mengalah, Jessica tak pantas untuk dibiarkan bahagia.


"Kau itu dengan siapa saja mau! makanya kau tidak bahagia! kau serakah!!!" ucap Alex lagi.


Ini sangat menyakitkan! bagaimana tidak? jika pasutri di luar sana akan bahagia saat bercinta di malam hari begini, apalagi di luar hujan deras, dinginnya bisa menjadikan suasana menjadi romantis.


Bertambah dengan sedikit hiasan dan bunga warna merah yang bertaburan.


Maka lengkaplah sudah kebahagiaan ini, tidak yang dirasakan justru sebaliknya, panas, penuh luka lahir maupun batin bercampur menjadi satu.


"Alex sakit?" air mata semakin bercucuran membasahi pipinya, rintihan kesakitan menggema dari bibirnya.


Diam?


Alex terus berpacu dengan liarnya, memperlakukan Jessica layaknya binatang tanpa memberikan sedikit belas kasih sedikit saja.


"Alex aku mohon," ucap Jessica.


Setelah sampai pada puncaknya akhirnya Alex pun melepaskan Jessica yang sudah terkapar di atas ranjang, segera merapikan pakaiannya dan keluar dari kamar.


Suara bantingan pintu membuat Jessica tersentak, sakitnya bukan main membuatnya ingin pingsan.


Tangisannya semakin menggema dengan tangan yang mencengkram selimut begitu eratnya.


Hukuman ini sangat menyakitkan hingga ingin rasanya menyerah saja pada kejamnya perlakuan Alex.


Semalam penuh Jessica tak dapat tidur, tubuhnya yang remuk seperti tulang yang patah membuatnya menahan sakit.


Siapa yang akan peduli?


Tidak ada!


Mustahil sekali Alex akan peduli, dirinya hanya menangis sepanjang malam, menyesali kesalahannya yang dulu.


Andai semua tak pernah dilakukan, tentu saat ini dirinya masih hidup bahagia bersama dengan Devan, mungkin juga mereka sudah memiliki anak.


Hingga akhirnya Jessica terlelap setelah subuh, tetapi sayangnya terasa guyuran air pada wajahnya hingga terbangun kembali, hidup ini seakan begitu memilukan!

__ADS_1


__ADS_2