
Dua kali pertanyaan itu terlontar dari mulut Alex, belum puas dengan jawaban sebelumnya yang dikatakan oleh Aditya sendiri.
Aditya menyandarkan tubuhnya pada kursi tidak lama berselang pintu terbuka, Devan masuk dan ikut duduk di kursi yang bersebelahan dengan Alex.
Alex beralih menatap Devan penuh tanya, sesaat kemudian Alex menatap wajah Aditya yang juga menatapnya, tidak ingin ambil pusing Alex pun bertanya kepada Devan yang mungkin bisa membuat Aditya sadar akan status Jessica sampai saat ini.
"Devan di antara kita tidak ada rahasia sekalipun kita pernah saling memberikan jarak, tetapi kita tetap sahabat," ucap Alex.
Devan diam dan menunggu kata yang diucapkan oleh Alex selesai, dirinya datang karena Aditya yang mengirimkan pesan dan memintanya datang sampai akhirnya dirinya berada di sana mendengar setiap kalimat yang diutarakan oleh Alex.
"Aku dan Jessica tidak pernah bercerai, tolong jelaskan pada Aditya," ucap Alex lagi.
Devan pun beralih menata Aditya dengan datar tanpa adanya ekspresi apapun.
Alex menatap wajah Aditya dan Devan secara bergantian, bingung tentunya melihat wajah-wajah dua orang yang sulit untuk ditebak tersebut, Aditya tersenyum hingga membuat Alex semakin kebingungan.
Apakah sebenarnya yang terjadi sehingga semua begitu aneh, sungguh Alex mendadak bodoh saat fokus memikirkan Jessica yang bersedia menikah dengan Aditya.
"Saat ini bukan siapa yang menjadi suaminya, tetapi siapa yang mampu untuk membahagiakannya," jelas Aditya.
Setelah diam saja mendengarkan setiap kata yang diutarakan oleh Alex, akhirnya Aditya berbicara juga tetapi sungguh jawaban Aditya tidak membuat Alex puas.
"Kalian sudah berpisah hampir enam tahun, apakah mungkin Jessica masih menganggapmu suaminya?" ucap Devan.
Kali ini Devan yang bertanya, bukankah itu benar adanya.
Alex pun terdiam menatap Devan, otaknya berdebat sempurna tentang pertanyaan Devan barusan.
Ya!
__ADS_1
Pertanyaan itu memang benar adanya.
"Kenapa?" tanya Devan menepuk pundak Alex.
Alex yang menunduk pun mengangkat kepalanya dan membalas tatapan mata Devan dengan wajah murungnya.
"Bukankah cinta harus diperjuangkan?" tanya Aditya lagi.
Alex menatap Aditya, dirinya terkejut dengan pertanyaan barusan, mungkinkah Aditya mencintai Jessica juga? jika memang begitu bagaimana dengan Jessica?
Mungkinkah keduanya adalah dua orang insan yang saling mencintai dan membutuhkan?
"Kenapa diam?" tanya Aditya lagi sambil tersenyum pada Alex.
"Dia masih istriku Aditya, aku belum pernah menceraikannya," tegas Alex dengan suara yang sedikit meninggi.
Aditya mengangguk mengerti, bibirnya tersenyum sempurna melihat ada kemarahan pada wajah Alex.
"Aku sangat mencintainya sampai aku tidak bisa melihatnya bersama yang lain," Devan tersenyum sambil membayangkan wajah cantik Nayla.
"Seperti itu juga aku pada Jessica," Aditya menimpali.
"Aku mencintainya dan akan memperjuangkannya," ucap Aditya lagi.
Jawaban Aditya membuat Alex terbakar amarah, seketika berdiri dan menarik kerah jas putih Aditya.
"Dia istriku Aditya," Alex melayangkan tangannya yang terkepal, ingin sekali tangan itu mendarat di wajah Aditya.
Devan menarik Alex agar melepaskan Aditya, akhirnya tangan Alex terlepas.
__ADS_1
Devan dan Alex kini berdiri sedangkan Aditya duduk santai tanpa berpindah dari tempatnya.
"Dia istri mu?" tanya Aditya lagi sambil tersenyum.
"Bagaimana jika dia lebih memilih aku?" Aditya terlihat santai tanpa terpancing sedikitpun.
Bibirnya terus tersenyum melihat wajah Alex penuh kemarahan.
"Aku siap membahagiakan orang yang aku cintai, itulah lelaki sejati," ucap Aditya.
Alex mengepalkan kedua tangannya, menahan kemarahan yang sudah mulai menguasainya.
"Jika kamu mencintainya mengapa hanya diam tanpa ingin membuatnya bahagia? mengapa tidak mengejarnya kembali? kamu itu munafik! mencintai hanya di bibir, rasa cemburu mu terlalu menguasai dirimu hingga kamu lupa sudah menyakiti wanita yang kau cintai sendiri," kata Devan.
"Lalu salahkah aku ingin membahagiakan dia?" tanya Aditya lagi.
Kali ini Alex benar-benar tersudutkan, ucapan kedua laki-laki itu sangat membuatnya tidak memiliki harga diri.
"Percayalah Alex, saat kamu menyakiti hati seorang wanita ada pria lain di depan sana yang siap membahagiakan dia," ucap Devan mengejek Alex.
"Tanyakan pada hatimu jika kamu mencintai dia maka perjuangkan saat ini, sebelum ada pria lain yang mengikatnya dengan pernikahan sebab semua orang ingin bahagia, kesempatan masih ada dan hanya sedikit lagi, bersaing ketat dengan cepat dan juga elegan," Devan mengakhiri katanya dengan menepuk pundak Alex.
Alex terdiam mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Devan.
"Kamu suaminya? jika tidak mencintainya aku siap mencintainya bahkan dengan anaknya juga," papar Aditya.
"Dia anak ku dan aku tidak akan pernah memberikannya kepada siapapun," ucap Alex.
Alex pun keluar dari ruangan Aditya, membawa kemarahan yang kian meluap dan berjanji pada dirinya sendiri untuk mempertahankan Jessica dan Cahaya.
__ADS_1
Bagaimana mungkin dirinya rela anaknya memanggil pria lain sebagai Ayahnya.
Alex tidak mau, tidak! untuk saat ini memutuskan untuk menemui Jessica dan meminta maaf berharap Jessica mau kembali padanya kini adalah keputusan terbaik.