
"Tolonglah Jessica, berikan aku kesempatan kedua. Aku berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi. Aku mohon."
Jessica menggeleng, wajah Alex yang penuh permohonan tidak dapat meluluhkan hati Jessica yang terluka.
"Aku akan menikah dengan Aditya."
"Kau tidak bisa menikah dengan nya, bagaimana bisa wanita yang masih bersuami menikah dengan pria lainnya lagi?" Tanya Alex lagi dengan wajah serius.
Jessica terdiam, untuk itu dirinya pun tidak mengerti harus mengatakan apa.
Istri Alex?
Ya, Jessica tidak menampik bahwa dirinya masih berstatus istri.
Tapi sampai kapan?
Kenapa Alex tidak menceraikan nya juga sampai saat ini.
"Jessica, coba pikirkan anak kita, selama ini dia kekurangan kasih sayang seorang Ayah. Aku pun ingin dia terus bersama ku, tolong maafkan aku."
"Kau, bilang mencintaiku?"
"Iya," jawab Alex dengan cepat.
"Bukankah cinta tidak harus memiliki?" Tanya Jessica dengan senyuman.
Alex terdiam, mengangguk mengerti.
"Kau masih mencintai Devan?" Hati Alex saat ini berdebar kencang, rasa takut jelas terlihat.
Dalam hati bertanya-tanya mungkinkah nama Devan masih terlukis indah di hati Jessica, sehingga sampai detik ini pun tidak bisa mencintai dirinya.
Jessica menggeleng.
"Aku sudah pernah menyerahkan diri pada mu, berusaha mencintai mu. Tetapi, belum juga rasa itu tumbuh kau sendiri yang membunuhnya, sekarang aku hampa dan kosong. Aku tidak ingin berumah tangga lagi."
"Lalu kenapa kau menikah dengan Aditya jika memang yang kau katakan itu benar?" Tanya Alex bingung.
Jessica terdiam tanpa menjawab, rasanya tidak semua harus dikatakan pada Alex. Bahkan dirinya pun bingung mengapa bisa Aditya setuju saja saat dijodohkan dengan dirinya, jika saja Aditya mencintai nya mungkin bisa di jadikan alasan. Namun, kenyataan nya Aditya tidak mencintainya. Apakah kejadian dulu harus terulang kembali?
Jessica sudah tidak sanggup menahan beban batin. Menangis pilu meratapi nasibnya yang malang dalam asmara. Dua kali menikah sudah membuatnya jera, diri pun sudah tidak memiliki hasrat untuk bercinta.
"Beberapa hari lagi aku akan menikah, aku harap kau segera menceraikan aku, terima kasih jika pengorbanan mu ternyata sebesar itu. Namun, untuk kembali, aku tidak bisa." ucap Jessica.
__ADS_1
########
Hari yang tidak di tunggu-tunggu pun tiba, Jessica dan Aditya hari ini akan melangsungkan pernikahan tentunya. Keduanya sama-sama tidak menginginkan pernikahan ini, sungguh luar biasa tentunya.
Jessica duduk pasrah saat MUA merias wajahnya, duduk diam hanya bisa menerima saja.
( Aditya, aku ini janda anak satu. Sudah menikah dua kali. Bahkan, suami pertama ku sepupu mu Devan, apa kata keluarga maupun orang-orang nantinya? Apa kamu mau untuk menerima anak ku juga? Aku juga harus melakukan operasi pengangkatan rahim, artinya aku tidak bisa hamil lagi )
Pesan terkirim, Jessica kembali meletakan ponselnya pada meja sambil menunggu balasan pesan dari Aditya.
"Mbak, tolong matanya menatap ke atas," pinta sang MUA.
Jessica pun menurut walaupun dalam hati menyimpan keresahan. Anggap saja jika Aditya tidak mencintai nya itu benar, tetapi masalah nya Aditya sudah mencintai wanita lain.
Lantas bagaimana mereka akan menikah?
Mungkinkah kisah masa lalu terulang lagi?
Hinaan, cacian, diduakan dan terabaikan terulang kembali?
Jessica terlalu trauma dalam berumah tangga sebelumnya, sehingga tidak ingin membina rumah tangga lagi.
Lagi pula apakah pernikahan nantinya sah?
Ini gila.
Ting...
Suara ponsel Jessica terdengar, artinya ada pesan yang masuk.
"Sebentar," Jessica mengambil ponselnya dan membuka pesan balasan dari Aditya.
( Iya )
Balasan pesan dari Aditya membuat Jessica bingung, dengan panjang lebar menulis pesan tetapi jawaban di terima malah terkesan aneh.
Jari Jessica kembali bergerak, membalas pesan untuk Aditya.
"Mbak, bisa saya lanjutkan, takutnya calon pengantin prianya datang dan Mbak belum selesai di make up," ujar sang perias dengan hati-hati.
"Sebentar Mbak," Jessica masih berharap nikahan ini tidak terjadi, jadi merias diri bukan keinginan.
Jika hanya terlambat tidak akan membuatnya bersedih, malahan pernikahan yang akan terjadi akan membuatnya ketakutan.
__ADS_1
( Aditya, katanya kamu mencintai seseorang. Kejar dia, jangan memaksakan diri menikahi ku. Kamu pantas untuk mendapatkan wanita yang lebih baik, katakan pada Tante Arini, dia pasti mengerti )
Pesan kedua pun terkirim, berharap dengan begitu Aditya bisa sadar dan membatalkan pernikahan mereka.
"Apakah sudah selesai?" Tanya Inggit memasuki kamar Jessica.
Bibir Inggit tidak henti-hentinya tersenyum membayangkan sebentar lagi anaknya akan menikah dan bahagia.
Tentu Inggit mempercepat proses pernikahan anaknya, demi Jessica tidak kembali pada Alex, melihat kedekatan Cahaya saat ini tidak mustahil meminta kedua orang tuanya untuk berdamai.
Tidak!
Itu adalah mimpi buruk.
"Belum selesai?" Tanya Inggit lagi.
"Sedikit lagi Bu," jawab sang MUA.
"Baiklah, cepat selesaikan. Sebentar lagi calon pengantin pria akan sampai," Inggit pun kembali keluar.
Tamu yang mulai berdatangan membuatnya harus berada di tempat yang sudah dipersiapkan untuk menggelar akad nikah.
Inggit membuat acara di rumahnya sendiri, selain nyaman, Inggit juga ingin mengukir kenangan indah di rumah nya.
Berharap mendiang suaminya bisa menyaksikan di atas sana.
Dengan terpaksa Jessica kembali diam, saat MUA merias wajahnya.
"Wah, cantik sekali," Nayla memasuki kamar Jessica, melihat mantan madunya tersebut tengah dihiasi secantik mungkin.
Jessica kembali menyingkirkan tangan MUA, menatap Nayla perlahan masuk dan berjalan ke arahnya.
"Nayla, bisakah kau membantu ku, aku mohon," pinta Jessica dengan wajah penuh harap.
"Aku?" Nayla bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, aku tidak ingin pernikahan ini terjadi. Tetapi, jika pun harus terjadi tolong katakan pada Alex untuk menceraikan aku terlebih dahulu sebelum pernikahan ini terjadi," pinta Jessica menangkup kedua tangannya.
Nayla memikirkan keinginan Jessica, rasanya tidak mungkin untuk menolaknya. Tetapi, dirinya juga bingung bagaimana caranya.
"Aku akan menolong mu, sebisa ku. Kamu pun pernah menolong ku. Tetapi, jika hasilnya tidak sesuai keinginan mu, maka......." Nayla terdiam tidak lagi melanjutkan ucapannya, dirinya juga kecewa pada dirinya sendiri yang tidak dapat membalas kebaikan Jessica.
"Aku tidak masalah, yang terpenting kau mau menolong ku. Satu jam lagi pernikahan ku akan di langsungkan."
__ADS_1