Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Hanya karena rasa manusiawi...


__ADS_3

Sudah berulang kali Nayla menolak untuk bertemu dengan Devan, bahkan dengan terang-terangan mengatakan bahwa dirinya tidak ingin lagi bertemu dengan Devan. Tapi hari ini pun Devan malah kembali lagi demi bisa bertemu dengan Nayla, bahkan malam ini Devan rela tidur di depan pintu utama demi membuktikan kesungguhan nya dalam memohon maaf pada Nayla.


Devan duduk sambil bersandar pada daun pintu,, dengan kaki setengah terlipat dan menatap ke arah gerbang, tubuh bau keringat, pakaian lusuh, dan wajahnya terlihat kelelahan. Hingga saat malam larut Devan tidur terlelap.


Tiba-tiba saja langit gelap,, petir menggelegar dan hujan pun turun dengan derasnya,, Devan terbangun dan dengan cepat berdiri memeluk tubuhnya yang kedinginan. Devan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Jam 00 : 30," ucap Devan.


Artinya sudah cukup lama Devan berada di depan pintu dan sampai saat ini belum juga dibukakan pintu,, bahkan tidak ada tanda-tanda akan dibukakan pintu juga.


"Haaaatciiihhhhhh,"


Devan berulang kali menggosok hidungnya, kemudian memeluk tubuhnya sendiri karena merasa kedinginan.


##########


"Nay, buka aja pintunya Nay," ucap Reyna sambil mengintip keadaan Devan dari celah gorden.


"Biarin aja nanti juga dia pergi kalau kedinginan banget," ucap Nayla santai.


Tidak ada niatan dihati Nayla untuk menyuruh Devan masuk ke dalam, sekalipun Nayla menganggap bahwa dirinya lah yang menumpang disana,, tapi tetap saja dirinya tidak mau jika Devan ikut tinggal di dalam rumah itu.


"Coba kamu pikirkan ide aku yang kemarin Nay," ucap Reyna lagi.


"Nggak minat," ucap Nayla.


"Nay, kamu nggak minat tapi aku yang kesal karena dia udah nyakitin kamu Nay,, aku kesal pakai banget," ucap Reyna.


Reyna berusaha membujuk Nayla agar mau membukakan pintu untuk Devan dan bersikap baik pada Devan, tapi ada timbal baliknya setelah Devan sadar akan perasaannya pada Nayla maka Nayla harus meninggalkan Devan, agar Devan bisa menderita seperti apa yang telah dilakukan Devan selama ini kepada Nayla.


Namun sayangnya Nayla terlalu baik hati, Nayla tidak ingin menyakiti hati siapapun cukup dirinya saja yang disakiti sehingga sulit sekali untuk meyakinkan Nayla. Tapi Reyna tidak menyerah sedikit pun,, Reyna terus berusaha meyakinkan Nayla bahwa apa yang dilakukannya merupakan ajang balas dendam untuk orang yang menyakiti dirinya.


"Nay, kamu nggak sadar dia sudah menghina kamu, bahkan secara terang-terangan dia lebih membela istri pertama yang katanya dia sangat cintai itu, sedangkan kamu Nay yang sudah jadi korban?" ucap Reyna mendengus kesal,, Reyna tidak ingin menyerah begitu saja demi memberikan sebuah pelajaran kepada Devan.


"Nay,, demi anak kamu ayolah,, kalau dia mati konyol di depan pintu itu kamu pasti akan menyesal Nay,, bukan karena cinta karena aku tau kamu sudah benci dia tapi karena rasa manusiawi Nay," ucap Reyna.


Nayla pun bangun dari duduknya lalu segera berjalan menuju pintu utama,, saat ini Nayla akan membuka pintu tapi bukan karena rasa cinta hanya karena rasa manusiawi semata. Saat pintu terbuka Devan terjatuh sebab tubuh Devan bersandar pada daun pintu.

__ADS_1


"Nayla," ucap Devan benar-benar terkejut saat terjatuh dilantai tapi sesaat kemudian dia bangun dan tersenyum pada Nayla.


"Kamu sudah memaafkan Mas kan?" tanya Devan sambil ingin memeluk istri keduanya,, sungguh Devan sangat merindukan Nayla dan ingin sekali memeluk istri keduanya yang saat ini benar-benar sangat dingin padanya tidak seperti Nayla yang dulu.


Nayla mundur tidak ingin disentuh oleh Devan.


"Nayla sebentar,," ucap Reyna sambil menarik Nayla agar menjauh sedikit dari Devan.


"Bukankah kamu ingin balas dendam Nay,, ayolah Nay,, demi balas dendam," bisik Reyna.


Nayla langsung menatap Reyna penuh tanya.


"Buat dia menyadari cintanya padamu Nay, lalu tinggalkan dia setelah dia menyadari perasaannya untuk kamu," bisik Reyna lagi sambil tersenyum penuh kelicikan, Reyna benar-benar sudah sangat geram pada sikap Devan dan kekejaman Devan pada sahabatnya.


Apaan sih Reyna ini,,, jelas-jelas Devan itu sangat mencintai Jessica,,, mana mungkin ada perasaan padaku,,, mau menyadarkan apa? Devan saat ini sadar betul mencintai Jessica,, Devan tidak mencintai ku sama sekali,,, tidak mungkin juga dia akan mencintai ku, buang-buang waktu ku saja,, batin Nayla yang bingung sendiri dengan keinginan Reyna yang tidak masuk di akalnya.


"Dia tidak perduli padamu Nay,, bahkan tidak melihat mu pada saat itu, dia memikirkan perasaan istri pertamanya itu yang sombong nya tidak ketulungan itu dan menganggap istri pertamanya itu korban,, lalu kamu apa Nay? padahal kamu lah korban sebenarnya disini paling korban dalam situasi ini,, kamu tidak akan menjadi istri kedua kalau dia tidak memperkosa kamu dan menikahi kamu, buat dia menyadari cintanya padamu Nay lalu tinggalkan dia,, kalau bisa sampai dia gila karena kamu tinggalkan," bisik Reyna lagi dengan penuh kebencian pada Devan dan juga Jessica.


Nayla beralih menatap Devan kemudian kakinya perlahan mendekat kembali pada Devan. Nayla menatap Devan dengan wajah datarnya.


"Kamu butuh maaf dariku?" tanya Nayla sambil melihat Devan dengan datar.


"Kamu mau kan maafin Mas?" ucap Devan sambil melihat Nayla.


"Asal kamu tidak pulang selama beberapa hari ini," ucap Nayla dengan santainya dan datar.


Devan terdiam,, permintaan Nayla sungguh sangat menyulitkan baginya bagaimana dia tidak pulang lalu bagaimana dengan Jessica.


"Tidak bisa? tidak masalah juga, silahkan pergi! pintu keluar disana," ucap Nayla sambil memandang gerbang lalu melihat Devan dengan datar.


"Iya Mas disini," ucap Devan dengan cepat takut istri keduanya itu berubah pikiran dan malah menyuruhnya pulang.


Drettt...


Ponsel Nayla berdering dan menunjukkan nama Bima Putra.


Nayla segera menjawab panggilan telepon dari Bima Putra.

__ADS_1


"Assalamualaikum Pa," ucap Nayla sambil melihat Devan yang sedang berdiri dihadapannya saat ini.


"Apa Devan menyakiti kamu lagi?" tanya Bima Putra dari seberang sana.


"Nggak Pa," jawab Nayla.


"Ya sudah kalau gitu, baguslah,, Papa tutup dulu panggilan telepon nya," ucap Bima Putra.


"Iya Pa," ucap Nayla lalu Bima Putra pun segera menutup panggilan telepon nya dengan Nayla.


Devan benar-benar tidak menyangka ternyata Ayahnya begitu perduli pada Nayla, apalagi sekarang Nayla sedang mengandung pewaris kerajaan bisnisnya.


"Masuk, buatkan nasi goreng,, mie goreng, jus mangga dan kue," ucap Nayla lalu masuk terlebih dahulu sesaat kemudian dia berbalik melihat Devan yang masih mematung ditempatnya.


"Pintunya masih terbuka lebar silahkan keluar," ucap Nayla.


"Nayla,, Mas ini suamimu,," ucap Devan.


"Suami tidak bertanggung jawab dan tidak aku harapkan," ucap Nayla.


"Nayla," ucap Reyna sambil membulatkan matanya,, Reyna berharap Nayla akan kembali ke rencana awal mereka,, membuat Devan menyadari cintanya untuk Nayla hingga Devan tidak bisa melupakan Nayla.


"Kalau kamu ragu silahkan pergi dari sini,, pulang sana dan temui istri tercinta mu, ngapain disini,," ucap Nayla.


Devan tidak menjawab,, Bima Putra mengirimkan pesan untuknya berupa ancaman hingga tidak ada pilihan selain menurut saja.


( Ingat rumah itu banyak CCTV tersembunyi, berani berkata kasar,, berani menyakiti, kamu akan berhadapan dengan Papa,, dia menantu dan sedang mengandung pewaris Papa,,, jangan main-main!! ) pesan dari Bima Putra.


Devan kini benar-benar bingung entah siapa anak Ayahnya,,, dirinya atau Nayla. Jika dirinya mengapa Bima Putra menganggap dirinya asing. Devan memasukkan kembali ponselnya pada saku kemejanya.


"Mas,, akan membuatkan nya," ucap Devan.


Devan segera menuju dapur tidak ingin membantah lagi. Sekalipun saat ini dia sungguh kelelahan tapi Devan berusaha mengabulkan keinginan Nayla. Beberapa saat kemudian Devan telah selesai membuat semua keinginan Nayla, lalu segera menatanya di atas meja. Nayla yang duduk di kursi meja makan menatap semua makanan itu.


"Mau di suapin?" ucap Devan berharap Nayla mau seperti dulu,, dirinya suka menyuapi istri keduanya itu.


"Reyna,, bagikan makanan ini semua kepada Art,, aku tidak selera sama sekali," ucap Nayla.

__ADS_1


Devan langsung terperangah tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.


__ADS_2