Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Sangat cantik...


__ADS_3

Setelah Ana,, Jessica dan Devan keluar dari dalam kamar Nayla,, Nayla sudah tidak memikirkan apa-apa lagi,, tubuh lelah Nayla segera berbaring di tempat tidur,, hingga tidak lama Nayla pun terlelap karena tadi Devan habis menyuruh Nayla menelan obat.


Setelah berjam-jam...


"Nayla,," ucap seseorang sambil menggoyangkan tubuh Nayla,, Nayla yang merasa tidurnya terusik segera terbangun, Nayla melihat Andini sedang membangunkan dirinya saat ini.


Tanpa sengaja Nayla melihat jam dinding,, ternyata sudah malam,, Nayla dengan segera bangun sambil melihat Andini dan juga merasa tidak enak pada Andini.


"Bu,, aku minta maaf,, aku tidurnya lama banget,, pasti Rani dan Raka belum makan sampai sekarang,," ucap Nayla benar-benar minta maaf dan merasa bersalah karena tidur sangat lama. Nayla sangat takut Andini marah padanya.


Hampir enam jam Nayla tidur lelap,, setelah Devan memberikan obat pada Nayla,, bahkan jika Andini tidak membangunkan dirinya ada kemungkinan Nayla akan tidur sampai pagi. Nayla benar-benar merasa bersalah dan juga takut dianggap lupa diri hingga tidak mengerjakan tugasnya mengurus Rani dan Raka.


"Tidak apa-apa Nayla, tadi Devan sudah mengatakan bahwa efek dari kamu meminum obat tadi akan membuat mu tidur pulas," ucap Andini sambil tersenyum pada Nayla yang saat ini sedang panik dan merasa bersalah. Padahal Andini tidak mempermasalahkan sama sekali.


"Tapi,, Rani dan Raka pasti belum makan sekarang," ucap Nayla sambil ingin pergi menemui kedua bocah itu,, namun Andini dengan segera menahan tangan Nayla,, hampir saja Nayla terjatuh.


"Maaf Nayla,, tapi Rani dan Raka sudah makan kok,, Jessica yang menyuapi mereka tadi," ucap Andini lagi.


Nayla langsung mengangguk mengerti dan juga merasa sangat lega,, karena paling tidak kedua bocah itu sudah makan,, tidak kelaparan.


"Aku kesini bawa dress untuk mu," ucap Andini sambil memperlihatkan paperbag yang sedang dibawanya,, Andini segera memperlihatkan dress yang dibawanya,, dress itu berwarna hitam dan sangat indah,,, juga sangat cocok jika Nayla memakainya.


"Bu,, ini untuk apa?" tanya Nayla sambil melihat dress dan juga Andini secara bergantian,, Nayla masih belum mengerti tiba-tiba diberikan dress yang sangat indah.


"Ini untuk kamu pakai dong,, kamu pakai sekarang yah,, oh yah ingat pakai heels ini juga," ucap Andini dengan semangat sambil memberikan satu paperbag lagi untuk Nayla yang berisi heels untuk Nayla pakai.


"Tapi Bu...,"


"Tidak ada tapi-tapian Nayla,, anggap saja ini perintah!!" ucap Andini.


Nayla pun akhirnya mengangguk menyetujui keinginan Andini,, karena mengingat dirinya yang dibangunkan oleh Andini tadi,, Nayla merasa sangat tidak enak.


Karena bukankah seharusnya Nayla lah yang membangunkan Andini jika Andini lupa waktu dan ketiduran, tetapi saat ini malah kebalikannya,, Nayla merasa sangat tidak enak dan bersalah.

__ADS_1


"Kamu pakai sekarang yah,, lalu temui aku di luar,, aku menunggu mu," ucap Andini lalu segera berjalan ke luar dari kamar Nayla,, Nayla hanya menatap kepergian Andini yang semakin jauh.


Dengan segera Nayla berjalan ke dekat pintu lalu mengunci pintu kamarnya. Lalu Nayla segera mandi agar tubuhnya lebih segar.


Setelah itu Nayla dengan segera memakai dress yang diberikan oleh Andini tadi.


Tok...Tok...Tok...Tok..


Terdengar suara ketukan pintu dari pintu kamar Nayla,, Nayla dengan segera merapikan dress nya terlebih dahulu lalu pergi membuka pintu kamar.


Tampak seorang wanita sedang berdiri di depannya sambil tersenyum ramah,, namun Nayla tidak mengenali sedikit pun wanita itu.


"Maaf Mbak,, aku di suruh oleh Ibu Andini kesini untuk merias wajah Mbak," ucap wanita itu dan lagi-lagi tersenyum ramah.


Lagi-lagi Nayla mengangguk lemah meskipun tidak mengerti dengan semua ini,, tetapi Nayla tetap mengiyakan tidak menolak sedikit pun.


Nayla lalu segera duduk di depan meja rias,, lalu seorang MUA segera melakukan tugasnya.


"Sudah selesai,, Mbak sangat cantik,, aku permisi dulu yah Mbak,," ucap wanita itu.


Nayla pun mengangguk sambil terus memperhatikan penampilannya,, Nayla seakan tidak percaya bahwa saat ini benar-benar dirinya.


Heels berwarna merah,, dress warna hitam yang sangat indah dan juga rambut yang digerai dengan ujung rambut yang dibuat bergelombang,, Nayla benar-benar kaget sendiri melihat penampilannya.


"Apa ini benar-benar aku?" ucap Nayla yang bertanya pada dirinya sendiri seakan tidak percaya.


Setelah puas melihat dirinya dengan kekaguman,, Nayla segera berjalan keluar dari kamarnya,, takut membuat Andini menunggu lama dirinya.


Derap langkah kaki Nayla terdengar,,, siapa saja yang melihat Nayla langsung memandang kagum pada Nayla,, karena Nayla memang benar-benar terlihat sangat cantik dan juga anggun.


Sampai akhirnya Nayla keluar dari Vila,, dan terlihat sudah banyak orang.


Cuaca malam ini sangat indah,, dengan cahaya bulan dan bintang di langit.

__ADS_1


Suara alunan musik semakin menambah meriah di tambah lagi dengan lampu yang di dekor dengan sangat indah,, serta bunga yang semakin membuat terlihat sempurna.


Tapi Nayla masih bertanya-tanya mengapa dia ada disana,, Nayla terus berjalan dan saat ini sudah banyak pasang mata yang menatap dirinya.


"Semuanya silahkan menikmati pesta malam ini,," ucap Andini kepada semua orang sambil tersenyum. Lalu segera berjalan ke arah Nayla.


"Nayla,, kamu benar-benar cantik sekali,," bisik Andini pada Nayla yang tampak kagum dengan kecantikan Nayla.


Nayla menunduk malu,, lalu..


"Bu,, sebenarnya aku disini buat apa?" tanya Nayla yang masih bingung dan juga sedikit malu karena pujian Andini tadi.


Andini masih tersenyum sambil melihat penampilan Nayla,, Andini benar-benar tidak menyangka jika Nayla sangat cantik.


"Sebentar yah,, kamu akan segera tau," ucap Andini sambil mencari seseorang yang akan dikenalkannya pada Nayla.


Andini kemudian menyuruh seorang pelayan untuk memanggil seorang pria berjas hitam yang tampak sedang berbincang dengan kolega bisnis yang lain,, dan jaraknya cukup jauh dengan Andini dan Nayla saat ini.


Tidak lama kemudian pria yang dipanggil tadi segera datang ke tempat Andini,, lalu melihat pada Andini seakan bertanya mengapa Andini memanggil dirinya.


"Ada apa Bu?" tanya Rian sambil melihat Andini.


"Rian,, kenalin ini Nayla,," ucap Andini yang langsung mengenalkan Nayla pada Rian.


Nayla terkejut dan tidak menyangka ternyata apa yang dikatakan Andini siang tadi memang benar-benar terjadi saat ini. Nayla tetap tersenyum karena tidak ingin Andini merasa kecewa pada dirinya.


"Rian," ucap Rian sambil mengulurkan tangannya pada Nayla,, dan Nayla pun segera membalas uluran tangan Rian.


Rian benar-benar terpesona pada Nayla,, sampai tangan Nayla pun,, Rian enggan melepaskan.


Ekhmm,, Ekhmm,,


Andini berdehem hingga Rian pun tersadar,, lalu segera melepaskan tangan Nayla dengan perasaan malu.

__ADS_1


__ADS_2