Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Kalau jodoh nggak apa-apa!


__ADS_3

Mertua mana yang tidak tertarik dengan wanita seperti Jessica? begitupun Arini. Tidak peduli gadis atau janda, punya anak atau tidak, yang terpenting akhlaknya begitu baik.


"Kita percepat saja pernikahan mereka," usul Inggit.


Lagi-lagi kali ini Inggit ingin sekali memutuskan hubungan dengan Alex bayangan wajah Alex benar-benar membuatnya muak. Apalagi kini Alex sudah bisa dekat dengan Cahaya, bukan mustahil juga pasti Jessica pun setuju saja untuk kembali pada Alex karena rayuan Cahaya.


Dengan alasan Cahaya juga.


"Setuju, Jessica mau minta apa dari Aditya? nanti pasti dikabulkan, namanya orang mau menikah," ujar Arini yang terus saja tersenyum bahagia.


Jessica pun hanya tersenyum, menghargai tamu yang kini berada di hadapannya, walaupun dalam hati tidak menginginkan pernikahan ini sama sekali.


"Dia malu-malu jeng, itu tidak masalah apapun pasti anak saya setujui," dengan cepat Inggit menimpali agar tidak membuat Arini merasa bahwa Jessica tidak menginginkan pernikahan ini.


"Tante aku pamit dulu, mau bicara sama Aditya boleh?" tanya Jessica.


Aditya menatap Jessica, entah apa yang ada di pikiran pria itu tetapi dirinya hanya diam saja.


"Boleh dong," Arini setuju dan langsung mengizinkannya.


Segera Jessica dan Aditya menuju taman belakang rumah, duduk di gazebo tempat yang sering keduanya pakai saat Aditya mengunjungi kediaman Jessica.


"Gimana kabar kamu?" tanya Aditya berbasa-basi.


"Baik," jawab Jessica.

__ADS_1


Lama keduanya diam, larut dalam lamunan masing-masing sampai akhirnya Jessica kembali bertanya.


"Kamu yakin mau nikah sama aku?" tatapannya lurus ke depan memandang bunga-bunga yang tengah bermekaran.


Sayang hati Jessica tengah hambar tanpa ada rasa apa-apa.


Cinta tidak ada!


Sayang tidak ada!


Yang diharapkan tidak ada!


Benar-benar mati rasa tanpa ingin beralih mencari secercah cahaya kebahagiaan, hatinya sudah sakit, hancur tanpa sisa sehingga tidak percaya adanya cinta.


"Aku pun tidak tahu, yang aku tahu aku sudah mencintai wanita lain," jawab Aditya.


"Sudah mencintai wanita lainnya, kenapa setuju dengan perjodohan ini?" kini Jessica malah penasaran dengan alasan Aditya.


Aditya tersenyum sambil mengangkat bahunya santai, entah mengapa dirinya hanya bisa tersenyum membayangkan wajah wanita tersebut.


"Halo," dari kejauhan tampak Nayla datang bersama dengan Devan dan kedua anaknya.


Keduanya menuju taman belakang sesuai arahan dari Inggit.


Jessica tersenyum segera bangkit dari duduknya dan berpelukan ala-ala wanita dengan Nayla.

__ADS_1


"Apa kabar?" tanya Jessica antusias menyambut tamunya.


"Baik," Nayla tersenyum menunjuk kedua anaknya.


"Felix sama Adnan pengen jenguk Cahaya," Nayla tersenyum mengingat anaknya yang merengek ingin menjenguk Cahaya.


"Benarkah?" Jessica berjongkok dan menarik pipi Adnan dan Felix secara bergantian.


Dua anak tampan itu tersenyum pada Jessica.


"Aku bawa hadiah buat Tante," ucap Felix.


"Bukannya buat Cahaya?" tanya Nayla bingung.


"Ini buat calon mantu Mama," Felix memberikan seikat bunga pada Jessica yang mengundang gelak tawa.


"Ahahahaha," semua benar-benar tidak dapat menahan tawa, bagaimana bisa bocah itu berbicara begitu dewasa.


"Waw saingan Om Aditya berat yah," seloroh Aditya.


Felix membusungkan dada seakan dirinya siap untuk bertanding dengan siapapun juga.


"Jessica maaf ya anak aku tuh emang aneh," kata Nayla sambil tertawa kecil.


"Nggak apa-apa, aku suka!" jawab Jessica yang semakin membuat Felix bangga.

__ADS_1


"Kalau jodoh nggak apa-apa," ujar Devan yang semakin menciptakan gelak tawa.


__ADS_2