
"Hay, Kakak ipar," apa kabar," Reyna mendekati Jessica.
Keduanya pun berpelukan layaknya wanita yang sudah lama tidak bertemu.
"Kamu udah lama di sini?"
"Sudah dari tadi. Nungguin kamu di sini, kata Cahaya kamu di gigit serangga atau nyamuk ya?" Tanya Reyna sambil melihat Jessica dengan jelas.
Jessica memegang tengkuknya, dengan perasaan was-was.
"Nyamuk nakal itu," Puput menimpali sambil meletakkan buah di atas meja makan.
Reyna menatap Jessica penuh intimidasi, kemudian kembali duduk di kursi meja makan.
"Aya, sarapan apa?" Jessica beralih menatap Cahaya yang sedang fokus pada makanannya.
Cahaya makan dengan lahap, terlihat begitu menikmati sarapan pagi nya.
"Nasi goreng buatan Oma, Mom," jawab Cahaya dengan mulutnya yang mengunyah.
"Ini nasi goreng spesial, buatan Mama sendiri," Puput duduk dan memulai sarapannya juga.
"Ayo di coba, Alex mana?" Tanya Puput yang belum melihat wajah putranya.
"Masih di kamar, Ma," Jessica pun mulai mengisi piringnya, perutnya memang sangat lapar dan minta segera di isi.
"Kamu gimana sama Nanda?" Tanya Jessica sambil melihat Reyna.
"Baik, cuman akhir-akhir ini dia sibuk banget. Nggak tau juga sibuk ngurusin apa," Reyna mengangkat bahunya santai, dirinya memang wanita cuek yang tidak mau tahu urusan suaminya.
"Em," Jessica mengangguk dan tidak bertanya lebih jauh, takut nantinya akan menyinggung masalah. Walaupun sebenarnya ingin bertanya perihal anak, tetapi sepertinya Reyna masih santai saja tidak memikirkan hal itu sama sekali.
"Selamat pagi," sapa Alex.
Tangannya menarik kursi meja makan dan duduk di samping Jessica.
"Selamat pagi, ayo makan," jawab Puput tersenyum pada anaknya.
"Hay, anak Daddy," Alex menyapa Cahaya yang begitu fokus pada makanan nya.
"Hay, Daddy," jawab Cahaya tersenyum dan kembali memakan sarapannya,
"Kamu, di sini? Suami mu dimana?" Kali ini Alex bertanya kepada Reyna.
__ADS_1
"Nanda, ada pekerjaan Kak. Jadi, aku ke sini mau main sama Aya."
Alex pun mangguk-mangguk dan mengerti sebab di rumah Reyna hanya sendiri saja.
"Hay, cantik," sapa Alex menyenggol lengan Jessica.
Jessica ingin sekali muntah mendengar sapaan Alex, lama berteman membuatnya berpikir panggilan Alex terlalu berlebihan.
Tetapi, mengingat kejadian semalam juga sedikit menegangkan.
"Kamu mau sarapan apa?" Tanya Jessica tidak ingin menanggapi godaan Alex.
"Kalau boleh sarapan kamu," ujar Alex.
Mata Jessica melebar sempurna melihat Alex, kemudian Alex mengetuk kepalanya.
"Masakan kamu," Alex memperbaiki kata-katanya barusan, seakan Jessica yang salah dalam menyimpulkan.
"Jangan berpikir yang aneh-aneh," imbuh Alex.
"Mana ada," Jessica pun tidak ingin dituduh memikirkan hal aneh, walaupun sebenarnya memang iya.
Tidak mungkin mengatakan, tentu akan sangat malu. Memilih diam, dan mengisi piring Alex dengan nasi goreng walaupun jantungnya berdegup kencang mengingat percintaan semalam.
"Di dalam kemeja Mom, banyak itu," jawab Reyna asal.
Reyna membuat keadaan agar menjadi lebih panas, mengerjai Jessica sedikit sepertinya cukup menyenangkan bagi Reyna.
"Nggak, tidak ada, ayo sarapan," Jessica memberikan segelas susu pada Cahaya agar tidak lagi banyak bicara.
"Kayaknya aroma-aroma calon kedatangan anggota keluarga baru udah mulai tercium ya," Reyna menyindir Jessica dan Alex.
"Iya," Alex membenarkan apa yang di katakan oleh adiknya.
"Waw, bagus dong," Reyna mengacungkan jempol.
Jessica tidak menjawab sama sekali, lagi pula tidak yakin dirinya pun bisa mengandung kembali mengingat kejadian silam mengandung anak pertamanya begitu sulit.
Selesai sarapan pagi Jessica dan Reyna pun membereskan meja makan, Reyna membersihkan meja makan sedangkan Jessica yang mencuci piring.
Cahaya sudah bermain di taman belakang bersama dengan Puput.
"Kamu tahu Aditya menikah dengan Rima?" Tanya Reyna sambil mengelap meja.
__ADS_1
Jessica menghentikan pekerjaannya sejenak, beralih menatap Reyna dengan keterkejutan.
"Rima dan Aditya?"
"Iya, karena, Tante Arini sampai jatuh pingsan kata Nayla. Shock banget Tante Arini pas tau kamu dan Kak Alex belum bercerai," jelas Reyna.
Jessica sampai tidak bisa berkata-kata lagi, apa yang dikatakan oleh Reyna sungguh sangat mengejutkan.
"Mana Rima, udah punya pacar katanya, aku juga nggak tahu siapa pacarnya," imbuh Reyna kini mendekati Jessica, kemudian membantu Jessica menyusun gelas yang sudah di bilas.
"Aku nggak nyangka untuk itu, aku kira dibatalkan begitu," Jessica memang tidak berpikir sama sekali dengan pernikahan yang akhirnya pengantin nya di ganti.
"Ya begitulah," Reyna masuk ke dalam kamar mandi.
Jessica masih terkejut, walaupun begitu dirinya tetap saja melanjutkan pekerjaan nya yang sedang mencuci piring.
"Ke kamar yuk," tiba-tiba ada tangan yang melingkar di perut Jessica, terdiam sejenak sambil menenangkan diri.
Baru saja Jessica terkejut karena kabar Rima dari Reyna, kini harus kembali terkejut karena Alex yang tiba-tiba muncul dan memeluknya dari belakang.
Jessica meletakkan piring di tangannya pada wastafel, kemudian melepaskan tangan Alex yang melingkar di perutnya.
"Alex, jangan begini."
"Kenapa?" Alex bukan melepas malah semakin memperkuat tangannya, bahkan tidak ingin melepas sama sekali.
"Ada Reyna, lagian kamu kenapa sih? Kok aneh banget," Jessica tentu saja risih dengan perlakuan Alex yang tidak biasa, belum pernah merasakan belaian lembut Alex membuatnya sedikit ngeri.
"Kok aku aneh?" Kini Alex yang bertanya kembali sambil menyembunyikan wajahnya pada tengkuk Jessica.
"Alex, kamu nggak lagi kesambet atau apa 'kan?" Jessica benar-benar merasa ngeri saat Alex yang seperti ini.
Mungkinkah Alex sedang tidak sadar, atau sedang bermimpi.
"Salah ya, suami peluk istrinya?"
"Nggak, cuma..." Jessica benar-benar terdiam tidak mengerti kenapa Alex jadi seperti ini, walaupun dalam hati Jessica berharap Alex sudah benar-benar berubah dan tidak lagi kasar seperti dulu.
"Ayo ke kamar!" Dengan cepat Alex mengangkat Jessica, tanpa ijin sama sekali dari sang pemilik tubuh.
Jessica panik, dengan cepat tangannya melingkar di tengkuk Alex. Takut tiba- tiba malah Alex menjatuhkan dirinya ke lantai.
"Ya ampun!" Reyna keluar dari kamar mandi dan melihat kelakukan Alex dan Jessica.
__ADS_1
"Dasar tua-tua keladi!" Umpat Reyna.