Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Kemana aku harus pulang Tuan Devan?


__ADS_3

Devan tersadar Nayla sudah tidak ada lagi di dalam kamar,, dengan segera Devan melangkahkan kakinya untuk mencari Nayla.


Kemana wanita itu? batin Devan bertanya-tanya.


Devan bingung kemana harus mencari Nayla,, Devan terus berjalan mencari di sekeliling Vila,, sesekali Devan mengedarkan pandangannya suasana Vila yang sudah sepi karena acara peresmian Vila sudah selesai,, para tamu sudah pada pulang ke rumah masing-masing. Saat ini Devan masih usaha supaya bisa menemukan Nayla.


Dengan cepat Devan berlari keluar dari kawasan Vila,, Devan berharap bisa menemukan Nayla.


Tubuh bergetar,, wajah sangat pucat dan tangisan pilu Nayla masih sangat menghantui pikiran Devan.


Bahkan Devan tanpa sadar berkata kasar pada Nayla,, Devan tidak mengerti dengan dirinya sendiri mengapa bisa lepas kendali begitu melihat pria lain bersama Nayla.


Devan meremas rambutnya sendiri lalu meninju udara untuk melampiaskan kekesalan pada dirinya sendiri.


Devan saat ini berdiri di tengah jalanan yang sepi,, matanya terus mencari-cari keberadaan wanita rapuh yang sampai saat ini belum diketahui perginya kemana.


Devan yang tidak ingin terus berdiam diri di tengah jalanan segera berlari untuk mencari keberadaan Nayla meskipun tanpa arah.


Hingga sampai pada akhirnya kedua matanya melihat seorang wanita yang sedang berjalan sendiri,, jaraknya tidak jauh dari dirinya saat ini.


Nayla saat ini tengah berjalan tanpa alas kaki dengan tubuh yang bergetar.


Tiba-tiba ada empat pemuda yang sedang berjalan ke arah Nayla sambil menatap Nayla dengan tatapan haus.


"Hai cantik,," sapa seorang pria pada Nayla.


Nayla hanya diam saja sambil mengusap air matanya yang masih terus keluar.


"Kenapa kamu menangis cantik? atau jangan-jangan saat ini kamu sedang kesepian yah?" ucap salah satu pria.


"Kalau kamu kesepian,, maka kami akan senang hati menemani mu," ucap Pria itu lagi.


"Kalian mau apa?" tanya Nayla sambil terus mengusap air matanya yang tidak henti-hentinya terjatuh meskipun Nayla banyak kali telah mengusapnya.

__ADS_1


Keempat pria itu saling lempar senyum lalu melihat Nayla yang saat ini sangat dekat dengan mereka.


"Hei cantik,, kami hanya ingin mengajak mu bersenang-senang,, udah itu aja,, kamu juga pasti akan sangat puas,," ucap pria yang lainnya lagi.


"Iya,," ucap Nayla tanpa ada keraguan sedikitpun.


Bukankah dirinya seorang wanita murahan? mengapa menolak jika diajak bersenang-senang oleh empat pria yang sedang mengelilingi dirinya saat ini dan menatap dirinya dengan tatapan haus.


Keempat pria itu benar-benar tidak menyangka jika Nayla dengan suka rela mau menyetujui keinginan mereka.


"Wah nggak nyangka ternyata dia juga suka yah,," ucap salah satu pria.


Nayla menutup matanya dengan air mata yang terus keluar.


Kemudian Nayla kembali membuka matanya lalu menatap pria itu.


"Kenapa aku tidak mau,, aku ini hanya seorang wanita murahan jadi aku tidak pantas untuk dihargai,," ucap Nayla sambil tersenyum getir meratapi nasibnya sendiri.


"Wah malam ini pasti akan sangat menyenangkan,," ucap salah satu pria lagi.


"Ayo kalian tunggu apa lagi?" ucap Nayla dengan perasaan yang benar-benar hancur.


Nayla menutup mata dengan perasaan yang benar-benar hancur dan juga siap melayani nafsu bejat keempat pria itu,, seorang wanita murahan seperti dirinya tidak boleh memilih-milih pria. Semua itu agar memperkuat predikat wanita murahan yang dikatakan Devan pada dirinya.


"Wah teman-teman dia benar-benar sudah tidak sabar,, ayo kita ikuti kemauannya,," ucap salah satu pria sambil mulai mendekati Nayla.


Seorang wanita yang sangat cantik yang dengan suka rela memberikan tubuhnya pada mereka,, siapa yang akan melewatkan kesempatan bagus seperti sekarang ini?


"Bos kita bergiliran yah,," ucap salah satu pria lagi.


"Tenang kalian semua akan mendapatkan giliran tidak usah khawatir,, tetapi aku dulu yah yang merasakannya,," ucap pria itu lagi sambil tersenyum penuh bahagia.


Tubuh Nayla semakin bergetar hebat,, takut pria itu semakin mendekati dirinya hingga tiba-tiba.

__ADS_1


Brukk..


Pria itu langsung terjatuh di tanah sebelum dirinya berhasil menyentuh tubuh Nayla.


Nayla langsung membuka mata begitu mendengar ada suara keras didekatnya.


Mata Nayla langsung menatap Devan yang sedang menghajar keempat pria itu dengan membabi buta.


Nayla tidak menyukai ini kenapa Devan yang harus datang,, kata-kata Devan sudah sangat melukai hati Nayla.


Jika saja orang lain mungkin Nayla akan senang tetapi pria itu adalah Devan membuat Nayla kecewa.


"Dasar pengganggu kesenangan orang saja," ucap salah satu pria yang sudah babak belur dihajar Devan.


Bukkkk!!!


Devan langsung menendang pria itu lagi begitu mendengar ucapannya,, lalu keempat pria itu dengan segera kabur untuk menyelamatkan diri dari Devan.


"Nayla,, kamu baik-baik saja?" tanya Devan sambil memegang lengan Nayla, dengan segera Nayla menepisnya,, biasanya Nayla akan sangat bahagia jika Devan seperti itu padanya tapi tidak untuk saat ini Nayla benar-benar tidak suka.


"Ayo kita pulang,," ucap Devan sambil menatap Nayla.


"Kemana? kemana aku akan pulang Tuan Devan? ke rumah Ibu ku? Ibuku sama menganggap ku juga hanya sebagai wanita murahan sama dengan yang anda ucapkan tadi Tuan Devan yang terhormat,," ucap Nayla dengan bibir bergetar,, suara Nayla hampir hilang ketika mengucapkan itu,, Nayla benar-benar meratapi dirinya sendiri yang dianggap wanita murahan oleh Devan,, padahal Nayla tidak pernah sama sekali melakukan hal yang seperti Devan tuduhkan,, Nayla juga bisa hamil saat ini,, itu semua karena Devan yang memperkosa dirinya.


"Nayla," ucap Devan yang masih mencoba untuk memegang lengan Nayla namun lagi-lagi Nayla tepis dengan cepat.


"Kenapa? kenapa kamu datang menolong ku? kenapa tidak biarkan saja mereka menyentuh ku,, menjadikan aku sebagai wanita murahan,, toh aku wanita murahan kan di matamu," ucap Nayla lagi dengan hati terluka.


Jangan tanyakan lagi mengenai hatinya saat ini,, Nayla benar-benar sangat sakit hati dengan ucapan Devan,, bahkan sakit perut yang sejak tadi dirasakan Nayla mampu dikalahkan dengan sakit hatinya pada ucapan Devan.


"Kemana aku harus pulang Tuan Devan? ke rumah Ayahku? jika disuruh memilih, aku lebih memilih mati saja daripada harus pulang ke rumah Ibu atau Ayahku,," ucap Nayla lagi yang tidak mungkin juga akan pulang di rumah Ayahnya,, Ayahnya memang baik tapi Ibu Tirinya sama jahatnya dengan Ibu kandungnya,, Nayla tidak mungkin pulang.


Tanpa perlu dijelaskan pun,, Devan sudah tau sendiri bagaimana keluarga Nayla memperlakukan Nayla,, karena sebelumnya Devan sudah melihat sendiri bagaimana mereka memperlakukan Nayla.

__ADS_1


Tidak ada kasih sayang sedikit pun dari orang tua Nayla,,, apalagi disaat Nayla sudah dewasa seperti sekarang,, tambah Nayla tidak mendapatkan kasih sayang.


Bahkan suaminya sendiri juga mengatakan dirinya wanita murahan,,, belum sembuh sakit hati yang diberikan oleh Devan kini Devan malah menambahnya lagi dengan sakit hati yang baru.


__ADS_2