
"Nayla sayang,, mas ingin kita menikah,," ucap Denis sambil melihat Nayla dengan tatapan penuh cinta.
Degh!!!!
Kata-kata yang ingin Nayla dengar dari Denis akhirnya Nayla dengar,, namun sayang saat ini impian itu tidak bisa terwujud,, keinginan Nayla untuk menikah dengan Denis harus Nayla buang jauh-jauh karena saat ini Nayla telah menjadi istri siri dari Devan,, bahkan tengah mengandung anak Devan,, air mata Nayla tidak bisa lagi Nayla tahan,, untuk kesekian kalinya Nayla lagi-lagi menangis.
"Maaf mas,, Nayla tidak bisa menikah dengan mas,," ucap Nayla penuh sesak di dadanya. Menolak lamaran Denis kekasih yang sangat dicintainya menimbulkan rasa sakit di hati yang luar biasa.
Inilah saat yang ditunggu Nayla namun semuanya harus sirna.
Sedangkan tangan Denis yang sejak tadi menggenggam tangan Nayla perlahan melepaskan tangan Nayla karena rasa terkejutnya mendapatkan penolakan dari Nayla,, kekasih yang sudah lama berpacaran dengannya.
"Kenapa kamu menolak lamaran mas? apa kamu tidak mencintai mas? apa kamu sudah mendapatkan pria lain di luaran sana sebagai pengganti mas?" tanya Denis dengan mata berkaca-kaca mendapatkan penolakan dari Nayla,, wanita yang sangat dicintainya dan ingin dinikahinya.
Nayla dengan cepat menggelengkan kepalanya pertanda apa yang dikatakan Denis tidak benar.
"Tidak mas,, aku sangat mencintai mu,, dan juga sangat setia padamu selama ini," ucap Nayla sambil terisak karena tak sanggup bila harus mengatakan yang sebenarnya pada Denis,, Nayla tau pasti Denis akan sangat terluka.
"Apa kamu mendapatkan pria yang lebih baik dari mas?" tanya Denis lagi seakan bingung mengapa Nayla menolak dirinya,, padahal Denis tau selama ini Nayla juga sangat mencintai dirinya.
Nayla lagi-lagi menggelengkan kepalanya.
"Lalu,, mengapa kamu menolak lamaran mas sayang?" tanya Denis sambil melihat Nayla dengan hati terluka karena ditolak Nayla. Meskipun begitu Denis tetap masih sangat mencintai Nayla. Tapi Denis ingin tau alasan Nayla menolak lamaran dirinya.
"Mas aku benar-benar sangat mencintai mu mas,, saat kamu melamar aku tadi aku sangat bahagia, tapi mas...," ucap Nayla menggantung sambil melihat wajah Denis,, bingung apakah menceritakan semuanya pada Denis saat ini adalah keputusan yang tepat atau tidak.
"Tapi apa sayang? kenapa kamu menolak lamaran ku jika memang kamu sangat mencintai ku dan juga senang aku melamarmu tadi?" tanya Denis lagi-lagi yang sangat ingin tau alasan dibalik penolakan Nayla.
"Maaf mas,, aku hamil," ucap Nayla dengan suara yang teramat pelan sambil tertunduk.
Degh!!!
__ADS_1
Denis langsung diam mematung begitu mendengar jawaban Nayla,, rasanya Denis tidak bisa percaya jika Nayla saat ini sedang hamil.
"Mas Denis,," ucap Nayla mencoba mengembalikan kesadaran Denis sambil menggoyangkan bahu Denis,, Nayla tau saat ini hati Denis pasti benar-benar sakit begitu mendengar kejujuran Nayla.
Denis benar-benar terdiam,, Denis tak tau harus berucap apa lagi bahkan Denis sampai mengeluarkan air mata.
"Maaf mas,, aku diperkosa mas hingga hamil seperti sekarang,," ucap Nayla lagi yang juga ikut meneteskan air mata.
Denis terkejut begitu mendengar ucapan Nayla dan langsung menoleh pada Nayla,, Denis tau Nayla tidak perawan lagi setelah Nayla menceritakan sebelumnya,, tapi Denis tidak tau penyebab Nayla tidak perawan lagi karena diperkosa.
"Aku hamil anak...,," Nayla tidak mampu meneruskan ucapannya rasanya tak sanggup menceritakan siapa yang telah menodainya,, hingga membuat dirinya tidak bisa bersama Denis lagi.
"Mas," ucap Nayla lagi sambil menyentuh bahu Denis yang masih terdiam.
Denis langsung memeluk erat Nayla dengan air mata yang sudah menetes di pipinya,, Denis belum bisa menerima kenyataan ini namun Denis juga sangat mencintai Nayla,, Denis berada dalam dilema dan keterkejutan. Setelah memeluk Nayla,, Denis langsung pergi tanpa berucap apapun.
Nayla hanya mampu melihat kepergian Denis sambil menangis mencoba menerima kenyataan jika Denis telah meninggalkannya.
Ketika sedang berjalan di trotoar jalan dengan perasaan galau luar biasa,, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat disampingnya,, hingga perlahan pintu mobil terbuka terlihat jelas Devan sedang berada di dalam mobil.
Nayla tampak diam dan bingung apakah harus masuk di dalam mobil Devan atau tidak.
"Masuk!!!" ucap Devan lagi dengan tegas dan dingin.
Dengan perasaan campur aduk Nayla masuk ke dalam mobil Devan. Sesaat setelah masuk ke dalam mobil,,, mereka berdua terdiam hingga tiba-tiba terdengar suara Devan.
"Sebenarnya anak siapa yang kamu kandung Nayla?" tanya Devan dengan dingin yang langsung membuat Nayla melihat Devan.
Lagi-lagi pipi Nayla dibasahi oleh air mata,, sudah dua kali Devan bertanya tentang hal itu,, Nayla benar-benar terluka disaat Devan meragukan anaknya sendiri.
"Itu benar anak aku atau anak pria yang memeluk kamu tadi?" tanya Devan lagi.
__ADS_1
Nayla perlahan mengusap air matanya sambil mencoba tetap kuat,, berusaha tersenyum sambil menjawab pertanyaan Devan yang menyakiti hatinya.
"Pria tadi adalah pacar saya tuan Devan,, dan anak ini tidak tau siapa bapaknya,, apakah anak manusia atau anak setan yang tega meragukan anaknya sendiri,," ucap Nayla dengan perasaan kesal luar biasa.
"Apa kamu menyebut aku setan?" ucap Devan dengan dingin sambil menatap Nayla.
Nayla hanya menggeleng sambil berucap "Ceraikan aku sekarang Tuan,, aku tidak akan ada lagi disini,, aku akan membawa pergi anakku,," ucap Nayla sambil melihat Devan juga.
"Aku butuh jawaban yang pasti,," ucap Devan lagi.
"Aku tidak tau ini anak siapa Tuan,, karena sangat banyak lelaki yang tidur dengan ku jadi aku nggak tau ini anak siapa,," ucap Nayla.
"Ceraikan aku Tuan,, biar Tuan tidak terikat apa-apa lagi dengan ku,," ucap Nayla lagi sambil tersenyum miris.
Kata-kata Nayla merupakan pukulan berat pada Devan,, Devan merasa seperti tersudutkan dengan kata-kata Nayla barusan,, Devan jadi teringat akan noda merah pada sprei nya malam itu.
"Ucapkan satu kalimat yang berisi talak Tuan, biar kita tidak ada hubungan apa-apa lagi,, aku akan pergi dari hidup Tuan," ucap Nayla lagi yang sudah lelah.
Tiba-tiba ponsel Devan berdering,, tertera nama Jessica di ponsel itu.
"Sayang,," ucap Devan langsung begitu menjawab panggilan telepon dari Jessica namun mata Devan mengarah pada Nayla.
"Sayang, kamu dimana? jemput aku sekarang yah,," ucap Jessica manja.
"Iya sayang,," ucap Devan lalu Jessica menutup panggilan teleponnya dengan Devan.
"Tuan aku tau Tuan sedang buru-buru sekarang,, maka ucapkan saja kalimat yang aku inginkan Tuan,, lalu kita selesai tak ada hubungan lagi,," ucap Nayla dengan sangat yakin.
Devan tidak menggubris ucapan Nayla,, Devan hanya membuka pintu mobilnya lalu menunjuk ke arah pintu mobil membuat Nayla mengerti maksud Devan.
Nayla pun turun dari mobil Devan.
__ADS_1
Devan dengan segera mengemudikan mobilnya untuk menjemput Jessica.
Hati Nayla benar-benar sakit,, wanita miskin seperti dirinya diperlakukan seperti ini,, Nayla tidak bisa berbuat apa-apa,, sejak dulu kehilangan kasih sayang kedua orang tua dan saat ini pernikahannya juga tidak ada kejelasan sama sekali hanya ada kesedihan di dalam pernikahannya,, Nayla hanya mampu menangis meratapi takdir hidupnya yang sangat kejam.