
"Mana?"
"Mama,"
Hampir saja jantung Reyna copot karena Puput datang tiba-tiba, belum selesai katerkejutan nya terhadap Nanda barusan, kini harus kembali terkejut karena Puput.
Beruntung jantungnya buatan Tuhan, jika buatan manusia sudah pasti harus diperbaiki sebab berulang kali terguncang.
"Hehe maaf," Puput cengengesan, tapi matanya mulai mengarah pada benda yang dipegang Reyna.
Yakin benda tersebut adalah pesanan yang artinya rencana akan berjalan, biar saja dianggap mertua aneh, asalkan rumah tangga anaknya bahagia.
"Ini," Reyna memberikan paper bag di tangannya pada Puput.
"Bayar yah Ma, ini mahal," ucap Reyna.
"Gampang, emang berapa uang kamu terpakai?" tanya Puput.
"Dua juta," jawab Reyna.
"Beres, Mama transfer sebentar lagi," ucap Puput lalu melengos masuk kembali ke dalam rumah untuk menemui Jessica.
Reyna pun ikut menyusul masuk, bibirnya tersenyum bahagia sebab akan mendapatkan keuntungan dari Mamanya.
Sedikit berdagang mencari keuntungan tidak masalah, lagi pula yakin jika isi ATM Nanda pasti tidak banyak.
Reyna yakin Nanda tidak begitu kaya.
##############
Tok...Tok...Tok....
Setelah mengetuk pintu, Puput langsung saja masuk dirinya tak butuh izin sekalipun dari pemilik kamar.
"Ada yang bisa aku bantu Ma?" tanya Jessica menghentikan aktivitas memakai skin care di malam hari saat sebelum tidur, beralih menatap mertuanya yang tiba-tiba muncul.
"Ada," jawab Puput.
"Apa Ma?" tanya Jessica.
Puput berjalan semakin mendekati Jessica kemudian memberikan sebuah lingerie berwarna biru pada Jessica.
"Pakai," ucap Puput.
Jessica menatap lingerie tersebut, kemudian kembali menggulung dengan asal.
__ADS_1
"Ma?"
Seharusnya tak perlu lagi bertanya akan lingerie tersebut, jawabannya pasti Puput menginginkan dirinya untuk memakainya.
Akan tetapi Jessica begitu shock, ini terlihat mengerikan sekalipun benda tersebut tak asing baginya, sebenarnya Jessica memiliki banyak koleksi lingerie tapi tak mampu memakainya mengingat hubungannya dan Alex begitu buruk, bisa saja Alex memakinya habis-habisan.
"Kamu pakai ini sekarang, nanti Alex pulang kamu rayu dia, kalau sudah," Puput menyatukan kedua telapak tangan yang seakan mengatakan bahwa olahraga halal suami istri adalah penyelesaian dari masalah suami istri.
Sedangkan Jessica masih menatap lingerie yang di tangannya, ragu akan saran dari Ibu mertuanya.
"Kamu tidak mau memakainya?" tanya Puput.
"Bukan gitu Ma," Jessica panik takut Puput merasa tersinggung, tapi dirinya pun tak mungkin memakainya.
"Halo Kakak ipar," Reyna masuk sambil tersenyum mengejek pada Jessica.
"Dipakai ya aku susah sekali memilihkan untukmu," ucap Reyna.
"Apa?"
Reyna yang memilihnya, sungguh ini adalah kejutan yang luar biasa.
"Cepat pakai sekarang, tidak pakai artinya tidak menghargai," ucap Reyna lagi.
"Iya nanti aku pakai," ucap Jessica.
"Mama mau kamu pakai sekarang," Puput tidak ingin dibantah, karena bisa saja nantinya Jessica tidak benar-benar memakainya.
"Tapi Ma..."
Jessica tak mampu berkata-kata melihat mata Puput yang melebar.
"Sekarang," ucap Puput yang diangguki oleh Reyna.
"Sekarang kakak ipar," ucap Reyna juga.
Dengan langkah kaki yang berat akhirnya Jessica pun memakainya di dalam kamar mandi, sesaat kemudian dirinya keluar dari kamar mandi, tapi yang dilihatnya bukan Puput dan Reyna melainkan Alex.
Ke mana perginya Mama mertuanya tersebut, kenapa malah berganti dengan Alex.
Tunggu lihat sekitarnya dulu, bunga bertaburan dan lilin yang disusun sedemikian rupa, hingga tampak lebih romantis.
Apa romantis?
Ini gila!!!
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" ucap Alex.
Alex menatap penampilan Jessica dari atas hingga ujung kaki lingerie berwarna biru melekat di tubuh istrinya.
Jessica tersenyum kecut sambil menutupi bagian dadanya, sebenarnya tidak perlu menutupi dirinya bukan perawan yang tak pernah tersentuh, hanya saja dirinya sedang tidak ingin mendengar puisi berisi hinaan dari mulut Alex.
Lihat saja kaki Alex perlahan melangkah ke arahnya mengelilingi dirinya sambil menatap penuh intimidasi seperti tahanan yang harus diinterogasi.
"Sekarang dan dulu berbeda Jessica, kamu sama sekali tidak menarik di mataku," tutur Alex dengan angkuhnya.
Baiklah!
Jessica pun mendongak menatap Alex, ini demi Puput, berjuang untuk rumah tangganya tapi percayalah setelah lelah dirinya akan pergi tanpa pamit.
"Kenapa?" tantang Jessica.
"Wow!" Alex tersenyum miring melihat adanya perlawanan dari Jessica,
"Sepertinya sikap mu mulai kembali seperti semula," ucap Alex lagi.
"Apakah benar aku tidak menarik?" tanya Jessica.
"Apa yang bisa kulihat darimu? kau itu sisa! bahkan mandul," ucap Alex.
"Aku tidak mandul Alex," seru Jessica dengan nada tinggi kali ini dirinya tak mampu menahan amarah.
Kapan Alex akan mengerti dengan perasaannya,, saat ini Alex benar-benar menjadi iblis yang tidak memiliki hati nurani sedikitpun, bahkan tak memikirkan sedikitpun perasaannya saat berbicara, saat berbicara tanpa tahu sebab dan akibatnya, sulit sekali menerima keadaannya, tapi Alex lagi-lagi menambah rasa sakitnya.
"Lalu apa?" Alex pun tidak mau mengalah, jika Jessica bisa berteriak berbicara dengannya mengapa dirinya tidak bisa?
"Aku tidak mandul! aku pernah mengandung anakmu," Jessica tersenyum miring mengingatkan Alex akan saat itu.
"Ya dan mungkin kamu menggugurkan kandungan mu karena ingin menikah dengan Devan," ucap Alex.
"Tuduh aku sesukamu, semaumu, tapi satu hal yang aku ingatkan, aku tidak mandul! kehamilanku membuktikan aku tidak mandul," ucap Jessica.
"Benarkah ayo kita lihat," ucap Alex.
Alex melemparkan tubuh Jessica ke atas ranjang lalu menindihnya dengan cepat.
"Alex, kamu mau apa?" Jessica panik ketakutan, bukan dirinya tidak ingin memberikan hak Alex atas tubuhnya, akan tetapi cara Alex yang memperlakukan dirinya kasar membuat Jessica merasa tersakiti.
"Aku hanya ingin membuktikan padamu bahwa ucapanku benar," ucap Alex.
"Alex kamu menyakitiku" ucap Jessica.
__ADS_1