Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Cemburu membuat orang waras menjadi gila...


__ADS_3

"Nayla,, aku benar-benar khilaf waktu itu,, tolong maafkan aku,," ucap Devan.


Sejenak Nayla berhenti tertawa lalu segera menatap wajah serius Devan saat ini.


"Benarkah?" ucap Nayla sambil tersenyum miring seakan sedang mengejek Devan saat ini.


"Nayla, tolong maafkan aku,, aku benar-benar salah waktu itu dan aku minta maaf,," ucap Devan lagi.


"Acting anda sangat bagus Tuan,, cocok sekali jika anda jadi aktor, anda tinggal katakan saja bahwa anda menginginkan janin ini,, anda bicara seperti tadi karena ingin aku mempertahankan janin ini kan? lalu setelah anak ini lahir,, anda akan langsung mengambilnya dariku,, sungguh rencana yang sangat licik,,," ucap Nayla dengan diiringi tawa kecil.


"Aku tidak akan mengambil anak itu dari kamu,, apa yang aku katakan kemarin itu karena aku sudah salah paham padamu,,, aku pikir kamu dan pria itu melakukan hal kotor di dalam kamar,, tapi begitu mendengar penjelasan langsung dari pria itu aku sadar bahwa aku sudah salah paham padamu,," ucap Devan lagi.


"Benarkah?" ucap Nayla yang sangat jelas masih terluka.


"Nayla,," ucap Devan sambil menatap Nayla penuh harap agar dirinya dimaafkan.


"Iya,, kamu berpikiran seperti itu kemarin karena bagi kamu,, aku ini adalah seorang wanita murahan,," ucap Nayla yang masih sakit hati dengan ucapan Devan selama beberapa hari ini.


Devan sungguh membuat hati Nayla terluka dengan sangat dalam.


Devan tidak mau lagi berdebat dengan Nayla,, Devan memilih ke luar dari kamar lalu ke dapur,, Devan memilih membuatkan nasi goreng kesukaan Nayla seperti biasanya.


Setelah membuat sepiring nasi goreng,, Devan pun segera membawa nasi goreng dan juga air mineral menggunakan nampan lalu masuk ke dalam kamar Nayla lagi.


Perlahan nampan itu Devan letakkan di atas meja nakas lalu menatap Nayla.


"Ayo makan ya," ucap Devan yang berusaha membujuk lalu membantu Nayla agar bisa duduk namun tangan Nayla dengan cepat menepis tangan Devan.


"Aku tidak lapar sama sekali,," ucap Nayla.


"Nayla,,, ayolah aku mohon,, demi anak kita,, kamu makan yah," bujuk Devan lagi.


Mendengar kata "anak kita" sejenak hati Nayla luluh,, namun beberapa detik kemudian hati Nayla kembali keras karena sudah terlalu sakit dengan kata-kata Devan beberapa hari ini.


"Aku tidak perduli sama sekali,," ucap Nayla.


"Nayla,, aku sudah mengatakan maaf,, tolong maafkan kesalahan aku," ucap Devan yang entah sudah berapa kali mengatakan kata maaf.


"Lebih baik kamu pergi dari sini," usir Nayla.

__ADS_1


"Nayla," ucap Devan.


"Atau kalau gitu aku saja yang pergi," ancam Nayla balik pada Devan.


Devan pun mengangguk lalu memilih untuk pergi karena tidak ingin Nayla yang pergi,, di depan pintu kamar,, Devan bertemu dengan Reyna.


Tampaknya Reyna sudah cukup lama berdiri disana dan ada kemungkinan Reyna telah mendengar segalanya. Tanpa Devan sadari sebenarnya Reyna sudah sangat banyak mendengar lebih dari itu.


Setelah Devan benar-benar sudah keluar,, kini giliran Reyna yang masuk,, Reyna menutup pintu lalu mengunci nya.


"Keluar,, kenapa ka...," Nayla langsung menghentikan ucapannya begitu melihat ternyata sahabat nya yang masuk bukan Devan.


Reyna lalu duduk di sisi ranjang lalu mengusap punggung Nayla dengan lembut.


"Reyna,,, aku ingin pergi dari sini,," ucap Nayla sambil memeluk Reyna dengan erat,, kali ini ada sahabat yang bisa membuat Nayla sedikit lebih tenang dengan cobaan hidupnya.


Reyna hanya diam membalas pelukan Nayla sambil mendengarkan keluh kesah sahabatnya itu.


Meskipun sebenarnya Reyna ingin bicara tetapi Reyna memilih diam mendengarkan segala keluh kesah serta tangisan sahabat nya itu agar perasaan Nayla sedikit lebih baik dari sebelumnya.


"Aku nggak tau Reyna mau dia apa padaku? dia sangat kasar dan juga menuduh aku sembarangan,, menuduh aku ini wanita murahan," ucap Nayla.


"Kamu kuat Nayla,, kamu wanita hebat,,,, aku tau kamu wanita seperti apa,, kamu pasti bisa melewati ini semua," ucap Reyna yang ingin menguatkan sahabat nya itu yang sedang rapuh saat ini,, Reyna tidak bisa berbuat banyak mengingat Devan adalah seorang pria yang tidak akan main-main dengan ucapannya.


"Aku benar-benar udah capek banget Reyna,, aku ingin menyerah," ucap Nayla.


"Ini bukan Nayla yang aku kenal,, Nayla yang aku kenal adalah wanita yang hebat dan tidak akan mudah menyerah begitu saja,, kamu tau aku,, dan aku tau kamu,, kamu bukan wanita yang lemah Nay,," ucap Reyna lagi.


"Tapi Reyna,, kali ini aku benar-benar sudah nggak kuat dengan cobaan hidup ku," ucap Nayla dengan bibir yang bergetar.


"Dia itu sedang cemburu berat Nayla,, ada cinta dimatanya untuk kamu,, aku nggak bohong," ucap Reyna.


Degh!!!


Nayla yang sedang tertunduk langsung menatap Reyna,, kata-kata Reyna barusan sukses membuat Nayla terkejut.


"Iya aku tau kamu akan terkejut,, dan aku juga tau bahwa dia secara tidak sadar sudah sangat jatuh cinta padamu hanya tidak mau mengakuinya saja," ucap Reyna lagi.


"Apa kamu tau Nayla saat kamu tertidur karena obat,, dia menangis,, dia marah,, berteriak karena tidak sanggup melihat kamu yang kesakitan seperti sekarang ini,, dia takut kamu pergi meninggalkan dia sehingga dia mati-matian mempertahankan janin itu,," ucap Reyna dengan senyum yang penuh keyakinan akan perasaan Devan untuk Nayla.

__ADS_1


"Nggak Reyna kamu salah,, cintanya hanya untuk istri pertamanya saja yaitu Nyonya Jessica," ucap Nayla dengan hati yang terluka.


"Siapa yang bilang?" tanya Reyna sambil tersenyum.


"Bibirnya sendiri dan juga telinga ku yang mendengar nya langsung,," jawab Nayla.


Reyna malah tertawa terbahak-bahak begitu mendengar jawaban Nayla.


"Tampaknya kamu juga sudah gila sama saja dengan dia," ucap Nayla.


Reyna berusaha menghentikan tawanya meskipun itu sangat sulit dilakukannya.


"Kamu cemburu Nay?" tebak Reyna diselingi dengan tawa kecil.


Nayla lebih memilih membuang pandangannya ke tempat lain daripada menjawab pertanyaan dari Reyna.


"Iya kamu memang sedang cemburu,, tampaknya sudah ada yang menggantikan posisi Denis dihati mu yaitu dokter Devan," ucap Reyna lagi.


"Kamu sudah gila," ucap Nayla berusaha mengelak itu semua.


"Sudahlah sekarang lebih baik kamu makan,, baunya harum sekali,, kalau kamu tidak mau makan biar aku saja kebetulan aku lapar," ucap Reyna sambil mengambil nasi goreng buatan Devan dari atas meja nakas.


"Ya udah makan saja," ucap Nayla.


"Alhamdulillah lumayanlah buat mengganjal perut ku yang kelaparan ini," ucap Reyna sambil menyendok nasi goreng itu dan mengunyah dengan ekspresi wajah menunjukkan betapa enaknya nasi goreng itu.


"Sini,, kenapa kamu malah makan beneran,," ucap Nayla lalu segera mengambil sepiring nasi goreng itu dari tangan Reyna.


Dan sialnya nasi goreng itu memang benar-benar sangat lezat sehingga Nayla sangat cepat menghabiskan nasi goreng itu.


"Enakkan Nay?" ucap Reyna sambil memberikan air mineral pada Nayla.


"Dokter Devan buatnya pakai cinta,," goda Reyna.


"Uhuk.. Uhuk.. Uhuk,," Nayla tersedak oleh air mineral karena mendengar ucapan Reyna. Dan itu malah sukses membuat Reyna tertawa.


"Apa kamu tau Nayla? cinta itu membutakan segalanya,, cemburu itu bisa membuat orang yang waras menjadi gila,, dan dia sedang cemburu berat waktu itu sehingga tidak sadar kata-kata kasar pun dia ucapkan,, takut kamu di ambil orang membuat dia seperti itu,," ucap Reyna lagi yang memang tidak main-main dalam mengucapkan itu. Reyna sangat yakin Devan cemburu berat hanya tidak menyadarinya saja.


Reyna tersenyum sambil menggoda Nayla,, tidak menyangka Nayla bisa membuat Devan jatuh cinta. Devan dikenal sangat mencintai Jessica namun saat ini Reyna sudah meragukan cinta Devan untuk Jessica,, Reyna sangat yakin cinta Devan untuk Jessica sudah mulai terkikis dan perlahan cinta itu berpindah pada Nayla, hanya Devan tidak sadari saja atau mungkin Devan berusaha menyangkalnya.

__ADS_1


"Rey,, nasi goreng ini tidak enak,, tadi itu aku hanya kelaparan saja makanya cepat habis, jadi kamu tidak perlu lagi menambah dengan mengarang cerita lain," ucap Nayla.


__ADS_2