Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Menurut pada Jessica...


__ADS_3

"Aku tidak akan bisa tenang sampai kamu sudah menceraikan Nayla,, kapan kamu akan menceraikan Nayla,, atau kamu tidak berniat menceraikan dia? aku nggak mau! pokoknya aku nggak mau mempunyai suami yang memiliki dua istri," ucap Jessica histeris.


"Jessica sebaiknya kamu tenang dulu," ucap Devan.


"Biar saja aku mati,, pokoknya kalau kamu lebih memilih dia aku pasti akan mati membawa dengan anakku," ucap Jessica.


"Jessica,, kamu bicara apa?" ucap Ana khawatir.


Ana mengerti dengan perasaan menantunya,, tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur tidak mungkin menjadi beras kembali. Semuanya tidak bisa diubah lagi,, keadaan ini bukan hanya Jessica saja yang terluka,, tapi semua anggota keluarga ikut terluka atas kejadian ini.


ana juga ikut terluka sekalipun dirinya hanya seorang mertua,, dia ikut merasakan penderitaan dua wanita yang kini terjebak dalam pernikahan yang penuh duri.


Lalu siapa yang salah?


Jessica?


Devan?


Nayla?


Tidak ada! tidak ada yang salah dari ini semua,, karena semuanya terjadi begitu saja. Semuanya terjadi karena memiliki alasan yang tanpa arah. Ana tidak berpihak kepada siapapun,, Ana tidak berpihak pada Devan,, Ana tidak berpihak pada Jessica,, dan Ana pun tidak berpihak pada Nayla.


Ana hanya mampu melihat dan menguatkan ketiganya,, sampai nanti Devan benar-benar memilih salah satu diantara Nayla dan Jessica,, agar bisa menata kembali hidup rumah tangga yang bahagia. Atau mungkin Devan tidak memilih salah satu diantara mereka berdua, agar tidak ada yang tersakiti,, berada di posisi Devan juga sangat berat karena kedua wanita itu mengandung anaknya.


"Jessica nggak kuat Ma, kenapa rumah tangga Jessica harus seperti ini,, kenapa semuanya penuh luka?" ucap Jessica yang terus mengeluh.

__ADS_1


Lagi-lagi Ana hanya bisa mengusap punggung menantunya itu,, dan mendengar keluh kesah dari menantunya,, supaya bisa mengurangi sedikit beban yang sangat berat tersebut.


"Kamu kuat Jessica,, kamu harus bisa demi anak kamu,, selama ini kamu sangat menginginkan anak,, sampai-sampai kamu sudah melakukan berbagai cara,, berbagai pengobatan dan saat ini kamu benar-benar hamil,, apa kamu ingin kehamilanmu ini sia-sia?" ucap Ana.


Jessica langsung terdiam menimbang ucapan Mama mertuanya dan memang benar apa yang dikatakan Mama mertuanya, perkataan Mama mertuanya tadi seolah membuat dirinya sadar. Sangat tidak mudah perjuangannya untuk mendapatkan anak,, selama ini dia telah melewati berbagai pengobatan yang menyakitkan,, apa mungkin sekarang dia menyia-nyiakan kesempatan mengandung anak Devan.


Semangat Jessica!! anak ini adalah alasan agar Devan bisa tetap bersamamu,, posisi kamu kuat Jessica,, kamu adalah istri sah Devan, yang diketahui oleh semua orang di luar sana dan kamu mengandung anak Devan jadi posisimu sangat kuat,, batin Jessica.


"Kamu minum dulu," ucap Devan sambil menyodorkan air mineral kepada Jessica begitu melihat Jessica sedikit tenang saat ini.


Jessica pun hanya menurut saja dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Devan.


"Devan aku mau kamu benar-benar menceraikan Nayla nanti,, kalau kamu tidak menceraikan dia aku benar-benar akan mati bersama anak ini," ucap Jessica lagi setelah minum air mineral.


Menurut Devan Jessica harus tenang agar janinnya baik-baik saja,, lagian tidak ada alasan untuk dia menceraikan Jessica. Pertama cintanya untuk Jessica tidak pernah luntur sekalipun Jessica pernah mengkhianati dirinya, anggap saja itu impas dengan pernikahan keduanya bersama Nayla yang secara diam-diam. Dan yang kedua Jessica saat ini sudah mengandung anaknya jika alasan pernikahan adalah anak,, sekarang Jessica sudah mengandung anak. Jadi tidak ada alasan lagi yang akan membuatnya bercerai dengan Jessica.


"Kamu janji akan menceraikan Nayla setelah anaknya lahir?" tanya Jessica untuk memastikan semuanya.


"Iya," jawab Devan.


Jessica menatap wajah Devan dengan serius,, begitu melihat tidak ada keraguan di wajah Devan,, Jessica percaya bahwa Devan tidak berbohong.


Dalam hati Jessica sudah tidak kuat jika Devan terus mempertahankan Nayla, tapi sinyalnya suara ******* waktu itu terus terngiang-ngiang di pikiran Jessica,, sehingga amarah Jessica masih membuncah sampai saat ini. Dan Jessica bersumpah akan menyingkirkan Nayla dari hidup Devan,, sekalipun itu sulit dia tidak akan pernah mundur meskipun pernah terjatuh dalam luka yang sangat dalam.


"Sekarang kamu istirahat dan jangan lakukan hal konyol seperti tadi lagi," ucap Devan sambil melihat ada bekas di leher Jessica,, mungkin jika Devan terlambat sedikit saja nyawa Jessica pasti sudah melayang. Jessica pun hanya menurut saja,, Devan lalu naik ke atas brankar tidur miring sambil memeluk Jessica agar lebih tenang.

__ADS_1


#######


Pagi harinya matahari bersinar dengan sempurna,, Devan dengan telaten mengurus Jessica,, bahkan Devan membersihkan tubuh Jessica agar lebih segar,, Jessica tentu sangat senang dengan perlakuan Devan saat ini pada dirinya,, Jessica tidak ingin lagi Devan marah padanya seperti waktu itu.


"Kamu makan yah,," ucap Devan dengan lembut sambil menatap Jessica,, Devan tidak ingin Jessica stres dan melakukan hal bodoh seperti kemarin-kemarin,, Devan tau Jessica sangat nekat orangnya.


"Devan,, kamu benar-benar serius kan akan menceraikan Nayla? aku sungguh tidak mau dimadu Devan, aku tidak mau kamu memiliki dua istri,, aku tidak akan sanggup berbagi suami Devan,, ingat aku lagi mengandung anakmu sekarang, coba saja kamu pilih Nayla atau mempertahankan Nayla, aku tidak main-main Devan,,, kamu pasti akan melihat mayat ku dan aku akan membawa anak ini, ingat itu!" ucap Jessica lagi yang masih belum puas dengan jawaban Devan,, kalau bisa Jessica ingin sekali Nayla melahirkan sekarang lalu Devan menceraikan Nayla,, meninggalkan Nayla.


"Iya aku janji,, kamu makan dulu sekarang,, yang lainnya biar dibicarakan nanti saja,,, aku akan menceraikan dia sesuai keinginan kamu, dan juga sesuai dengan perjanjian aku dan Nayla,, jadi kamu tenang saja dan makanlah dulu,," ucap Devan yang tidak ingin membuat Jessica banyak pikiran.


Jessica menganggukan kepalanya lalu segera makan disuapi oleh Devan,, hingga pada suapan terakhir. Setelah itu Jessica minum obat.


"Kamu berbaring lagi yah,, aku mau pulang dulu untuk mengganti pakaianku,, ada Mama di sini yang akan menjagamu," ucap Devan.


"Tidak mau pokoknya kamu di sini saja, kamu bisa mandi di sini,, lalu bisa meminta siapa saja orang di rumah untuk mengantarkan pakaian kamu ke sini," ucap Jessica yang tidak mau kecolongan lagi,, takut jika Devan pergi menemui Nayla.


Kini Jessica tidak ingin lagi Devan pergi dari hadapannya walaupun hanya satu detik saja,, Jessica tidak akan memberikan waktu untuk Devan bisa menemui Nayla, pokoknya Devan harus bersama dirinya terus.


"Jessica tapi aku...," ucap Devan.


"Devan ini permintaan anak kamu yang ingin terus bersama ayahnya,, jadi tolong mengertilah,, aku ingin kamu di sini terus sambil mengelus perut aku," ucap Jessica.


Jessica tahu bahwa berbohong adalah suatu keburukan,, tapi jika berbohong sedikit dan memanfaatkan kehamilannya agar bisa mempertahankan keutuhan rumah tangganya,, kenapa tidak? Jessica pasti akan melakukan hal itu.


"Baiklah," ucap Devan. Tidak ada alasan untuk Devan menolak,, jika semua itu demi janin yang dikandung Jessica.

__ADS_1


__ADS_2