
Membaca tulisan itu membuat Reyna mual tapi melihat makanan di atas meja langsung melahapnya, mogok makan sangat membuatnya kelaparan sehingga kali ini dirinya langsung makan tanpa gosok gigi maupun mencuci wajahnya, sedangkan Nanda yang sedang dalam perjalanan menuju bandara melihat rekaman CCTV pada ponselnya dengan sengaja Nanda memasang kamera kecil dan tersembunyi untuk melihat apa yang dilakukan oleh Reyna selama dia pergi.
Bibir Nanda mendadak tertarik pada masing-masing sudutnya, melihat Reyna yang makan seperti orang kelaparan.
Kelaparan?
Memang wanita itu sangat lapar karena mogok makan sampai akhirnya Nanda melihat hal yang mengejutkan untuk pertama kalinya melihat Reyna tanpa sehelai benang pun.
Ya!
Reyna melepaskan semua pakaiannya sebelum akhirnya masuk ke kamar mandi.
"Apa aku tidak salah lihat?" Nanda bergumam dan mencoba memutar ulang dan hasilnya benar sama saja.
Mendadak suasana menjadi panas kembali padahal sudah mati-matian untuk menahannya.
"Hanif, bisakah AC nya ditambah?" ucap Nanda.
__ADS_1
"Ini sudah sangat dingin bos," ucap Hanif.
"Benarkah?"
Tapi kenapa malah terasa panas bagi Nanda, kapan Reyna akan memberikan haknya sebagai seorang suami, dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk terus menahannya, Nanda sungguh ingin melepaskan perjaka yang selama hidupnya belum pernah memasuki surganya wanita.
Tak lama berselang, terlihat lagi Reyna yang keluar dari kamar mandi hanya dengan balutan handuk, Nanda membenarkan posisi duduknya karena mulai tidak nyaman.
Sedetik kemudian Reyna melepaskan handuknya, melemparkan dengan sembarang seakan-akan bahagia tanpa Nanda, memakai body lotion dengan bahagia menyapu hingga ke seluruh tubuhnya, gerakan tangan Reyna yang sensual membuat Nanda semakin merasa sesak, pemandangan indah ini sungguh begitu luar biasa.
Melihat bagian belakang Reyna membuat Nanda semakin tidak kuat.
"Kenapa cepat sekali?" pertanyaan aneh.
Sambil berjalan matanya masih fokus menatap Reyna yang sedang memakai pakaian, mulai dari pakaian inti berwarna hitam yang semakin membuat Nanda tidak tahan, sampai akhirnya memakai dress berwarna merah muda.
Huuufffftt...
__ADS_1
Nanda pun mulai bisa bernapas dengan lega, walaupun dirinya ingin meraba tubuh istrinya yang sangat memanjakan matanya barusan.
Mungkin juga bisa memutar ulang video tersebut saat dirinya sedang senggang dalam pekerjaan, sekedar untuk menyegarkan otak saja.
Setelah hampir dua jam dalam pesawat, akhirnya Nanda sampai juga di Bali, segera menuju hotel untuk beristirahat sejenak sebelum akhirnya melakukan rapat dengan beberapa orang penting yang mengelola beberapa bisnis milik mendiang sang Papa.
Sambil beristirahat, Nanda kembali membuka ponselnya mencoba melihat apa yang sedang dilakukan oleh Reyna saat ini, tidak ada yang aneh Reyna sedang berada di dapur membantu Arni memasak.
Dari saat ini Nanda tahu jika Reyna bukan wanita pemalas hanya saja malas yang sengaja dibuat agar dirinya membenci istrinya itu, tapi tidak bisa lagi untuk membenci Reyna setelah melihat tubuh polos Reyna yang masih tersimpan aman di ponselnya, selama hidupnya Nanda baru melihat tubuh wanita tanpa busana dan itupun tubuh istrinya sendiri, selama ini Nanda sangat berhati-hati dalam memilih pasangan bahkan sampai dikatakan tidak normal oleh teman-temannya termasuk Nayla yang tahu dirinya tak pernah berpacaran sama sekali, tapi Reyna bisa menjebaknya setuju begitu saja untuk menikah.
Nanda pun merasa candu akhirnya dia memutar ulang video Reyna hingga berulang kali.
"Tidak! ini harus diselesaikan," Nanda segera bermain solo sambil menatap tubuh istrinya.
Cukup sulit untuk sampai pada puncaknya hingga Nanda mendesus kesal, dirinya memang bukan lelaki yang gampang bergairah pada sembarang wanita dan kali ini pun lagi-lagi gagal untuk mencapai puncaknya saat bermain solo, Nanda segera mandi menyegarkan dirinya dan segera menyelesaikan pekerjaan di sana agar cepat pulang.
Mungkin saja setelah kembali ke rumah, Reyna akan memenuhi kebutuhan hasratnya yang sudah sampai pada puncaknya.
__ADS_1
"Kenapa aku semakin memikirkannya kapan aku bisa merasakan?" Nanda memijat dahi berusaha sejenak menghilangkan bayangan tubuh Reyna yang menggiurkan dari benaknya.