Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Alex hanya diam saja...


__ADS_3

Bibir Devan tetap tersenyum sekalipun tubuhnya terasa remuk, bahkan ada tanah juga melekat di bagian punggung. Bayangkan saja barusan dirinya jatuh dari jendela dengan tertancap kepala ke bawah dan kaki di atas, sekalipun begitu tak apa. Kata sayang dari bibir Nayla adalah obat mujarab bagi rasa sakitnya. Sampai di teras rumah megahnya pun masih tersenyum-senyum,, melangkah masuk juga dengan bibir tertarik ke sudut masing-masing,, Ana menuruni anak tangga melihat Devan berjalan seperti orang tidak waras membuatnya bertanya-tanya, seketika kakinya berjalan cepat ke arah Devan ingin menyadarkan anaknya mungkin barusan kerasukan setan.


"Devan!" ucap Ana.


Devan beralih menatap Ana dengan senyuman.


"Kamu kenapa?" tanya Ana.


Malah Ana yang merasa horor melihat wajah Devan saat ini. seketika Devan menarik Ana, dengan gerakan memutar seakan tengah berdansa.


"Devan, kamu kenapa?" tanya Ana semakin panik.


"Aku sayang Mama," Devan memeluk Ana dengan erat dan mencium pipi Ana dengan penuh kasih sayang.


Sedangkan Ana semakin merasa horor melihat perubahan sikap anaknya, secepat mungkin Ana menarik Devan menuju kolam renang.


Sampai akhirnya Ana mendorong Devan mungkin saja setelah terkena air, jin yang merasuki tubuh putranya akan menghilang. Tapi tidak! Devan malah berenang sambil tersenyum bahagia, bahkan dengan pakaian lengkap yang masih melekat di tubuhnya. Seketika Ana berlari menuju kamarnya memanggil sang suami dan mengatakan apa yang terjadi pada anaknya. Bima Putra pun segera bangun dari tidurnya, sekalipun sangat mengantuk dan waktu sudah tengah malam. Sampai akhirnya Ana membawanya ke kolam renang di mana sebelumnya meninggalkan Devan di sana.


"Kok nggak ada?" Ana bingung sambil menggaruk kepalanya sendiri, bukankah sebelumnya Devan ada di sana.


"Mana Ma?" tanya Bima Putra tidak melihat putra bungsunya tersebut.


"Tadi disini," jawab Ana.


Ana yakin dirinya masih sangat sehat dan belum pikun,, tapi ke mana perginya Devan?


"Devan pasti sudah tidur di kamarnya," ucap Bima Putra.


"Nggak mungkin Pa, ayo kita lihat ke kamarnya sekarang," ucap Ana.


Demi membuktikan bahwa apa yang dikatakannya adalah benar, Ana menarik paksa lengan Bima Putra menuju kamar Devan. Saat membuka pintu kamar Devan, malah Ana dibuat terkejut karena Devan terlelap di balik selimutnya.

__ADS_1


"Udah jangan ganggu waktu istirahatnya," ucap Bima putra merasa jika istrinya sedang kelelahan dan butuh istirahat.


"Pa?" Ana terpaksa mengikuti Bima Putra sekalipun otaknya masih dipenuhi tanda tanya.


"Mama nggak bohong, Pa," ucap Ana lagi.


"Papa nggak ngomong kalau Mama bohong, tapi Mama lagi kecapean jadi butuh istirahat, ayo tidur!" Bima Putra menarik Ana naik ke atas ranjang dan memeluknya, agar istrinya segera terlelap dan tak lagi berpikir aneh.


Sedangkan Devan tertawa terbahak-bahak di kamarnya, itu hanya pembalasan kecil sebab sudah memaksanya menjalani pingitan yang membuatnya rindu bukan main pada Nayla.


Devan memang bahagia sekali saat pulang bertemu dengan Nayla, dan saat bangun dari kolam renang dirinya langsung masuk ke dalam kamar lalu berpura-pura tidur, padahal tidak mungkin karena dirinya masih memakai pakaian basah.


"Memang enak dianggap aneh sama suami sendiri," ucap Devan sambil bergegas turun dari ranjang dan mengganti pakaiannya dengan pakaian kering.


#############


Di tempat yang berbeda namun dalam waktu yang sama, Jessica duduk di sisi ranjang dan menatap paper bag yang tergeletak di atas ranjang. Sebuah baju batik di dalamnya sejenak dirinya menimbang keinginan Ana untuk memberikannya pada Alex. Akan tetapi Jessica pun tak tahu di mana keberadaan Alex, saat pernikahan terjadi dan dia jatuh pingsan, Alex mulai berubah padanya.


Jessica mengambil ponsel dari tasnya mencari nomor ponsel Alex, tapi dirinya ragu untuk menghubungi, bahkan Jessica tinggal di apartemen takut orang tuanya tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangganya.


Kedua orang tuanya sudah bahagia saat dirinya menikah dengan Alex, menganggap bahwa dirinya sudah tak lagi terjebak dalam kesedihan setelah bercerai dari Devan, akhirnya Jessica memutuskan untuk menemui Alex di apartemennya, yakin jika Alex berada di sana, bahkan hanya berjarak satu lantai saja dengan unit apartemen miliknya.


Dengan perasaan was-was Jessica memasuki lift, naik satu lantai menuju apartemen Alex, berharap orang yang dicarinya ada di sana. Beberapa kali menekan bel, pintu pun terbuka seorang wanita membukanya, Jessica cukup terkejut melihat ada seorang wanita di dalam apartemen tersebut.


Jessica terdiam menatap wanita tersebut, bertanya-tanya dalam hati merasa wanita tersebut bukan asisten Alex saat bertemu dengannya beberapa hari yang lalu, tapi bukan masalah jika Alex memiliki seorang asisten baru lagi.


"Anda Ibu Jessica? mantan istri Dokter Devan bukan?" tanya wanita tersebut.


Jessica mengangguk membenarkan mungkin dirinya cukup dikenal, mengingat Devan bukanlah orang sembarangan.


"Saya Zaskia Bu perawat sekaligus asisten Dokter Alex yang baru menggantikan Nayla, saya juga bekerja di rumah sakit milik Dokter Devan, tapi sekarang sudah jadi asisten Dokter Alex," Zaskia memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


Jessica pun hanya mengangguk saja.


"Bisa berikan ini pada Dokter Alex? katakan padanya ini batik dikirimkan oleh Mama Ana di pakai nanti di acara pernikahan Devan dan Nayla," ucap Jessica sambil memberikan paper bag di tangannya pada Zaskia.


"Baik Bu! saya akan berikan," ucap Zaskia.


Jessica mengangguk lemah dan pergi, tak tahu benar atau salah tapi ada rasa kesal di hatinya. Mungkin Alex merasa pernikahan mereka hanya sebuah permainan, Jessica mengerti itu, toh tak ada yang tahu mereka suami istri selain keluarga dan orang-orang terdekat saja.


Tidak apa-apa Jessica ikhlas yang terpenting Devan dan Nayla bisa bersama, mengira dirinya sudah bahagia bersama dengan Alex.


Tidak lama setelah kepergian Jessica, Zaskia kembali masuk dan menemui Alex yang duduk di ruang televisi.


"Siapa?" tanya Alex sambil membaca beberapa data pasien di tangannya.


"Tadi Ibu Jessica Dok," jawab Zaskia.


Alex menghentikan sejenak kegiatannya,, lalu melihat Zaskia dengan rasa penasaran akan kedatangan Jessica.


"Ini titipan dari Nyonya Ana, kata Ibu Jessica dipakai nanti pas acara pernikahan Dokter Devan dan juga Nayla," Zaskia memberikan paper bag di tangannya pada Alex.


Alex menerimanya dan melihat isinya sebuah batik berwarna putih terlihat begitu bagus.


"Dok memangnya Dokter Devan sama Nayla mau menikah?" tanya Zaskia.


"Sepertinya begitu," jawab Alex.


"Dok saya ikut ya sama Dokter di acara pernikahan Dokter Devan dan Nayla," ucap Zaskia.


Alex melihat Zaskia dan tidak berkata apapun.


"Dok, saya permisi dulu yah, udah malam banget," pamit Zaskia dengan perasaan canggung sebab Alex hanya diam saja.

__ADS_1


__ADS_2