Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Nasib jadi istri kedua,,


__ADS_3

Jessica yang sudah berbalik tersenyum cerah begitu melihat Devan sedang berjalan ke arahnya dan juga Nayla.


Jessica tersenyum saat Devan sudah mulai mendekatinya bahkan Jessica sudah siap akan dipeluk Devan,, sementara Devan belum menyadari kehadiran Jessica,, matanya masih menatap Nayla.


Jantung Nayla berdetak semakin kencang,, apa yang harus dilakukan,, apa yang akan terjadi tinggal beberapa langkah saja Devan akan sampai kepadanya dan juga Jessica,, tapi Nayla sangat tau Devan pasti belum menyadari bahwa Jessica saat ini ada di dekat Nayla.


"Nayla," gumam Reyna dan dengan cepat menarik tangan Nayla agar segera pergi dari tempatnya berdiri saat ini.


"Sayang,," ucap Jessica yang sudah berjalan ke dekat Devan bahkan dengan cepat memeluk Devan.


Devan benar-benar tersentak kaget tidak menyangka Jessica masih berada di rumah sakit dan saat ini sedang memeluk dirinya. Ini sebuah kesalahan.


Devan benar-benar tidak menyadari ada Jessica,, karena sejak tadi berjalan cuma fokus melihat wajah Nayla saja yang sedang berdiri menunggunya.


"Kamu kenapa? ada apa?" tanya Jessica karena melihat reaksi Devan yang tampak kaget.


Devan menghembuskan nafasnya sejenak,, dan mengatur detak jantungnya lalu berusaha terlihat santai.


"Tadi katanya kamu udah pulang?" tanya Devan sambil membalas pelukan Jessica dengan erat.


Jessica terkekeh begitu mendengar ucapan Devan sambil menganggukkan kepalanya.


"Tadi aku memang udah mau pulang tapi aku bertemu dengan Alex jadi aku cerita-cerita dulu dengan dia,, terus pas mau pulang tadi,, aku tidak sengaja bertemu dengan...," ucap Jessica terhenti saat melihat Nayla tidak ada lagi disekitarnya padahal tadi Nayla masih ada disekitarnya.


Jessica langsung melihat disekelilingnya tapi tidak melihat Nayla sama sekali.


"Kamu sedang mencari siapa?" tanya Devan berpura-pura tidak tau,, padahal Devan sangat tau bahwa Nayla lah yang sedang berdiri di sana yang berarti Jessica saat ini sedang mencari Nayla.


"Tadi ada Nayla disana," ucap Jessica sambil menunjuk tempat Nayla berdiri sebelumnya.


"Tapi sekarang Nayla dimana?" ucap Jessica lagi sambil terus melihat disekelilingnya,, merasa aneh karena Nayla yang tiba-tiba tidak ada lagi ditempatnya.


"Sudahlah jangan dipikirkan tidak penting juga," ucap Devan yang memilih mengalihkan perhatian Jessica daripada Jessica terus membahas Nayla yang membuat pikiran Devan makin tidak karuan.


"Iya juga yah,," ucap Jessica tersenyum pada Devan,, Jessica lebih memilih menurut saja pada perkataan Devan.


"Berarti sekarang kamu mau pulang?" tanya Devan.


"Nggak jadi,, mama udah pergi ke ulang tahun anak temannya,, aku nggak jadi pulang untuk buat kue," jawab Jessica.

__ADS_1


Devan benar-benar merasa kecewa begitu Jessica tidak jadi pulang,, karena Devan merindukan Nayla,, ingin melepaskan kerinduannya pada Nayla.


Sementara di tempat lain...


"Reyna,, makasih banget kamu udah menyelamatkan aku,, untung banget ada kamu Reyna,," ucap Nayla sambil mengatur nafasnya agar kembali stabil.


"Iya,, iya,, kamu lebih baik duduk dulu,, tenangkan dirimu,," ucap Reyna sambil menarik Nayla untuk duduk di kursi taman rumah sakit.


Mata Reyna melihat disekelilingnya dulu memastikan apakah ada yang memperhatikan dirinya dan Nayla saat ini,, setelah Reyna merasa aman,, Reyna kemudian melihat kepada Nayla yang saat ini masih mengatur detak jantungnya agar kembali stabil.


"Hampir saja Reyna,, aku benar-benar kaget tadi," ucap Nayla.


"Kamu ngapain kesini Nayla? kamu mau ketemu dengan dokter yah?" ucap Reyna lagi yang tidak berani menyebut nama Devan karena Devan pemilik rumah sakit ini tentu saja banyak yang mengenal Devan.


Reyna sudah tau apa yang dialami Nayla saat ini,, Reyna juga tau kepada siapa Nayla menikah,, Nayla tidak menutupi apapun pada Reyna,, mereka berdua merupakan sahabat sejati,, mereka sudah sangat lama bersama-sama dari semenjak mereka kuliah di Universitas yang sama,, jadi itu yang membuat Nayla tidak menutupi apapun dan sangat percaya pada Reyna. Reyna juga selalu ada untuknya disaat Nayla ada kesusahan maupun bahagia mereka selalu bersama-sama.


"Reyna, tadi dia menyuruh aku untuk datang ke rumah sakit jadi aku datang,, ehhh tiba-tiba aku malah....," ucap Nayla terhenti sejenak karena ingin menarik nafas dulu,, masih kaget dengan yang dialaminya tadi.


"Loh ini Nayla,," ucap Jessica pada Devan.


"Nayla,," ucap Jessica begitu tidak sengaja melihat Nayla sedang duduk di kursi taman bersama seorang perawat,, Jessica tersenyum ramah menyapa Nayla.


Dengan perlahan dan perasaan campur aduk karena kaget,, Nayla berdiri tersenyum dan melihat tangan Jessica melingkar di lengan Devan.


"Nayla ternyata kamu masih disini,, aku tadi nyariin kamu loh,, kamu tiba-tiba saja hilang entah kemana," ucap Jessica sambil melihat Nayla.


Nayla tersenyum canggung,, Nayla bingung apa yang harus dikatakannya saat ini,, Nayla tak pandai berbohong apalagi pada Jessica yang begitu baik padanya.


"Nayla tadi aku bawa karena dia kesini ingin bertemu dengan saya Bu Jessica,, Nayla ini sahabat saya,, kita berdua seorang perawat," ucap Reyna yang sengaja membantu Nayla, karena Reyna tau saat ini pasti Nayla sedang kebingungan mencari alasan.


"Oh jadi kamu seorang perawat Nayla?" ucap Jessica yang baru tau jika Nayla adalah seorang perawat,, bahkan Devan pun baru tau saat ini kalau istri keduanya itu ternyata seorang tenaga medis sama dengan dirinya juga.


"Maaf yah Nayla,, aku selama ini berpikir kalau kamu itu hanya tamatan SMA saja,, tapi kok kamu mau jadi baby sitter?" tanya Jessica yang semakin penasaran dengan kisah hidup Nayla.


"Itu semua terjadi tanpa sengaja Nyonya,, waktu itu aku sangat membutuhkan uang,, dan Ibu Andini mempekerjakan ku paruh waktu,, dan bisa tinggal di rumahnya juga,, karena waktu itu untuk bayar sewa kontrakan pun aku tidak punya,," ucap Nayla sambil mengingat betapa baiknya keluarga Devan pada dirinya,, maka dari itu Nayla benar-benar merasa bersalah berada di posisinya saat ini,, Nayla sangat tidak ingin berkhianat pada keluarga Devan.


Jessica mengangguk mengerti dan kagum terhadap Nayla.


"Kamu mandiri yah Nayla,, aku kagum sama kamu bisa mandiri seperti itu,," ucap Jessica yang tidak henti-hentinya memuji Nayla saat ini.

__ADS_1


Tapi begitu Jessica tau siapa Nayla saat ini,, akankah Jessica masih bisa seperti ini? Nayla benar-benar merasa mustahil.


"Ya udah kami pergi dulu yah,," ucap Jessica sambil tersenyum lalu segera pergi bersama Devan.


Setelah memastikan Devan dan Jessica telah pergi,, Nayla dan Reyna kembali duduk di tempat mereka semula.


"Nayla,, gila,, gila,, hidupmu sungguh mengerikan sekali Nayla,," ucap Reyna tidak habis pikir dengan rumah tangga yang sedang dijalani sahabat baiknya itu. Bagaimana sahabatnya itu bisa menjalani rumah tangga yang sangat mengerikan sampai saat ini?


"Ibu Jessica itu bukan orang sembarangan Nay,, kalau dia tau kamu dan.,," ucap Reyna yang menghentikan ucapannya karena tidak mau menyebut nama Devan yang sudah tentu sangat di tau di rumah sakit ini. Tapi Nayla sudah mengerti dengan maksud ucapan Reyna.


"Nggak tau aku sama nasib mu Nayla,, kok bisa sampai seperti ini,," ucap Reyna yang kasihan pada Nayla.


"Kamu pikir aku mau Rey punya nasib seperti ini,, aku juga nggak mau punya nasib seperti ini,, tapi aku nggak diberikan pilihan, kalau diberikan pilihan aku pasti tidak mau,," ucap Nayla dengan ekspresi wajah sangat lesu memikirkan nasibnya.


"Iya Nayla aku mengerti kok,, kamu harus sabar yah," ucap Reyna sambil memeluk sahabat baiknya itu. Reyna sangat mengerti dengan perasaan Nayla.


"Tapi,, gimana dengan Denis?" tanya Reyna yang sangat tau Nayla dan Denis sudah berpacaran lama.


"Denis juga sudah tau mengenai ini,, bahkan dia menyuruh aku untuk cerai dengan suamiku lalu menikah dengan dia,, dia siap menerima aku dan anakku," jawab Nayla sambil teringat pada Denis pria yang sangat baik dan tulus itu.


"Ya ampun Nayla,, segitu besarnya cinta Denis untuk kamu,," ucap Reyna yang benar-benar terharu dengan cinta Denis untuk Nayla yang tidak mudah pupus meskipun cobaan berat sedang menguji cintanya.


"Nggak tau Reyna,, tapi aku benar-benar kasihan pada mas Denis,," ucap Nayla yang sejak dulu tak pernah terbayangkan akan seperti ini kisah cintanya dengan Denis.


"Berat banget sih cobaan cinta kalian,, aku jadi sedih banget,," ucap Reyna.


"Jadi kamu yakin setelah melahirkan akan langsung cerai dengan dia?" tanya Reyna lagi.


"Yakin banget Reyna,, apa kamu tidak lihat istrinya sangat baik tadi,, aku nggak mungkin tega menyakiti hati wanita baik seperti dirinya,," ucap Nayla lagi.


Tiba-tiba ponsel Nayla bunyi menandakan ada pesan masuk.


Nayla dengan segera membaca pesan yang baru masuk di ponselnya. Pesannya dari Devan.


"Nayla, kamu pulang duluan saja yah,, aku masih bersama Jessica sekarang,," isi chat dari Devan.


"Ada apa Nayla? kok ekspresi wajah kamu seperti itu?" tanya Reyna.


"Nasib jadi istri kedua,, apalagi aku istri yang disembunyikan,, Reyna,," ucap Nayla sambil menundukkan kepalanya sedih.

__ADS_1


__ADS_2