Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Aku tidak akan mengulanginya, aku mencintaimu!


__ADS_3

"Coba berikan aku sedikit cara agar kami bisa dekat kembali, agar Jessica tidak menganggap dirinya asing untuk ku," ucap Alex.


"Baiklah, tunggu sebentar," Devan sejenak pergi kemudian kembali lagi dengan sebotol minuman.


"Kau gila!" Alex seketika berdiri saat melihat Devan membawa sebotol minuman, Alex tidak mungkin meminumnya dan pasti Jessica malah membencinya.


"Kau dan Jessica harus selayaknya suami istri, dan tunjukkan cinta mu padanya. Perhatian kecil sangat penting dalam berumah tangga," Devan pun memberikan minuman di tangannya pada Alex.


"Minum!"


Alex menggeleng dan berusaha untuk menjauh, dirinya ingin berdamai dengan Jessica bukan malah menciptakan masalah baru.


Sedangkan apa yang di perintahkan Devan kini adalah masalah.


"Minum sedikit tidak banyak goblok!" Geram Devan.


"Kau mau di tolong atau tidak?"


"Iya, tapi..."


"Cepat, atau aku tidak bisa membantu mu! Sedikit saja!"


Alex menatap botol minuman yang diberikan oleh Devan.


"Kau yakin Devan?" Tanya Alex masih dengan ragu.


"Jangan banyak, aku meminta mu meminumnya sedikit agar seolah-olah kau minum! Bukan betul-betul minum!" ucap Devan.


Alex pun meminumnya sedikit, tidak banyak. Setelah itu Devan kembali merebut botol minuman dari tangan Alex, menumpahkan pada kemeja Alex.


"Hey, apa kau gila!" Kesal Alex melihat apa yang dilakukan oleh Devan.


"Ayo aku antarkan pulang!" Devan menarik paksa Alex untuk ikut bersamanya.


Tidak ada penjelasan yang panjang lebar, Alex terpaksa duduk diam di samping Devan yang sedang mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


"Sebenarnya rencana mu apa?" Tanya Alex penasaran.


Devan tidak berbicara sama sekali, sampai akhirnya memarkirkan mobil Alex di depan rumah.


Sebelum turun dari mobil Devan menatap Alex terlebih dahulu.


"Ingat, jangan sia-sia kan setiap kesempatan! Sekarang kau berpura-pura mabuk, aku yang akan membawa mu masuk!" Tegas Devan.


"Tap..."


"Diam! Ingat yang aku katakan jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Buktikan semua cinta yang selalu kau ucapkan!"


Devan terlebih dahulu turun dari mobil, setelah itu memutari mobil dan membuka pintu untuk Alex.


"Keluar!" Devan pun menarik paksa Alex untuk keluar dari mobil.


"Pura-pura mabuk tolol!" ucap Devan.


"CK!" Alex mengikuti setiap perintah dari Devan, walaupun sebenarnya masih bingung sampai saat ini.


Alex pun tidak yakin jika semua itu akan berhasil.


Devan mengetuk pintu kamar, seakan dirinya membawa Alex dalam keadaan mabuk berat.


Sesaat kemudian pintu pun terbuka, Jessica membukanya dan melihat Devan yang datang membawa Alex.


"Aku hanya mengantarkan dia!" Devan memberikan Alex pada Jessica.


"Aku permisi," Devan pun berpamitan pergi, sebelumnya sempat menendang kaki Alex terlebih dahulu.


Alex hanya bisa menutup mata sambil menahan sakit, dalam hatinya ingin sekali membalas Devan.


Dengan perlahan Jessica menutup pintu kamar, membantu Alex yang di lihatnya mabuk berat tidur menuju ranjang.


Jessica mendorong dengan segala kekuatannya hingga Alex terlentang di atas ranjang, hidung Jessica pun dapat mencium aroma minuman pada baju Alex.

__ADS_1


Tubuh Jessica duduk di sisi ranjang, memunggungi Alex yang mengintip saat masih berpura-pura mabuk.


Punggung Jessica terlihat bergetar, artinya Jessica tengah menangis. Tangannya pun sesekali bergerak mengusap air mata yang tumpah.


Hati Alex mulai bimbang dengan ide yang diberikan oleh Devan, menurutnya ini hanya membuat Jessica merasa dirinya masih bajingan seperti dulu.


Tanpa di sangka Jessica membuka lemari mengambil koper dan memasukkan beberapa pakaiannya.


Melihat hal yang dilakukan oleh Jessica membuat Alex bangkit dengan segera, melupakan acting pura-pura mabuk berat.


"Jessica, kamu mau ke mana?" Tanya Alex panik sambil berusaha menyingkirkan koper dari hadapan Jessica.


Jessica pun tersadar, matanya menatap Alex dari ujung kaki sampai ujung rambut, dalam hati bertanya-tanya.


Bukankah Alex sedang mabuk?


"Aku tidak mabuk, itu hanya ide dari Devan," jelas Alex dengan suara yang cepat, dirinya sangat takut Jessica pergi.


"Tapi, memang aku yang memintanya. Jadi ini salah ku, aku minta maaf, aku tidak benar-benar mabuk, tolong jangan tinggalkan aku," kata Alex lagi dengan panik.


Jessica mundur beberapa langkah, menyandarkan tubuhnya pada dinding. Kemudian lututnya terasa lemah, duduk di lantai dengan perlahan.


Air matanya tumpah ruah begitu saja, menangis tersedu-sedu meluapkan perasaannya. Kali ini Jessica benar-benar menunjukkan betapa hatinya begitu rapuh.


"Jessica, maaf," Alex ikut berjongkok agar mengimbangi, hatinya benar-benar ketakutan saat ini.


Jessica terus menatap ke bawah, kedua tangannya memegang lantai. Tangisannya masih berlanjut tanpa henti, air matanya menetes mengenai lantai hingga beberapa kali. Pertama kalinya Alex melihat Jessica serapuh ini, tangisan yang begitu hebat hingga sulit untuk menghentikannya.


"Tubuh dan batin ku sudah lelah, tubuh Ini sudah tidak mampu untuk mengulang kembali masa lalu itu Alex. Aku sudah tidak sanggup untuk merasakan hal menyakitkan itu lagi," kata Jessica sambil memukul dadanya.


"Jessica, maksud ku tidak begitu. Aku benar-benar sudah berubah," ucap Alex.


"Kalau masih ada niat di hati mu seperti dulu, tolong biarkan saja aku pergi. Ceraikan aku, sebelum aku mati bunuh diri dengan ikut membawa anak ku," imbuh Jessica lagi dengan air mata berlinang menyiratkan luka yang begitu dalam.


Degh! Dada Alex bergemuruh hebat mendengar ucapan Jessica, hati wanita yang di cintainya itu benar benar rapuh karena terus tersakiti sampai detik ini.

__ADS_1


"Aku tidak akan mengulanginya, aku mencintaimu," papar Alex menarik Jessica ke dalam pelukannya.


Jessica hanya bisa menangis tersedu-sedu di hadapan Alex, sampai detik ini pun dia begitu terluka.


__ADS_2