Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Sejak kapan kamu mencintai ku?


__ADS_3

"Ayo Jessica, kamu atau aku yang bertanya?" Ujar Reyna dengan antusias.


"Sejak kapan kamu mencintai ku?" Tanya Jessica menatap Alex.


Alex berdehem dan menatap arah lainya, pertanyaan yang sulit baginya.


"Kok diam?" Kali ini malah Nayla yang bertanya karena ikut penasaran.


"Tau nih, lagi membayangkan apa Kak?" Reyna kembali menimpali.


"Katakan sejak kapan?" Kali ini Devan pun benar-benar penasaran, mereka sudah menjadi teman dekat dan bodohnya tidak menyadari bahwa Alex jatuh hati pada Jessica, Alex terlalu pandai menyimpan perasaannya, sehingga benar-benar tertutup rapi tanpa ada yang curiga.


"Semenjak kamu memukul ku dengan sapu lidi," jawab Alex sambil terkekeh geli.


"Sapu lidi?" Jessica menatap Devan sebab tidak mengingat sama sekali, mereka selalu bersama mungkin Devan mengingatnya pikir Jessica.


"Aku ingat, waktu itu Jessica nggak siap PR terus minta contekan dari Alex. Tapi, ternyata jawaban Alex salah semua, akhirnya Jessica marah dan setelah jam istirahat Alex di pukuli oleh Jessica." papar Devan sambil tertawa kecil.


Flashback on.


Waktu itu Jessica masih duduk di bangku kelas dua SMA, Devan, Jessica dan Alex adalah sahabat. Sampai suatu pagi Jessica lupa menyelesaikan PR yang di berikan Ibu Rena, guru kimia yang super kejam.


"Akhirnya PR aku selesai," Alex tersenyum bahagia, duduk di kursinya sambil menyimpan bukunya ke dalam tas.


"PR" Jessica baru saja sampai di kelas, saat itu tanpa sengaja telinganya malah mendengar sesuatu yang mengejutkan.


"Ada PR Genk," ujar Alex melirik Jessica yang duduk di kursinya.


"Sialan, aku lupa," Jessica menepuk dahinya, gelang karet berwarna hitam melingkar di tangannya.


Penampilan Jessica sangat keren pada masanya, kaos kaki warna-warni panjang sampai di lutut, anting-anting berbentuk cabai merah dengan ukuran cukup besar.


Jangan lupa rambut di gerai, dengan bando yang lucu berwarna merah.


"Kamu kok lupa, ini Ibu isotop lho," kata Alex lagi mengingatkan.


Ibu Rena memang memiliki nama panggilan tersendiri bagi para muridnya, dan nama lainnya adalah Ibu isotop. Karena, Ibu Rena sangat suka menjelaskan tentang isotop dengan air liur yang menyembur keluar.


"Gampang, ada kamu 'kan?" Jessica pun meminta contekan pada Alex.


"Gampang," Alex pun mengeluarkan buku PR nya dan memberikan pada Jessica dengan senyuman manis.


Sebab, semua jawaban tersebut isinya salah. Karena, Alex pun baru mengerjakan tugas itu pagi ini di sekolah dengan asal.


Asalkan selesai dan terkumpul bersama yang lainnya itu saja, paling tidak ada Jessica yang ikut merasakan bukunya di coret karena semua salah.


Alex pun tertawa di dalam hatinya, melihat Jessica yang tengah mencontek darinya.

__ADS_1


"Selesai," Jessica pun menutup bukunya dan tersenyum penuh syukur.


"Makasih!"


"Makasihnya simpan dulu," kata Alex, sebab sepertinya sebentar lagi Jessica akan kecewa juga dan menyesal sudah mengatakan terima kasih padanya.


Bel berbunyi, semua murid memasuki kelas termasuk Devan.


"Mau ke mana?" Tanya Alex saat melihat Jessica ingin berpindah duduk ke samping Devan.


"Di sini saja, dasar tidak tau terima kasih!" Kesal Alex.


Dengan terpaksa Jessica duduk di samping Alex, kursi mereka berada di paling belakang dan paling sudut.


"Selamat pagi," Ibu Rena pun masuk, beberapa buku dipegangnya di sebelah kiri dan di sebelah kanan sebuah spidol.


"Pagi Bu," jawab para murid.


Ibu Rena pun meminta salah satu murid untuk mengumpulkan buku PR teman-teman nya, setelah itu meletakkan di atas meja Ibu Rena.


"Aku aman, makasih ya," Jessica tersenyum benar-benar berterima kasih pada Alex yang sudah berbaik hati memberikan sebuah contekan.


"Kipas!" Alex memberikan sebuah buku pada Jessica.


"Dasar gila!" Omel Jessica.


Alex masih dengan keasikannya, sedangkan Jessica harus berusaha untuk menghilangkan asap yang keluar karena Alex.


"Capek tau!" Kesal Jessica sambil memukul wajah Alex.


"Ini ucapan terima kasih begok! Alex pun mengetuk kepala Jessica cukup kuat.


"Aduh, bando aku bisa rusak tolol!" Jessica pun membenarkan bando jadulnya yang terlihat keren pada masa itu.


Jam pelajaran selesai, Bu Rena berdiri. Sebelum pergi terlebih dahulu berpamitan.


Terima kasih atas PR-nya yang sudah di selesaikan dengan baik, terutama Alex dan Jessica yang memiliki nilai tertinggi, ujar Bu Rena kemudian keluar dari dalam kelas.


"Alex," Jessica tersenyum bahagia, menarik kedua pipi Alex dengan bahagia.


Tidak sia-sia lelahnya dalam mengipas asap sialan dengan rasa terima kasih pada Alex, segera Jessica melihat bukunya.


Mata Jessica membulat sempurna, tenyata bukunya di coret.


"Wahahaha," Devan tertawa terbahak- bahak melihat isi buku Jessica dan Alex secara bersamaan.


"Udah nyontek, salah lagi," kata Devan lagi mengejek kedua temannya.

__ADS_1


"Alex kamu serius nggak ngerjain tugas ini?"


"Nggak, asalkan selesai saja dan tidak di hukum. Kau juga memetik hasilnya kan? karena aku kau tidak di hukum membersihkan WC," jelas Alex dengan yakin.


"Alex!" Jessica pun mengambil sapu lidi dan memukuli Alex dengan membabi buta dirinya sampai terbatuk-batuk mengipas asap. Tangannya terasa letih juga, tetapi, ternyata begini.


Alex pun bersiap-siap untuk berlari, namun tetap saja sapu di tangan Jessica mendarat di punggung Alex.


"Kau keterlaluan! Aku sudah mengipas rokok mu itu!" Omel Jessica memukuli Alex tanpa henti.


"Jessica ampun!" Alex berusaha melarikan diri, tangannya pun berusaha melindungi dirinya dari serangan Jessica yang penuh kemarahan.


Sampai akhirnya Alex menaiki meja, untuk melindungi dirinya.


Jessica masih dengan kemarahan nya, kemudian memukuli kaki Alex tanpa henti.


"Jessica ampun, sakit!"


"Mampus!" Kesal Jessica masih besar sehingga sulit untuk membiarkan Alex begitu saja.


Sampai akhirnya kaki meja patah, Alex pun terjatuh.


"Aaaaaa!" Teriak Jessica saat Alex terjatuh tepat di atas tubuhnya.


Saat itu Alex menyadari bahwa Jessica begitu cantik, bahkan tidak ingin bangun dari atas tubuh Jessica.


"Bangun gila," Geram Jessica memukul dada Alex.


"Ahahahhaha," Devan tertawa terbahak-bahak menyaksikan kedua sahabatnya yang masih bertengkar.


"Siapa yang melakukan ini?" Tanya seorang guru BK yang melintasi kelas.


"Alex dan Jessica Bu," kata Devan sambil menunjuk kedua sahabatnya.


"Brengsek!" Alex kesal pada Devan yang malah menunjuk dirinya.


Jessica pun masih berusaha untuk membersihkan pakaian yang terkena debu.


"Iya Bu, Alex penyebabnya!" Imbuh Jessica ingin Alex di hukum saat itu juga.


"Dia juga Bu," Alex tidak mau dihukum sendirian saja. Jadi, ikut menyerat Jessica.


"Devan kau saksinya, betulkan?" Tanya Alex pada Devan.


Jessica menggeleng berharap Devan mengatakan tidak. Namun pada akhirnya Jessica dan Alex mendapatkan hukuman, membersihkan toilet sekolah sampai jam sekolah berakhir.


"Ini gara-gara kamu!" Jessica menyiram Alex dengan air sabun.

__ADS_1


__ADS_2