Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Terpesona dengan kecantikan Nayla!!!


__ADS_3

Di sisi lainnya Alex tidak bisa terlelap dalam tidurnya,, bahkan hingga pagi menjelang, sejak mengetahui segala kebenarannya membuat Alex benar-benar merasa sangat bersalah. Wajah Nayla yang begitu malang terus menghantui dirinya, semua yang terjadi karena dirinya. Alex tidak menampik kebenaran itu semua.


"Andai saja waktu itu aku tidak marah,, andai saja aku tidak memasukkan obat perangsang itu, semua pasti tidak akan pernah terjadi. Nayla tidak akan pernah terseret dalam penderitaan yang begitu dalam," ucap Alex sambil mengusap wajahnya,, dia merasa telah menjadi manusia yang sangat jahat.


Seandainya semuanya bisa diulang kembali maka Alex tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu,, gara-gara kecewa pada Jessica yang lebih memilih Devan daripada dirinya, hingga gelap mata dan berbuat jahat pada sahabatnya sendiri. Semua tinggal penyesalan yang tidak mungkin bisa diubah lagi, kini ke depannya Alex sudah bertekad akan membuat Nayla hidup bahagia sebagai bentuk penebusan dosanya.


Alex telah berjanji pada dirinya sendiri akan menebus dosa itu dengan membuat Nayla hidup bahagia, tidak peduli sama sekali bahwa Nayla adalah seorang janda dari sahabatnya sendiri Devan.


Setelah Alex merasa mantap dengan segala keputusannya, Alex segera mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan pada Nayla.


( Hari ini libur kita bawa anak kamu jalan-jalan yah. ) isi pesan dari Alex.


Alex lalu mengirimkan pesan itu kepada Nayla,, hingga sesaat kemudian mendapatkan balasan dari Nayla.


( Jalan-jalan kemana Dok? ) balas Nayla.


Alex tersenyum saat Nayla membalas pesannya,, sesaat kemudian Alex kembali mengirimkan pesan.


( Ke mana saja,, kamu kirim alamat rumah kamu,, aku akan menjemputmu ) balas Alex.


Alex segera bangun dari duduknya lalu menuju kamar mandi, setelah dia memakai baju santai dan menyambar ponselnya yang tergeletak di atas ranjang. Alex segera berjalan menuju mobilnya.


#############


Alex memarkirkan mobilnya setelah dia sampai ke alamat yang telah dikirimkan oleh Nayla. Rumah sederhana tetapi cukup untuk membuat tenang. Seketika Alex turun dari mobil dan mengetuk pintu,, sesaat kemudian pintu terbuka dan Nayla sendiri yang membuka pintu itu.


"Dok, duduk dulu saya lagi ngurusin Felix," ucap Nayla sambil menunjukkan kursi di teras, Nayla tidak mempersilahkan masuk sebab dia adalah seorang janda.


Alex langsung terperangah saat melihat rambut panjang Nayla yang terurai, bulu mata yang lentik alami seakan meneduhkan kalbu. Ditambah lagi dengan piyama tidur yang melekat pada tubuh Nayla yang indah itu, sekalipun tidak terlihat mencolok tapi membuat Alex benar-benar kagum. Sudah satu bulan Nayla menjadi asistennya tapi baru kali ini dia menatap dengan jelas betapa cantiknya Nayla,, hingga langsung memujinya meskipun di dalam hatinya saja.


"Dok," ucap Nayla melambaikan tangannya di depan wajah Alex.


Berulang kali Nayla memanggil tapi tampaknya Alex sedang larut dalam pikirannya sendiri, hingga Nayla sendiri merasa bingung.


"Eh...i..iya," ucap Alex sambil gelagapan sendiri dan mengusap wajahnya, seketika Alex tersadar dari pikiran panjangnya.


"Duduk Dok," ucap Nayla.


"Iya...iya...iya" ucapan Alex sambil menarik nafas berusaha tetap tenang, sekalipun kecantikan Nayla sungguh membuatnya benar-benar terpesona.


Pakaian santai Nayla membuat aura tubuhnya semakin terpancar, lebih natural,, hingga terkesan sangat enak dipandang. Hingga Alex pun sampai terperangah menatapnya. Setelah Alex menunggu beberapa menit kemudian,, Nayla keluar sambil menggendong Felix bahkan dengan secangkir teh hangat di tangannya.

__ADS_1


"Silahkan diminum Dok," ucap Nayla sambil tersenyum.


"Iya terima kasih," ucap Alex lalu segera meneguk teh buatan Nayla tanpa menunggu lama.


"Dok," ucap Nayla panik saat melihat Alex langsung meminum teh buatannya tanpa meniupnya terlebih dahulu.


"Ya ampun," Alex langsung mendesus menahan panas di bibirnya.


"Panas Dok?" ucap Nayla yang merasa khawatir dan merasa tidak enak pada Alex.


"Nggak kok Nay," jawab Alex karena tidak mungkin Alex mengatakan jika itu panas,, itu akan sangat memalukan.


Alex lebih memilih tenang seakan semuanya baik-baik saja walaupun bibirnya terasa sangat panas.


"Ini anak kamu?" ucap Alex mengalihkan pembicaraan.


"Iya Dok," jawab Nayla sambil tersenyum menatap putranya yang sangat tampan itu.


"Wajahnya sangat mirip Ayahnya," ucap Alex.


Wajah Felix memang warisan dari Devan, jika pun tidak memberitahu siapa Ayahnya tapi siapapun akan lebih mudah menyimpulkannya. Apalagi Alex yang selalu bersama dengan Devan saja dulu. Nayla mengangguk setuju dengan pendapat Alex. Mungkin karena Devan sempat meragukan anak itu,, sehingga begitu dia terlahir sangat mirip dengan Ayahnya tersebut.


Nayla langsung terperanjat menatap Jessica dengan bingung. Tangannya memegang wajahnya hingga terbawa ke samping.


"Nyonya Jessica,, sebenarnya ini ada apa?" tanya Nayla yang merasakan wajahnya begitu sakit.


Alex langsung bangun dari duduknya,, bingung sebenarnya apalagi yang terjadi antara Jessica dan Nayla,, karena seharusnya mereka tidak ada urusan lagi,, Nayla sudah bercerai dengan Devan.


"Kamu tidak usah pura-pura bodoh!!! kamu pasti sudah mengguna-guna suamiku agar selalu mengingat wajah murahan mu itu!!!" ucap Jessica dengan jari telunjuk Jessica yang mengarah pada wajah Nayla,, hatinya belum puas dan benar-benar sakit saat Devan terus menyebut nama Nayla dalam tidurnya.


Bahkan lebih gilanya lagi saat bercinta pun Devan malah menganggap dirinya sebagai Nayla. Jessica sudah sangat senang karena Devan bercinta dengannya begitu berbeda dari sebelum-sebelumnya,, terasa Devan begitu mendambakan tubuhnya namun apa yang terjadi ternyata Devan mengira dirinya adalah Nayla,, berarti yang didambakan Devan adalah tubuh Nayla,, Devan menikmati bercinta dengan Nayla,, itu sungguh membuat Jessica sakit hati.


"Saya sudah tidak ada hubungannya lagi dengan suami Anda nyonya Jessica,, kami sudah bercerai, dia sendiri yang sudah menceraikan aku! aku tidak pernah mengganggunya sama sekali,, kenapa terus menuduh aku?" tanya Nayla.


Dalam hati Nayla bertanya kenapa setiap masalah yang terjadi selalu saja di sangkut pautkan pada dirinya.


"Kami sudah bercerai Nyonya,, suamimu sudah kembali padamu,, kenapa masih membawa saya lagi dalam setiap masalah rumah tangga kalian?" tanya Nayla lagi.


"Tidak usah sok suci!!! mau orang-orang di sini tahu bahwa kamu adalah seorang pelakor?" ancam Jessica.


Nayla benar-benar tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Jessica sehingga masih saja menyalahkan dirinya,, bukankah setelah dirinya bercerai dengan Devan,, semuanya kembali seperti semula? seharusnya memang seperti itu kan,, tetapi malah tidak. Jessica dan Devan selalu saja masih masuk dalam hidupnya.

__ADS_1


"KALIAN SEMUA YANG TINGGAL DI KOMPLEKS PERUMAHAN INI,, KALIAN HARUS HATI-HATI!!! TETANGGA KALIAN INI YANG BERNAMA NAYLA, DIA BISA SAJA MEREBUT SUAMI KALIAN,, JANGAN SAMPAI KALIAN BERNASIB SAMA DENGAN SAYA" teriak Jessica.


Beberapa warga langsung keluar dan berkerumun menatap Jessica, sesaat kemudian mereka menatap Nayla yang merasa malu atas apa yang dilakukan Jessica. Setetes air mata Nayla kembali tumpah, benar-benar kecewa atas apa yang telah dikatakan oleh Jessica.


"Jessica cukup,, semuanya tolong bubar,, ini hanya salah paham saja," ucap Alex berusaha meredam semuanya,, dalam hati Alex benar-benar tidak menyangka Jessica yang selama ini terkenal dengan kelembutannya kini seakan berubah menjadi manusia jahat, mulut yang berbicara seenaknya tanpa peduli dengan perasaan orang lain.


"Kamu pergi dari sini," ucap Alex sambil menarik tangan Jessica pergi,, tidak membiarkan suasana semakin panas.


"Kenapa? biar semua orang tahu siapa itu Nayla," teriak Jessica biar semua orang mendengar.


"Teriak saja sepuasmu di sini! semuanya tidak benar apa yang telah dikatakan oleh wanita ini,, saya adalah calon suami Nayla dan sebentar lagi kami akan menikah," jelas Alex.


Jessica langsung tertawa begitu mendengar pernyataan Alex, tidak menyangka Alex ternyata mau dengan wanita seperti Nayla.


"Kamu benar-benar bodoh mau dengan wanita murahan jahanam seperti dia, dia itu sangat murahan Alex!!!" ucap Jessica sambil tertawa.


"Cukup Jessica!!! paling tidak dia tidak seperti kamu yang suka menghina orang lain! lihat kamu wanita yang mengaku baik padahal mulutmu sangat tidak baik," ucap Alex.


"Kamu juga sudah terkena guna-guna wanita murahan ini!! cepat-cepat cari ustadz sana," ucap Jessica.


"Kamu seharusnya yang cepat-cepat pergi cari ustadz,, agar kamu segera di rukiah supaya setan-setan yang ada di dalam tubuhmu itu menghilang. Apa kamu tidak melihat perutmu? ada anak di dalamnya? kamu sedang hamil tapi mulutmu tidak beradab sama sekali," ucap Alex dengan penuh kemarahan.


Ternyata Jessica benar-benar dibutakan oleh kebencian hingga melupakan jati dirinya sebagai wanita baik dan penuh dengan kelembutan.


"Kamu tidak tahu apa-apa sebaiknya diam!!!" ucap Jessica.


"Aku yang akan menikahi Nayla, agar kau tidak terus terusik rumah tanggamu dengan Devan," ucap Alex.


"Cukup!!!" ucap Nayla.


Nayla sudah tidak memiliki wajah lagi di depan para warga,, dipertontonkan seakan sebuah tontonan yang sangat menyenangkan. Air matanya kembali tumpah,, begitu sakit dan perihnya dengan segala hinaan Jessica.


"Pergi dari sini tolong!!!" ucap Nayla.


Jessica tersenyum miring dan memilih pergi, puas membuat Nayla malu, berharap setelah ini tidak ada lagi guna-guna yang Jessica anggap, Nayla mengirimkan guna-guna kepada Devan.


"Dia seperti tinggal di zaman purbakala, ternyata pendidikan yang tinggi tidak menjamin seseorang memiliki moral yang tinggi. Percuma kuliah tinggi-tinggi tetapi tidak memiliki adab," ucap Alex.


Jessica tidak peduli dia benar-benar pergi dengan senyuman sinis sampai akhirnya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tapi dalam perjalanan pulang menuju apartemennya,, Jessica tiba-tiba merasakan sakit pada perutnya.


"Aduhhhh," Jessica merintih kesakitan lalu seketika itu dia memberhentikan mobilnya disisi jalanan,, Jessica sudah tidak kuat mengemudikan mobil sebab rasa sakit yang semakin terasa.

__ADS_1


__ADS_2