Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Felix Bima Putra!!!


__ADS_3

Jessica terkapar di atas ranjang setelah mendapatkan kepuasannya,, bahkan untuk membuka matanya saja Jessica tidak sanggup.


Devan segera turun dari atas ranjang,, menuju kamar mandi,, dia akan mandi dan bermain solo lagi untuk mencapai kepuasannya,, Devan berharap semoga saja bisa.


Selesai dengan ritual mandinya, meskipun kepala sedikit pusing karena tidak bisa mencapai kepuasannya,, Devan segera berpakaian lalu naik ke atas ranjang,, namun lagi-lagi ponselnya bergetar.


Awalnya Devan merasa tidak tertarik karena dia sudah sangat lelah dan juga pusing, Devan ingin segera tidur,, tapi rasa penasaran muncul di saat ponselnya terus saja berdering. Devan segera mengambil ponselnya lalu menjawabnya.


"Halo," ucap Devan.


"Dokter Devan,, ini saya Reyna,, tiga puluh lima menit yang lalu Nayla mengalami pendarahan, dia tidak sadarkan diri dokter dan sekarang dia sudah berada di rumah sakit. Dokter Alex menyarankan untuk segera mengangkat janinnya dan membutuhkan persetujuan suami atau keluarganya," ucap Reyna langsung tanpa basa-basi, begitu Devan mengangkat panggilan teleponnya.


Sudah berulang kali Reyna menelepon Devan,, tapi panggilan teleponnya selalu saja ditolak,, ini mungkin sudah mencapai seratus lima puluh lebih kali dia menelepon Devan, dan baru kali ini Devan mengangkat panggilan telepon dari dirinya.


Kaki Reyna bergetar,, jantungnya berdetak dengan cepat,, karena ketakutan keadaan Nayla saat ini semakin memburuk.


"Dokter Devan kalaupun anda tidak bisa datang ke rumah sakit, tolong Dokter berikan izin kepada pihak rumah sakit untuk mengambil tindakan, saya bukannya tidak perduli dengan bayi itu, tapi saya mohon Dokter, jika salah satu yang diminta untuk di selamatkan tolong selamatkan Nayla,, karena percuma bayi itu hidup jika Nayla meninggal, Ibu Jessica tidak akan sudi menerima bayi itu, tolong Dokter saya mohon," ucap Reyna.


Devan langsung memutuskan panggilan telepon dengan Reyna,, lalu menatap Jessica sejenak yang masih terlelap,, kemudian Devan segera pergi ke rumah sakit tanpa lama-lama.


Devan benar-benar tidak bisa fokus dalam menyetir mobilnya, artinya sebelum dia dan Jessica bercinta tadi, Nayla mengalami pendarahan dan ponselnya yang terus berdering sejak tadi,, karena Reyna yang ingin memberitahukan keadaan Nayla.

__ADS_1


Tapi apa? Devan malah menuruti keinginan Jessica tadi untuk bercinta,, merayakan kehamilan Jessica yang masih muda itu. Begitu sampai di rumah sakit Devan langsung masuk ke ruangan IGD, melihat Nayla yang masih terbaring lemah di sana dengan wajah yang sangat pucat.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Dokter Devan kepada Dokter Alex tanpa basa-basi.


"Sangat buruk," jawab Dokter Alex.


Karena terlalu banyaknya pasien yang diperiksa Alex selama ini,, membuat Alex tidak menyadari bahwa sebenarnya dia pernah bertemu dengan Nayla sebelum ini,, Nayla adalah pasien yang hilang mendadak waktu itu tapi Alex lupa.


Devan tampak menarik nafasnya dengan berat,, lalu memeriksa keadaan Nayla sekali lagi untuk lebih jelas. Reyna tersadar bahwa Devan telah datang,, Reyna dengan segera mendekati Devan sambil menangis.


"Tolong Dokter Devan,, saya mohon tolong selamatkan Nayla," ucap Reyna yang betul-betul penuh permohonan pada Devan,, sedangkan Alex tidak curiga sama sekali tentang hubungan Nayla dan Devan,, karena Devan juga seorang Dokter jadi baginya wajar jika Reyna memohon juga pada Devan untuk menyelamatkan temannya itu. Sejak tadi Reyna juga terus memohon pada Alex kakaknya untuk menyelamatkan temannya.


Devan mengangguk dengan pasti dan meminta perawat untuk menyiapkan semuanya. Satu jam kemudian operasi dilaksanakan secara mendadak,, untuk menghindari resiko yang fatal nantinya. Devan juga ikut dalam operasi ini, berjuang bersama dokter lainnya untuk menyelamatkan anak dan ibu yang kini terbaring lemah tak sadarkan diri. Dan wanita itu adalah istrinya dan anak kandungnya.


Sekalipun masih kurang dari tujuh bulan,, tapi bayi Nayla masih bernyawa dan bayi itu segera mendapatkan penanganan khusus. Sedangkan keadaan Nayla saat ini masih tidak sadarkan diri,, meskipun operasi telah selesai dilakukan dan Nayla dipindahkan ke ruang rawat super VIP.


Devan menatap bayi mungil yang berada di dalam inkubator itu, bayi itu sangat kecil bahkan tidak ada lemak yang menempel di tubuhnya. Perlahan Devan keluar dari dalam ruangan itu,, lalu segera menghubungi Ana dan anggota keluarga lainnya. Mereka harus tahu bahwa anak Devan telah lahir.


"Ma, cucu laki-laki mama baru saja lahir, Nayla baru saja selesai operasi caesar dan sekarang keadaan Nayla kritis," ucap Devan menjelaskan melalui sambungan telepon.


Ana yang berada di seberang sana benar-benar sangat terkejut begitu mendengar ucapan Devan barusan, bukannya Ana tidak bahagia mendengar kelahiran cucunya,, tapi Ana tahu betul berapa usia kandungan Nayla saat ini.

__ADS_1


"Tapi Devan, usia kandungan Nayla belum genap tujuh bulan,, meskipun sudah tidak lama lagi tujuh bulan tapi seingatku hari ini belum sampai," ucap Ana.


Devan menarik nafasnya dengan berat sambil memandang anaknya yang masih berada di dalam inkubator.


"Ini terpaksa Devan lakukan Ma, karena keadaan Nayla benar-benar sangat berbahaya tadi," ucap Devan.


"Mama akan segera ke rumah sakit sekarang," ucap Ana lalu segera memutuskan panggilan telepon dengan Devan secara sepihak.


Sekalipun waktu menunjukkan pukul 23 : 30, Ana tetap pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Nayla dan cucunya,, Ana pergi bersama dengan Bima Putra dan juga Andini. Begitu sampai di rumah sakit,, mereka bertiga langsung pergi melihat keadaan Nayla dulu yang saat ini belum sadarkan diri.


"Nayla kenapa nasibmu malang sekali," ucap Ana, sambil melihat keadaan Nayla yang masih tidak sadarkan diri, saat ini dia benar-benar sedih melihat Nayla.


Bahkan bayi yang tidak bersalah yang baru saja dikeluarkan dari rahim Nayla ikut menderita,, karena keadaan Nayla yang sangat buruk saat ini. Sangat buruk begitu mengingat selama Nayla menikah,, Nayla tidak pernah bahagia dengan pernikahan yang terpaksa itu.


"Di mana bayinya?" tanya Andini yang ingin sekali melihat keponakannya.


Devan segera mengantar Andini dan yang lainnya memasuki ruang inkubator,, melihat bayi itu dari jarak dekat. Seorang bayi laki-laki kecil dan kurus berada di dalamnya.


Ana menangis melihat keadaan cucunya,, seharusnya ini belum saatnya cucunya itu dilahirkan,, tapi apa boleh buat keadaan keduanya benar-benar sangat mengkhawatirkan tadi. Demi keselamatan keduanya dia harus dikeluarkan sebelum waktunya.


Bima Putra pun tidak menyangka jika anggota keluarganya akan dilahirkan dengan cara yang begitu prihatin. Bima Putra berdoa agar Nayla segera pulih,, supaya bisa merawat anaknya dengan baik,, memberikan anak itu kasih sayang yang cukup,, agar tidak terus menderita karena kekejaman takdir yang diterima oleh bayi malang itu.

__ADS_1


"Siapa namanya?" tanya Ana.


"Felix Bima Putra, dia adalah pewarisku, cucuku ini memiliki posisi yang istimewa di keluarga kita," ucap Bima Putra tegas tanpa ingin dibantah.


__ADS_2