Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Diabaikan oleh istri kedua..


__ADS_3

Pagi ini semuanya duduk di kursi meja makan,, mereka sarapan bersama dalam keheningan.


"Ini tiket liburan,, aku mau kalian pergi honeymoon ke Bali,, semuanya sudah kakak siapkan, kalian tinggal pergi saja," ucap Andini sambil meletakkan dua tiket liburan untuk Devan dan juga Jessica, alasan utama Andini melakukan itu karena tidak ingin rumah tangga adiknya menjadi hancur.


"Tapi kak,, aku sedang...,"


"Tidak ada alasan Devan," ucap Andini cepat.


"Sayang ayolah,, sudah lama sekali kamu tidak memiliki waktu untuk ku,," ucap Jessica sambil memeluk lengan Devan.


Matanya berkaca-kaca menahan air mata yang akan keluar,, Jessica merasakan kini sudah ada yang berbeda dari Devan. Cinta Devan sudah tidak sebesar dulu lagi untuknya,, senyuman Devan tidak lagi setulus seperti dulu, bahkan Devan juga tidak pernah lagi menyentuh dirinya. Sakit tidak berdarah dan juga merasa terhina, tadi malam saja Jessica sudah menawarkan diri tapi Devan malah menolak dirinya secara halus.


Jessica merasa ini bukan Devan.


Suaminya tidak seperti ini. Tubuh Devan memang berada di dekatnya,, tapi hati dan pikiran Devan seperti berada di tempat lain entah dimana.


"Devan!" ucap Andini yang menyadari ekspresi wajah Jessica yang terlihat sedih sehingga Andini langsung menatap tajam pada Devan.


"Devan apa yang dikatakan kakakmu itu ada benarnya,, kamu jangan terus bekerja tapi pikirkan juga istrimu," ucap Ana.


"Iya Ma," ucap Devan sambil mengangguk setuju dan tersenyum.


Jessica benar-benar merasa lega,, Jessica bahkan masih tidak percaya bahwa kini dirinya akan pergi liburan berdua bersama suaminya saja.


Jessica berharap setelah ini, Devan bisa kembali seperti dulu lagi,, bisa bersikap hangat seperti dulu lagi padanya.


Bali...


Liburan di pantai adalah hal yang sangat menyenangkan dan juga membahagiakan,, bergandengan tangan malam hari dengan penerangan cahaya bulan bersama dengan suami tercinta. Itulah impian Jessica,, dan saat ini benar-benar terwujud,, saat ini dirinya memiliki waktu berdua bersama suaminya.


"Maaf yah,,, kalau dalam beberapa hari ini aku mengabaikan kamu," ucap Devan sambil menyelipkan rambut Jessica di belakang telinganya.


Angin yang berhembus sesekali terdengar,, suara ombak juga seakan membuat suasana menjadi tambah romantis. Jessica lalu melingkarkan tangannya pada tengkuk Devan,, menikmati hari yang indah hanya berdua saja dengan Devan.


"Sayang,, aku mau di gendong," ucap Jessica.

__ADS_1


Devan langsung berjongkok sehingga Jessica bisa naik ke atas punggungnya.


Setelah Jessica melingkarkan tangannya pada leher Devan,, barulah Devan berdiri kembali lalu berlari mengitari pinggir pantai.


Sampai waktu menunjukkan pukul setengah dua belas barulah Devan membawa Jessica kembali ke Vila, kamar mereka berhadapan langsung dengan pantai,, dengan susunan lilin yang sangat indah.


"Sayang,, aku rindu sama kamu," ucap Jessica,, Jessica sangat berharap malam ini tidak mendapatkan lagi penolakan dari Devan.


Jessica juga sangat merindukan belaian hangat dari suaminya,, sentuhan-sentuhan mesra dari suaminya, yang sudah lama sekali tidak didapatkan olehnya.


Devan mengangguk karena tidak enak pada Jessica yang tampak sangat memohon meskipun sebenarnya dia sangat malas,,, Devan mencium tengkuk Jessica sehingga menimbulkan bekas di tempat itu. Mendorong tubuh Jessica dengan perlahan menindih tubuh Jessica,, Devan berusaha terlihat menikmati meskipun sebenarnya tidak sama sekali. Entahlah dia juga bingung mengapa tidak bergairah sama sekali pada Jessica.


Tiba-tiba Devan malah melihat wajah Nayla,, hal itu membuat Devan mendadak jadi panas dan penuh gairah.


Dengan cepat Devan mencium bibir Nayla dengan penuh damba,, lidahnya ikut bermain.


Kedua tangannya juga bergerak sangat aktif di kedua gunung kembar Nayla dengan penuh damba.


Sampai akhirnya Devan memasukkan miliknya dengan sangat tidak sabar.


Seketika Devan menghentikan gerakannya begitu mendengar suara Jessica,, buyar lah semua, sadar bahwa wanita yang ada disini bukan Nayla melainkan Jessica.


Sungguh rasanya Devan tidak ingin melanjutkannya lagi,, tapi itu juga tidak mungkin karena sama saja dia tengah menghina Jessica jika dia berhenti mendadak.


"Sayang,, ayo dong bergerak,," ucap Jessica dengan tatapan memohon.


Devan pun terpaksa bergerak meskipun Devan sudah tidak memiliki gairah lagi.


"Devan," ucap Jessica setelah beberapa kali mendapatkan puncaknya,, Jessica bahkan kini sangat kecapean dan langsung tertidur pulas tanpa membersihkan diri dulu.


Devan pun segera pergi membersihkan dirinya di kamar mandi,, dan juga akan menuntaskan hasratnya secara solo.


Sungguh ini sangat menjengkelkan karena pisang keramatnya tidak memuntahkan lahar kepuasan membuat Devan ingin marah,, Devan bingung dengan dirinya sendiri, pernah Jessica bisa membuat dirinya terbang melayang dan juga merasa puas tapi kali ini tidak ada sama sekali kepuasan yang dia dapatkan bahkan juga serasa malas menyentuh Jessica.


Delapan menit telah berlalu Devan masih betah berada di dalam kamar mandi,, karena sampai saat ini pun Devan belum mendapatkan puncaknya meskipun sudah bermain solo.

__ADS_1


Akhirnya Devan mengguyur tubuhnya dengan air dingin,, mencoba meredam perasaan aneh yang terus saja menuntutnya tapi tidak bisa di dapatkan juga.


Setelah beberapa menit Devan melilitkan handuk pada pinggangnya,, lalu keluar dari dalam kamar mandi meskipun pisang nya masih berdiri dengan kokoh.


Devan segera memakai pakaiannya dan duduk di sofa melihat Jessica yang sedang tertidur lelap.


Tangannya lalu bergerak mengambil ponsel,, memeriksa apakah ada panggilan dari Nayla.


Dan hasilnya tidak ada. Nayla tidak menghubungi dirinya sama sekali.


Ada rasa kecewa yang dirasakan oleh Devan.


Dengan segera Devan keluar lalu mengirim pesan pada Nayla.


Sudah tidur,, chat dari Devan.


Devan tau ini sudah larut tapi Devan sangat ingat betul kebiasaan Nayla saat hamil sekarang,, Nayla selalu bangun makan ketika larut malam.


Lama Devan menunggu balasan dari Nayla namun tidak ada balasan sama sekali,, padahal jelas-jelas sudah centang biru yang artinya Nayla sudah membaca chat dari dirinya. Devan akhirnya memutuskan untuk menelepon Nayla tapi sayangnya teleponnya pun tidak dijawab oleh Nayla.


Devan terus mengulangi sampai beberapa kali dan hasilnya masih sama tidak dijawab sama sekali oleh Nayla.


Tidak ingin terus khawatir akhirnya Devan memutuskan untuk menghubungi Reyna.


"Halo Dok," ucap Reyna begitu mengangkat panggilan telepon dari Devan.


Reyna sudah tentu tau maksud dari Devan menelepon dirinya.


Devan merasa sedikit lega karena Devan bisa bertanya kepada Reyna mengenai keadaan Nayla istri keduanya yang masih ngambek.


"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Devan sambil menatap ke depan.


"Nayla sekarang sedang makan Tuan, seharian ini Nayla hanya muntah-muntah saja, dan juga setiap makanan yang masuk pasti langsung dia muntahkan lagi,, begitu terus Tuan," jawab Reyna.


Devan benar-benar sangat khawatir begitu mendengar laporan dari Reyna.

__ADS_1


"Bisa aku bicara dengan dia?" ucap Devan yang tidak bisa tenang kalau belum berbicara dengan istri keduanya itu.


__ADS_2