Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Belum bersih!


__ADS_3

Hingga akhirnya mereka berdua melakukan hubungan suami istri lagi setelah sekian lama, tapi tentu saat ini sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya, tidak ada lagi kekerasan, hinaan hingga membuat Jessica begitu menikmatinya.


############


Pagi ini Reyna mengunjungi kediaman kedua orang tuanya, sebenarnya tujuan utamanya ingin bertemu dengan Jessica yang sudah kembali tinggal bersama Alex.


Reyna tentunya bahagia, apa lagi keponakan nya yang lucu dan menggemaskan bisa membuatnya rindu berat.


"Tante, kapan datang?" Tanya Cahaya saat melihat kedatangan Reyna ke kamar barunya.


Reyna tersenyum dan mengusap pipi Cahaya yang sangat tembem itu.


"Baru saja, Om Nanda sedang ada pekerjaan. Tante, hari ini main sama Aya, boleh nggak?" Tanya Reyna dengan suara anak kecil agar lebih mudah dimengerti oleh Cahaya.


"Boleh dong," Cahaya tersenyum sambil menunjukan dua baris gigi ompong nya, seakan dirinya begitu bahagia menyambut kedatangan Reyna yang diketahuinya sebagai adik dari Daddy Alex.


"Mommy di mana? Di dapur ya?" Tanya Reyna lagi ingin segera bertemu dengan Jessica, setelah sekian lama tidak bertemu.


"Nggak tahu Tante, kan Aya juga baru bangun tidur."


"Oh, iya. Tante lupa," Reyna pun menepuk dahinya membenarkan jawaban Cahaya yang tepat.


"Aya, ke kamar Mom dulu ya Tante. Soalnya udah kangen," pamit Cahaya.


Kemarin hari selama seharian penuh bersama dengan Puput, saat pulang dari pesta juga sudah terlelap di dalam mobil saat perjalanan pulang.


Sehingga pagi ini Cahaya ingin melihat wajah Jessica dan memeluk dengan penuh cinta.


"Mommy!" Seru Cahaya sambil membuka pintu kamar kedua orang tuanya, setelah masuk pintu tidak di tutup kembali.


Dengan kaki mungilnya Cahaya berlari ke arah ranjang, terlihat kedua orang tuanya masih terlelap di bawah selimut yang sama.


"Mom, kok bobo nggak pakai baju. Nanti masuk angin loh," ujar Cahaya melihat tubuh Jessica hanya berbalut selimut.


Jessica yang masih dalam keadaan mengantuk seketika duduk dengan memeluk selimut di dada, menyadari bahwa putrinya berada di sana.


"Aya, udah lama di sini?" Tanya Jessica.


"Tidak," Cahaya menggeleng, matanya kini menatap pakaian yang berserakan di lantai.

__ADS_1


"Aya," Alex yang mendengar suara juga ikut terbangun, ternyata putri kecilnya yang lucu.


"Daddy juga bobo nggak pakai baju, kata Bu guru kalau bobo harus pakai baju, nanti masuk angin, bisa di gigit nyamuk," jelas Cahaya dengan polosnya.


Wajah Jessica memerah saat menyadari kata-kata Cahaya.


"Mommy di gigit nyamuk," kata Cahaya menunjuk tengkuk Jessica dengan banyak merah.


"Sebentar ya Mom, Aya minta obat dulu sama Oma," Cahaya meloncat dari atas ranjang dengan secepat mungkin.


"Cahaya, tidak usah meminta obat pada Oma!" Seru Jessica panik.


Baru sampai di depan pintu kamar Puput sudah terlihat, mungkin awalnya hanya ingin lewat. Tetapi, harus berhenti saat mendengar Cahaya memanggilnya.


"Oma, Mommy di gigi nyamuk," kata Cahaya sambil menarik tangan Puput memasuki kamar kedua orang tuanya.


"Di gigit nyamuk? Kok bisa?" Puput terpaksa masuk ke dalam kamar Jessica dan Alex karena Cahaya yang menarik paksa.


"He'um, lihat itu di leher Mom," Cahaya menunjuk Jessica.


Jessica pun menutup wajahnya dengan selimut, malu sekali rasanya saat di lihat mertuanya dalam keadaan hanya terbalut selimut.


Puput terdiam sambil melihat lantai yang berantakan karena, pakaian yang berserakan.


"Ah, sepertinya itu nyamuk nakal," Puput tersenyum menyindir Jessica dan Alex yang saling bersembunyi dengan cara mereka sendiri, walaupun sebenarnya sudah tidak mungkin lagi.


"Nyamuk nakal Oma?" Tanya Cahaya lagi.


"Iya, di tepuk saja wajah nyamuknya," Puput mengeratkan kedua giginya menyindir Alex.


Cahaya menatap Puput dengan kepala mangguk-mangguk, walaupun sebenarnya tidak mengerti dengan penjelasan sang Oma.


"Nyamuknya kecil Oma, gimana caranya?


"Ini nyamuknya besar, nakal juga, kita keluar. Tidak baik berlama-lama di sini, besok-besok kalau mau bermain nyamuk-nyamuk gitu, tolong pintunya di kunci. Mama dan Cahaya masih polos," kata Puput sebelum akhirnya keluar dari kamar, tidak lupa untuk menutup pintu dengan rapat.


Jessica pun keluar dari persembunyiannya, menatap pintu yang sudah tertutup rapat akhirnya bisa bernapas lebih lega.


Alex pun ikut mendudukkan dirinya, menatap Jessica yang terlihat panik dan berusaha untuk menormalkan irama jantung.

__ADS_1


"Mau di gigit serangga lagi tidak?" goda Alex.


Jessica pun beralih menatap Alex, sungguh tidak menyangka sama sekali malam tadi bisa bercinta.


"Serangga nakal," jawab Jessica sambil mengusap wajahnya menahan malu.


"Iya sih, tapi asik 'kan?" Alex menyenggol lengan Jessica sambil tersenyum menggoda.


"Ihh, apaan sih!" Geram Jessica berbalut malu yang tidak bisa disembunyikan.


"Mau lagi tidak!" Goda Alex lagi.


Jessica memutar leher beberapa derajat, melihat Alex yang masih saja menggoda dirinya di pagi ini.


"Dasar aneh!" Jessica pun turun dari ranjang, dan segera menuju kamar mandi.


Memilih untuk membersihkan diri dari pada terus berbicara tentang nyamuk-nyamuk tidak jelas tersebut.


Jessica menatap diri dari pantulan cermin.


"Pantes Cahaya, bilang di gigit nyamuk. Banyak begini, kok bisa ya?" Jessica pun tidak mengerti mengapa bisa begitu banyak tanda merah keunguan pada tengkuknya.


Setelah itu Jessica memilih memulai mandinya, agar cepat mengurus segala keperluan Cahaya.


Saat pintu kamar mandi di buka ternyata Alex sudah menunggu di depan pintu kamar mandi.


"Mandi lagi yuk, bareng," Alex kembali menarik Jessica masuk, dan mengunci pintu takut Cahaya malah memergoki mereka yang mandi bersama.


"Alex, aku udah selesai mandi!" Jessica menolak dengan keras, dan ingin secepatnya keluar.


"Mandi dulu."


"Aku udah mandi!"


"Belum bersih!"


"Udah!"


"Belum!"

__ADS_1


__ADS_2