Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Rujuk?


__ADS_3

Setelah Cahaya tertidur lelap Alex pun berpamitan pulang, hatinya begitu bahagia mendengar panggilan Cahaya.


"Daddy," Alex tersenyum sambil memasuki rumah kedua orang tuanya, baru saja satu langkah kakinya menginjak lantai sudah terdengar suara Puput menyebut namanya.


"Alex,"


"Iya Ma," berjalan menuju sofa ikut duduk bersama Puput bersebelahan.


"Tadi Devan ke sini mencari kamu, kamu nggak ke rumah sakit?" tanya Puput.


"Nggak Ma, aku libur," Alex pun melihat ponselnya, ada banyak panggilan dari Devan yang tidak terjawab.


Alex memang tidak membunyikan nada dering ponselnya, agar tidak mengganggu Cahaya saat tadi.


Sampai ternyata Devan pun menghubungi dan tidak terjawab.


"Dia bilang sesuatu ke Mama?" tanya Alex.


"Nggak! dia cuma nanya kamu itu saja," jawab Puput.


"Em," Alex pun mengangguk mengerti.


"Alex tunggu!" Puput menarik tangan Alex untuk kembali duduk di sampingnya.


Dengan pelan Alex pun kembali duduk pada tempatnya.

__ADS_1


"Gimana Cahaya?" tanya Puput.


"Dia sudah lebih baik, Ma" jawab Alex.


Puput mengangguk.


"Apa kamu tidak ingin membawa Cahaya tinggal di rumah ini? maksud Mama apa kamu tidak ingin berusaha rujuk dengan Jessica?" tanya Puput.


Akhirnya pertanyaan itu keluar dari bibir Puput, ada rasa kesal saat melihat Alex yang sama sekali tidak berusaha untuk memiliki Jessica kembali.


"Apa kamu sudah tidak mencintainya?" tanya Puput.


Pertanyaan Puput kali ini membuat Alex tertunduk.


Alex tersenyum, entah apa yang dipikirkan Ayah satu orang anak itu.


"Jawab dong, kok cuma senyum aja, Mama perhatikan tidak ada sama sekali usaha kamu untuk rujuk, jangan-jangan kamu tidak ingin membawa Cahaya ke sini? Mama pengen main sama dia, apa kamu nggak pengen?" ucap Puput lagi.


"Rujuk?" tanya Alex kembali.


"Iya," Puput menantikan jawaban dari Alex.


"Kami tidak pernah bercerai Ma," Alex bangun dari duduknya.


Puput terkejut mendengar pernyataan Alex, apakah mungkin itu benar?

__ADS_1


"Alex kamu jangan main-main" Puput benar-benar tidak ingin dianggap gila atau sebagainya.


Pernyataan Alex sungguh di luar logika, sehingga mengundang banyak tanya.


"Aku dan Jessica tidak pernah bercerai dalam kalimat saat itu aku mengatakan kalau anak itu sudah tidak ada, maka artinya talak ku sudah jatuh dan ternyata anak itu ada, masih ada artinya aku dan Jessica belum bercerai," jelas Alex kemudian dia segera pergi menuju kamar.


Puput terdiam tidak mampu untuk berkata-kata lagi, tangannya hanya melayang di udara ingin memanggil Alex lagi. Tetapi terlalu sulit untuk mengeluarkan satu kata saja.


#########


Makan malam antara keluarga Inggit dan Arini pun berlangsung dengan baik, sesekali terdengar suara canda dan bincang-bincang kecil antara kedua keluarga, Jessica hanya diam sambil memakan makanannya, tidak ada kata yang keluar dari mulutnya.


Pikiran hanya fokus pada Cahaya, selebihnya atur sesuai keinginan Inggit.


Jika memang dengan adanya perjodohan ini bisa membuat hati Inggit bahagia, tidak masalah!


Bukankah semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya? dan bukankah seorang anak harus berbakti kepada kedua orang tuanya? begitulah yang dilakukan oleh Inggit saat ini, tidak peduli sakit maupun bahagia Jessica menerima dengan lapang dada.


"Ini yang mau menikah kok diam aja sih?" tanya Arini melihat Jessica dan Aditya saling bergantian.


"Mungkin mereka bisa bicara berdua," jawab Inggit.


"Iya betul juga," Arini tersenyum bahagia melihat wajah Jessica.


Tidak terkira rasa bahagia melihat wajah calon menantunya tersebut, Arini sudah tahu banyak hal tentang Jessica selain baik, cantik, Jessica juga pintar dalam berbagai bidang.

__ADS_1


__ADS_2