Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Puas kamu?


__ADS_3

Malam kian larut, Reyna dan Nanda semakin dekat dan hangat sedangkan Nayla dan Devan juga di sibukkan dengan dua anaknya, rasa bahagia kian terasa semakin dalam, sekalipun tingkah kedua anaknya bisa membuat kepala serasa akan pecah tetapi di sanalah letaknya bahagia, membesarkan anak memang butuh waktu dan tenaga semuanya tidak akan terasa saat melihat anak-anaknya bahagia, namun lain halnya dengan satu anak manusia Jessica namanya dirinya tengah berbaring di atas brankar bersama anaknya.


Mengelus rambut coklat Cahaya dengan lembutnya, di saat ini dirinya sedang tidak baik-baik saja, mengeluh mungkin hanya untuk orang-orang putus asa dan itulah yang kini tengah terjadi, sudah berusaha untuk menjadi orang baik dan terus belajar menjadi orang yang lebih baik, mengikhlaskan seseorang yang sangat dicintai demi mengejar cinta yang lain, dirinya pun sudah berusaha untuk tetap tenang, tegar dalam menghadapi kenyataan pahit, bersuamikan seorang sahabat yang dulu pernah menjalin kasih dengannya, sayangnya semua harus berakhir dengan luka tanpa darah dan hanya berbalut air mata, kini tiba lagi di mana anaknya harus berbaring dengan selang infus betapa hatinya sekarang tidak percaya akan adanya kebahagiaan lagi.


Mata Cahaya yang terpejam membuat hati Jessica lebih tenang, dari tadi anaknya itu terus mengeluhkan sakit pada sekujur tubuhnya belum lagi selang infus yang membuat gerakannya terbatas, tentu semakin membuat Cahaya banyak merengek bukan lelahnya yang dituangkan menjadi kesedihan melainkan penderitaan dengan kesakitan Cahaya ikut menjadi sakit yang dirasakan Jessica, Jessica terlalu lemah jika menyangkut Cahaya sungguh dirinya tidak masalah untuk kehilangan harga dirinya kecuali tidak untuk kehilangan anak.


Terdengar suara pintu yang didorong membuat Jessica tersadar dari lamunannya segera menyeka air mata dan melirik arah pintu, Alex datang bersama dengan Puput membawa banyak buah tangan tentunya untuk Cahaya, mungkin Jessica bisa menghentikan air matanya tetapi tidak dengan wajah lelahnya dan juga bengkak pada mata setelah puas menangis.


"Gimana keadaan Cahaya?" Puput tahu Jessica baru selesai menangis tapi tidak ingin bertanya sebab sudah pasti penyebabnya tak kuasa melihat keadaan Cahaya.


Jessica mengangguk sambil menunjukkan mata Cahaya yang sudah terlelap.


"Sudah lebih baik, Ma," perlahan Jessica turun dari atas brankar, membuatkan Cahaya tidur dengan tempat yang lebih luas.


Puput pun mengangguk dan tersenyum sesaat kemudian dirinya memeluk Jessica dengan eratnya.


Tangis Jessica kembali pecah dipelukan Puput sulit sekali menggambarkan betapa hatinya kini sedang rapuh.


"Maaf, Ma," Jessica pun menjauh setelah menyadarinya.


Puput mengusap air mata Jessica dan memeluknya kembali.


"Mama berterima kasih kamu sudah berjuang untuk cucu Mama sendiri tanpa kami," tutur Puput.


Dari kemarin hari dirinya ingin mengucapkan rasa terima kasih pada Jessica, namun hari ini baru bisa terlontar dari bibirnya.


Terharu?

__ADS_1


Tentu!


Rasanya seperti tidak percaya, nyatanya kini dengan besar hati Jessica mengizinkan dirinya dan Alex untuk bertemu dengan Cahaya.


"Menangislah kalau itu bisa membuatmu lega," ucap Puput.


Jessica mengangguk dan tersenyum.


"Mama bawa apa?" tanya Jessica berbasa-basi.


Tentunya tidak nyaman jika terus dalam kesedihan sehingga lebih memilih mengalihkan topik pembicaraan.


"Ini sedikit buah dan mainan untuk cucu Mama, tapi orangnya tidur," Puput tersenyum melihat wajah cucunya yang cantik.


"Simpan dulu! besok kami akan main bersama," ucap Puput lagi.


"Kamu sudah makan?" tanya Puput.


"Sudah Ma, duduk dulu!" ucap Jessica.


Jessica dan Puput pun duduk di sofa, berbincang-bincang kecil dan sesekali tersenyum sedangkan Alex memilih mendekati Cahaya, menatap wajah anak itu dengan penuh cinta, dirinya merasa malu saat ini bahkan putrinya saja masih merasakan kebingungan saat mengetahui dirinya adalah Ayahnya, tetapi nasi sudah menjadi bubur Alex yang kini berdoa semoga bisa diterima dalam hidup putrinya namun dirinya tidak bisa berjanji untuk membahagiakan anaknya tersebut hanya saja Alex akan berusaha untuk menjadi Ayah yang terbaik dan tidak akan mengulangi kesalahannya untuk kedua kalinya, itulah yang bisa dikatakan oleh Alex dalam lubuk hati terdalam.


"Apa tidak ada kesempatan untuk rujuk kembali?" tanya Puput.


Pertanyaan Puput membuat Jessica terdiam begitupun dengan Alex yang beralih menatap Puput.


"Apa pertanyaan Mama salah?" Puput menutup mulutnya dengan perasaan khawatir.

__ADS_1


"Maaf," Puput pun terdiam dengan rasa canggung.


Semua kembali hening tanpa ada jawaban Jessica tidak memikirkan hal itu sama sekali hidupnya hanya untuk Cahaya, jadi apapun kedepannya hanya demi Cahaya, itu saja!


"Tidak!"


Inggit mendengar keinginan Puput barusan, tentu dirinya adalah orang pertama yang menentang keras anaknya untuk kembali pada Alex, Puput terkejut melihat kedatangan Inggit yang tiba-tiba bahkan kini sudah berdiri di hadapannya perlahan Puput pun berdiri terdiam menatap wajah Inggit yang penuh kemarahan.


"Bukankah kita sudah mengenal sebelumnya? sebelum mereka menikah pun kita sudah menjadi keluarga saat mereka berteman dulu, apakah kini tidak bisa diikat dengan kedua anak kita yang kembali bersama?" tanya Puput penuh harap.


"Sekarang kita tukar posisi, andai aku yang mencari kamu dan kamu yang menjadi aku, apakah kamu rela memberi anakmu lagi pada pria yang sudah menyiksa anakmu lahir dan batin di hadapan matamu sendiri?" ucap Inggit.


Degh!!!


Pertanyaan Inggit membuat jantung Puput berdegup mungkin yang dikatakan oleh Inggit memang benar, rasa sakit seorang ibu begitu dalam hingga sulit untuk percaya lagi pada orang lain.


"Kenapa diam? aku tidak membencimu tidak juga membenci anakmu. Aku membenci perlakuannya pada anakku, kasarnya, sikapnya yang seakan tidak memikirkan perasaan anakku, aku ibunya sampai kapanpun tidak akan rela anakmu menyakitinya," tegas Inggit.


Puput pun tidak dapat menjawab apapun, mungkin apa yang dikatakan oleh Inggit memang benar adanya.


"Aku permisi dan aku minta maaf kepadamu terutama pada Jessica," segera Puput keluar dari ruang rawat cucu kesayangannya, bahkan untuk menatap mata Jessica saja Puput sudah tidak memiliki keberanian, keluar dengan membawa air mata penuh luka, menangis sejadi-jadinya sambil terus berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit.


"Ma," Alex menyusul Puput, merasa bersalah sudah melukai hati orang-orang yang dicintainya.


"Puas kamu?" kata Puput sambil terus berjalan menuju parkiran.


Alex tidak dapat lagi berkata-kata, dirinya hanya diam dengan sejuta penyesalan bahkan sepanjang perjalanan pulang Puput terus menangis, Alex mengemudikan mobilnya dan sesekali melirik Puput yang duduk di sampingnya, kehadiran Cahaya adalah keterkejutan yang luar biasa, malu tiada terkira dengan sakit yang tiada tara.

__ADS_1


__ADS_2