
Reyna pun duduk, kepalanya masih bertanya-tanya akan siapa Nanda yang sebenarnya.
Belum lagi misi untuk membongkar rahasia pekerjaan gelap Nanda yang harus segera dijalankannya, tentu dirinya tidak mau ikut menanggung atas kejahatan yang dilakukan oleh Nanda.
"Cepat aku mau mandi," ucap Reyna.
"Aku tidak ingin kamu terus menganggap aku musuhmu, kita sudah menikah, menikah adalah komitmen dan tidak bisa diganggu gugat, aku ingin diperlakukan layaknya suami dan kamu pun aku perlakukan layaknya istri, jika kamu tidak mencintaiku maka mulai sekarang belajarlah seperti aku yang sudah jatuh hati padamu," papar Nanda.
Degh!
Jatuh hati?
__ADS_1
Padanya?
Reyna sampai melongo tidak percaya kata-kata tersebut keluar dari mulut Nanda, melihat ketegasan Nanda membuatnya sedikit ngeri tapi seketika Reyna memicingkan matanya, dirinya berpikir mungkin Nanda akan menjadikannya sebagai tumbal atas pekerjaan gelapnya.
"Tapi aku nggak mau, aku nggak suka sama kamu," Reyna kesal dan malah menangis dengan keras.
Semakin Reyna bertingkah aneh, semakin membuat Nanda jatuh hati tanpa Reyna tahu jika Nanda menyukai Reyna yang suka bersikap lucu, hingga pada akhirnya Nanda memimpikan Reyna hanya dengan balutan lingerie dan bercinta dengannya, sejak saat itu Nanda mulai penasaran dan tertarik sampai saat ini pun rasa penasarannya kian semakin menjadi-jadi.
Apapun akan Nanda lakukan asalkan Reyna mau membuka hatinya dan membangun rumah tangga layaknya suami istri pada umumnya, Nanda pun sudah tak sanggup lagi menahan diri untuk tidak melepaskan keinginannya menyentuh Reyna.
Reyna masih saja menggeleng dirinya tidak mau disentuh oleh Nanda dari saat ini sampai kapanpun, tapi ini bukan dongeng seorang putri yang akan jatuh hati setelah pertengkaran, ini pernikahan yang harus bersama-sama berusaha untuk saling mengenal dan mencintai.
__ADS_1
Dari sore hari tadi Reyna mogok bicara, bahkan malam ini saja dirinya memilih tidur di sofa.
"Aku bawakan makanan," Nanda membawa sepiring nasi dan segelas mineral.
"Aku nggak mau," tolak Reyna.
Nanda pun meletakkan di atas meja kemudian keluar, mungkin Reyna akan memakannya setelah sendirian saja, perut Reyna sudah sangat lapar sebenarnya ingin makan tapi tak mau mengingat gengsi yang masih begitu besar, tak lama kemudian Nanda pun kembali masuk melihat makanan masih utuh membuatnya mendesus.
"Kamu mau makan apa? kamu mau makan yang lainnya?" tawar Nanda.
"Besok aku akan keluar kota dalam beberapa hari, kamu jangan lupa makan," ucap Nanda lagi.
__ADS_1
Nanda pun naik ke atas ranjang dan berbaring, sedangkan Reyna memilih tidur di sofa andai saja Arni tidak ada mungkin Reyna akan tidur di luar saja, setelah sore tadi Nanda menegaskan bahwa pernikahan mereka bukan main-main, dirinya kesal bukan main, tak lama berselang terdengar suara benda jatuh, Reyna mengingat Nanda pernah mengatakan bahwa rumah tersebut dulunya bekas seorang wanita bunuh diri, bulu kuduk berdiri merasa udara semakin dingin ditambah lagi suara burung yang terdengar aneh dan menambah suasana menjadi horor, sampai pada akhirnya terdengar suara anjing yang mengaung membuatnya meloncat dari sofa dan naik ke atas ranjang, masuk ke bawah selimut yang sama dengan Nanda dengan pikiran horornya, Nanda yang belum tertidur hanya diam saja karena jika dirinya bangun maka Reyna akan berpindah kembali tidur di sofa.